Perilaku Seksual Binatang

Illustrasi: nomadicjoe.blogspot.com

SEPERTI manusia, binatang ternyata suka seks, ya?! Sama-sama suka bertingkah laku aneh juga hanya gara-gara seks. Mulai dari menari-nari dan berkokok ala ayam jago, sampai melakukan masturbasi dengan alat seperti yang dilakukan oleh orang hutan.

Saya pernah membahas soal Perilaku Seksual manusia sebelumnya, dan saya juga di dalam artikel itu sudah menjelaskan bahwa dorongan seksual yang ada pada hewan, cenderung kepada keinginan untuk bereproduksi atau memiliki keturunan saja. Hanya saja, memang ada banyak kemiripan dari perilaku para binatang itu dengan manusia. Wajar kalau kemudian, kita suka dibilang seperti binatang. Memang mirip, kok!!! Sama-sama doyan seks!!! Sama-sama suka permainan seks!!! Hehehe….

Contohnya saja bentuk perkawinan dari hewan. Ada yang monogami, ada juga yang poligami, mau poligini, poliandri, ataupun poligiandri, dan juga prosmiscuity.

Monogami sudah pada tahu, kan, perkawinan yang ekslusif hanya dengan satu pasangan saja. Kalau poligami, ya sudah tidak ekslusif lagi, malah pasaran banget. Hehehe… Poligini, bila pria punya banyak pasangan perempuan. Poliandri, kebalikannya, perempuan yang punya banyak pasangan pria. Nah, kalau yang poligiandri, udah punya dua atau lebih pasangan perempuan dan juga pasangan pria. Sedangkan prosmiscuity, ini sudah dalam bentuk satu group. Jadi, ya kawinannya rame-rame. Suaminya milik bersama, istrinya juga milik bersama. Manusia ada nggak yang seperti ini???? Jawabannya sudah tahu, dong?!

Seks untuk kesenangan semata? Kalau yang satu ini, sih, manusia jagoannya!!! Tul, nggak?! Memang, sih, hewan seperti lumba-lumba, kucing, babi, dan beberapa jenis hewan lainnya suka melakukan seks untuk kesenangan, tetapi yang biasanya mereka lakukan masih sebatas kontak fisik saja tanpa melakukan penetrasi. Tahu dong, maksudnya?! Ini juga yang kemudian mendorong para peneliti untuk sampai sekarang tidak bisa mengambil kesimpulan yang pasti apakah benar mereka melakukan atau tidak melakukan seks untuk kesenangan semata. Biasanya, mereka melakukan ini semua sebagai bagian dari ritual sebelum melakukan sebuah perkawinan. Foreplay-lah, kalau buat manusia, sih!

Bagaimana dengan masturbasi yang dilakukan hewan? Pernah, lho, ada kangguru yang tertangkap basah televisi sedang melakukan masturbasi!!! Disiarkan pula di seantero negeri! Hihihihi…. Untung kangguru, coba manusia!!! Begitu juga dengan orang hutan. Mereka suka melakukan masturbasi. Bahkan yang betinanya, suka menggunakan ranting sebagai alat permainan (dildo), yang kemudian dimasukkan ke dalam kemaluannya. Begitu juga dengan kuda yang suka mastrubasi dengan cara mengesek-gesekkan kemaluannya ke batang pohon. Wah, macam-macam, deh!!!

Kenapa mereka melakukannya masturbasi? Nah, ini yang menarik menurut saya. Menurut peneliti, termasuk Darwin, katanya, mereka melakukan ini karena tidak ada jalan lain yang bisa mereka lakukan lagi untuk bisa memuaskan kebutuhannya. Belum dapat pasangan kawin!!! Sementara nafsu sudah diubun-ubun, jadilah kemudian berusaha. Libido mereka memang sedang tinggi-tingginya!!! Tapi akhirnya mentok, nggak tahu harus bagaimana cara menyalurkannya, jadi, deh, mereka melakukan masturbasi. Apa ada manusia yang melakukannya dengan alasan yang sama?! Hehehe….

Yang lebih mengherankannya lagi, ternyata hewan juga bisa terangsang, lho, kalau melihat temannya sedang “bermain”. Sama seperti manusia juga, kan?! Bisa terangsang banget bila melihat adegan porno. Hanya bedanya dengan manusia, ini biasa terjadi pada saat-saat tertentu saja. Saat ketika memang sudah waktunya kawin alias musim kawin. Makanya, kalau lihat anjing yang terangsang banget dan mencoba “kawin” dengan kaki kita, jangan heran. Mereka memang sedang masa-masa suburnya!!! Tidak sembarangan waktu dan tidak setiap waktu!!! Kalau manusia, sih, bisa kapan saja!!! Hehehe….

Perilaku heteroseksual dan homoseksual juga banyak dilakukan oleh hewan. Saya pernah, tuh, melihat singa yang bersurai panjang dan gagah berani itu sedang bersenang-senang ria dengan singa bersurai lainnya di Taman Safari. Kaget juga saya melihatnya!!! Soalnya, singa itu, kan, hewan yang kelihatannya jantan banget, tapi kok, bisa begitu, ya? Menurut penelitian, sih, perilaku ini sering terjadi pada makhluk yang bergerombol alias mahkluk yang suka bersosialisasi. Telah ditemukan ada sekitar 1.500 spesies hewan yang sering melakukannya. Kenapa? Ada salah satu argumen peneliti yang mengatakan kalau hewan melakukan ini karena ingin bisa “lebih” diterima dalam lingkungan sosialnya. Gimana, nih?!

Tulisan ini sengaja saya buat karena biarpun manusia dan hewan sama-sama suka seks, tetapi saya tidak mau disamakan dengan hewan. Enak aja!!! Manusia, kan, makhluk paling sempurna yang diciptakan oleh Tuhan. Ogah banget, deh, kalau harus menjadi sama dengan hewan. Jelas-jelas manusia punya otak yang cerdas, punya hati nurani pula. Masa, sih, mau dikatakan sama dengan hewan?!

Salam,

Mariska Lubis

14 November 2009

About bilikml

I am just who I am who like to see the world fulfilled with love. The love that I have is the love that you all really have. The love is all indeed. Email: 4Lmariska@gmail.com Twitter: mariskaLbs Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Sex Education and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s