Diam yang Penuh Desah dan Gairah

Terkadang tidak perlu harus banyak bergerak dan bicara untuk bisa merasakan semua yang ada di dalam. Cukup dengan merasakannya sepenuh hati, semua sensasi getaran dan rasa itu akan sangat terasa sekali. Membuat apa yang sebenarnya ada itu benar-benar bisa dirasakanan bisa sangat mengguncang. Toh, bergoyang hingga heboh sedemikian rupa pun belum tentu bisa merasakan apa yang sebenarnya. Ya, kan?!

Saya hanya sedang bermimpi dan berkhayal apa yang bisa dilakukan agar setiap pasangan selalu memiliki variasi baru dalam bercinta. Ini sangat dibutuhkan untuk menjaga agar tidak terjebak rutinitas yang membosankan, yang pada akhirnya berujung pada kebosanan dan kejenuhan. Melakukan hubungan seks pun menjadi sebuah kebutuhan yang dilakukan sekedarnya tanpa memberikan sebuah gairah dan ingatan yang bisa bertahan untuk terus ada dan ada selalu.

Lagipula, memangnya tidak bosan bila hanya melakukan hubungan seks yang itu-itu saja terus dan di tempat yang sama?! Sesekali melakukan sesuatu yang berbeda tidak masalah. Tidak perlu juga harus selalu direncanakan karena seringkali rencana itu yang membuat menjadi kecewa. Rencana membuat berkhayal dan berharap sehingga bila tidak sesuai semuanya menjadi semakin berantakan. Spontanitas terkadang diperlukan untuk memicu libido agar bisa terus bergairah.

Memang banyak sekali faktor yang menentukan kebosanan dan kejenuhan ini, dan terutama adalah karena sudah kehilangan “rasa” yang pernah ada. Apalagi kalau ada yang lain dan baru, ya?! Cinta, sih, belum tentu!!! Biasanya cinta hanya jadi alasan karena nafsu sering menggunakan cinta sebagai alasannya. Cinta lama bersemi kembalilah, lebih pengertianlah, lebih ini, lebih itu. Waduh!!! Ngaku sajalah!!! Siapa sebenarnya yang bermasalah?! Hehehe….

Paling utama adalah karena kehilangan romantisme di dalam bercinta itu sendiri, yang sering kali diabaikan karena dianggap sudah tidak penting atau perlu lagi. Yah, biasanya kalau sudah kelamaan, tidak ada lagi yang namanya kejutan-kejutan ungkapan cinta yang dulu pernah ada. Malah tak sedikit yang menganggap “basi” semua itu. Apalagi jika memang hubungan yang ada itu terjalin dengan diawali dan terus dilanjutkan dengan segala dusta dan pembenaran yang tiada henti. Semakin menjadi-jadilah!!!

Makanya, saya tidak bisa bilang kalau anak muda sekarang sangat keterlaluan karena menurut saya, justru yang sudah berumur ini yang gila-gilaan. Di dalam situasi di mana sudah ada pengalaman serta dipenuhi dengan segala macam keinginan serta ketidakpuasan dan segala dusta yang telah mengikat selama sekian lama, bukan hal yang aneh bila kemudian “meletus” tanpa terkendali. Parahnya, hanya sedikit yang mau mengakuinya baik perempuan maupun pria. Asyik saja membenarkan diri dan merasa benar tanpa juga mau merendahkan hati untuk mengakui kesalahan.  Kalau diberitahu pun lebih keras kepala karena merasa sudah tahu dan paling tahu. Iya, kan?!

Kalau sudah begini, jangan salahkan generasi muda bila berperilaku yang kita anggap tidak baik. Bercermin dan berkaca diri dululah terlebih dahulu. Apakah diri sudah benar dan memang tidak dipenuhi dengan dusta, kemunafikan, serta segala nafsu?! Apakah memang sudah benar-benar tahu dan lebih tahu?! Mana mungkin seseorang bisa memiliki pengetahuan yang luas dan pikiran yang terbuka bila masih penuh dengan dusta, kemunafikan, dan nafsu?! Hanya dengan merendahkan hati semua baru bisa belajar.

Untuk menyelesaikan dan mencegah masalah ini, selain lewat pendekatan secara psikologis, sebenarnya hal ini juga bisa dilakukan saat melakukan hubungan seks. Saya menyebutnya sebagai posisi “diam” alias tidak menggerakan tubuh sama sekali kecuali tangan untuk memeluk dan membelai, dan bibir untuk mencium. Penetrasi tetap dilakukan tetapi yang dirasakan hanyalah gerakan otot dari vagina dan penis saja, dan yang lebih utama adalah rasa yang ada di dalam hati saat saling menatap, berpelukan dan berciuman mesra. Mendengarkan dan merasakan desah serta getaran yang ada di dalam sana sepenuh hati.

Di sini memang sangat diperlukan otot-otot selangkangan alias Kegel yang rajin dilatih dan kuat oleh keduanya. Penis dan vagina hanya digerakkan oleh otot-otot tersebut untuk bisa memberikan sensasi yang luar biasa. Penis menjadi “terjepit” dan bisa merasakan kenikmatan yang luar biasa, sementara vagina bisa menyentuh dan merasakan penis secara utuh sehingga memberikan gairah tersendiri. Apalagi jika dilakukan dengan posisi perempuan di atas dan tubuh saling mendekap erat.

Jangan bicara karena mata bisa bicara lebih banyak dan tidak pernah berdusta. Tataplah mata pasangan dalam-dalam dan bacalah apa yang ada di dalam sana. Dengarkan dan rasakan degup jantungnya dengan saling merekatkan tubuh. Dengarkan juga desah nafasnya dan sesekali berikan usapan lembut serta ciuman mesra. Duh! Sudah terbayang kedahsyatannya.

Ada banyak sekali yang bisa diperoleh dengan melakukan posisi ini. Selain mendapatkan kepuasan tentunya!!! Posisi ini melatih otot-otot Kegel menjadi lebih kuat yang sangat bermanfaat sekali untuk menjaga kesehatan seputar selangkangan. Selain itu, durasinya bisa dipastikan lebih lama, oleh karena itu, posisi ini juga melatih kesabaran, fokus, dan mengendalikan diri. Seberapa lama bisa bertahan untuk tetap “diam” dan menikmatinya?!

Selain itu, karena tidak terlalu banyak bergerak, posisi ini bisa dilakukan di mana saja bahkan di ruangan yang sempit sekalipun. Untuk bisa mengguncang tak perlu harus banyak “bergoyang”, kan?!

Keuntungan lain yang bisa didapat adalah lebih bisa merekatkan hati yang mungkin telah agak “melenceng” atau bahkan berpaling. Dengan belajar untuk bisa merasakan semua yang ada dengan sepenuh hati, maka “rasa” itu akan selalu ada. Memori dalam ingatan akan merekam semua yang dilakukan dengan sangat baik bila sesuatu dilakukan dengan fokus dan tanpa banyak melakukan hal-hal yang lainnya.

Dengan melakukan posisi ini juga kita bisa lebih tahu dan lebih kenal apa dan siapa diri kita dan bagaimana dengan dirinya. Ada banyak sekali hal-hal yang selalu disembunyikan oleh pasangan yang membuat kita menjadi tidak mengenal dirinya, apalagi bila sudah terbiasa dengan memakai topeng dan berdusta. Pandangan mata dan suara hati tidak akan pernah berdusta. Bila kita mau merasakannya baik-baik, maka kita akan tahu semuanya. Nah, pertanyaannya, sudah siapkah menerima fakta dan kenyataan yang sebenarnya?!

Bagi saya pribadi, untuk urusan cinta, lebih baik semuanya terbuka apa adanya saja. Bila memang sudah tidak bisa untuk apa dipaksakan. Bila memang cinta itu hanyalah sebuah dusta pasti akan menyusahkan diri sendiri dan membuat yang lainnya terluka. Lebih baik jujur saja. Jika memang cinta, ya, perbaiki dan selesaikan semua masalah yang ada. Hadapi bersama dengan lapang dada dan jiwa yang besar. Bila memang tidak ada cinta, lebih baik jangan berdusta. Carilah solusi yang terbaik untuk bisa menyelesaikannya dengan baik-baik juga.

Saya benar-benar sudah jenuh dan bosan dengan perilaku masyarakat sekarang ini  yang penuh dengan dusta, kemufikan, dan kesombongan. Karena itulah saya mengkhayalkan semua ini dan membagikannya kepada semua. Saya ingin semua itu dihentikan dengan mengubah diri menjadi pribadi yang lebih baik. Pasangan tentunya akan sangat membantu dan posisi “diam” ini adalah salah cara yang bisa dilakukan untuk bisa saling mengisi, mendorong, dan membantu. Jika seseorang dipenuhi dengan rasa cinta, maka orang tersebut akan lebih percaya diri sehingga bisa memberikan lebih banyak cinta untuk dirinya sendiri dan juga yang lainnya. Cinta merupakan aspirasi yang menjadikan semuanya menjadi indah karena cinta itu sendiri adalah keindahan.

Dengan berdiam kita bisa lebih merasakan cinta dan keindahan itu sendiri. Bukan hanya dilakukan sendiri saja, tetapi bersama pasangan saat bercinta pun bisa dilakukan. Selamat mencoba!!!

Salam hangat selalu,

 

Mariska Lubis

About bilikml

I am just who I am who like to see the world fulfilled with love. The love that I have is the love that you all really have. The love is all indeed. Email: 4Lmariska@gmail.com Twitter: mariskaLbs Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Love, Lust, Sex Education and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Diam yang Penuh Desah dan Gairah

  1. cinta itu aalah keindahan, good artikel

    salam
    omjay

  2. kiriaceh says:

    mantap nian ulasannya

  3. samanihudson says:

    mantap!
    segera dicoba

  4. denirosdiana says:

    Maknyoooossssss…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s