Seorang pria yang lusuh, kumal, dan capek. Sering lupa mencukur rambut dan rambut-rambut di seputar wajahnya. Terkesan kaku dan tak peduli. Sangat biasa.
Bisa jadi memang demikian. Tidak hanya di mata orang lain. Di mata pria itu pun demikian juga. Pria itu memang merasa sangat biasa. Biasa sekali.
Seorang perempuan bercerita betapa dia merasa sangat kecewa akan keraguan hati si pujaan hati yang selalu merasa bahwa dia terlalu biasa untuk dianggap sebagai pria yang luar biasa. Perempuan yang bercerita itu merasa bahwa cinta dan kasih sayangnya ternyata tidak berarti apa-apa hanya karena pria yang merasa biasa itu meragukan apa yang keluar dari dalam hatinya. Sedih sekali rasanya. Hiks!!
Di mata perempuan, pria biasa itu bisa menjadi luar biasa. Lusuh, kumal, dan capek menjadi sesuatu yang menarik. Rambut yang berantakan dan tumbuh berkeliaran menjadi sesuatu yang menggoda. Kaku dan tak peduli menjadi sesuatu yang menantang. Sungguh luar biasa.
Beda sekali dengan pria yang sudah merasa terlalu luar biasa duluan!!! Biarpun harum dan wangi serta bersih dan banyak senyum serta memakai sederetan barang mewah dan bermerek terkenal!!! Ke laut sajalah!!! Malas!!! Tinggi hati dan sombong bisa menjerumuskan diri. Mungkin bukan perempuan seperti saya yang bisa bercerita tentang keindahan pria-pria seperti ini. Mungkin saja ada yang lainnya.
Pria sering bertanya, “Apa karena cinta?”
Perempuan bisa bercerita, “Bisa, ya, dan bisa juga tidak.”
Perempuan bila boleh bercerita banyak tentang apa yang ada di dalam benak dan juga hatinya pasti akan membuat banyak pria terkejut dan seringkali tidak percaya. Perempuan memang sudah ditakdirkan dari sananya untuk mencari pasangan yang dari penampilannya, biarpun terkesan biasa, tetapi terlihat jelas mampu menjadi seorang pejantan sejati. Pejantan bukan hanya yang mampu membuahi secara fisik tetapi juga mampu memberikan pelukan di dalam hati.
Menjadi lebih luar biasa lagi, bila perempuan itu melihatnya dengan kacamata yang penuh dengan cinta. Pria biasa menjadi benar-benar luar biasa. Selalu menjadi “siapa-siapa”, siapapun pria itu dan biar bagaimanapun pria itu. Bukan karena tidak peduli tetapi karena sangat peduli.
Tidak akan ada yang mampu menutup mata hati perempuan yang sedang bercerita tentang pria biasa yang sungguh luar biasa saat cinta itu sudah merupakan demikian adanya. Jangan pernah diragukan lagi.
Wahai para pria di luar sana, dengarkanlah perempuan yang sedang bercerita ini, ya! Jangan pernah merasa menjadi biasa hanya karena merasa sangat biasa. Semua bisa menjadi luar biasa bila naluri dan hati sudah bicara. Biarkan diri kalian menjadi pria luar biasa di hatinya. Bukankah sudah sangat luar biasa bisa menjadi pria yang sangat dicintai seorang perempuan dengan sepenuh hati?! Yakin, ya!!!
Semoga bermanfaat!!!
Salam hangat penuh cinta selalu,
Mariska Lubis
23 Januari 2010





Luar biasa!
terima kasih. semoga bermanfaat ya.
“Bukankah sudah sangat luar biasa bisa menjadi pria yang sangat dicintai seorang perempuan dengan sepenuh hati?!”
– kalimat yang benar-benar menggugah. thanks for the touching article
terima kasih… semoga semua pria bisa mengerti betapa bahagianya seorang perempuan bila mencintai pria yang sangat dicintainya…