Perhatian Untuk Orang Tua: Masturbasi Anak

Saya yakin pasti banyak yang tidak mempercayainya ataupun menyanggah dan menyangkalnya. Wajar karena setiap orang tua selalu ingin anaknya adalah yang terbaik dan selalu baik di matanya. Namun bila memang benar-benar ingin memberikan yang terbaik, cobalah untuk memperhatikan hal yang satu ini. Sangat penting bagi masa depan anak itu sendiri. Anak yang sangat kita cintai.

Seorang ibu merasa sangat khawatir mendapati anaknya yang masih berusia tujuh tahun sedang melakukan masturbasi. Scrotum atau buah zakarnya digaruk menggunakan sendok untuk mendapatkan sensasi kenikmatan seksual. Sampai lecet dan luka-luka pula.

Lain lagi cerita tentang seorang ibu lainnya. Ia merasa khawatir setelah mengetahui anak perempuannya yang masih berumur lima tahun kesakitan setiap kali buang air kecil. Apalagi kemudian anak itu mengaku suka mempermainkan kemaluannya. Ini dilakukannya setiap kali menonton film kartun sejenis “Sailor Moon“.Harap diperhatikan, tidak semua film kartun layak untuk ditonton oleh anak-anak sendirian tanpa bimbingan orang tua.

Mungkin bagi sebagian besar pembaca tulisan ini kaget juga, bagi saya ini adalah kejadian yang sering kali saya dapati. Sudah bukan dua ibu ini saja yang menceritakan dan berkonsultasi dengan saya mengenai hal ini. Sudah cukup bila saya katakan banyak.

Penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti di dunia memang menemukan bahwa usia masturbasi pada anak semakin lama semakin muda. Sayangnya, hasil penelitian ini sulit sekali untuk dipublikasikan karena berbagai macam alasan politis. Saya juga tidak bisa memberikan perinciannya karena memiliki keterbatasan dan juga ada etika yang harus saya pegang dan jalani.

Memang masturbasi juga adalah salah satu sarana untuk mengenal tubuh diri sendiri dan ini terjadi secara alamiah. Namun bila sudah melampaui batas kewajaran, ini harus segera diatasi. Ini bukan masalah main-main ataupun lucu. Apakah kita mau masa depan mereka menjadi semakin tidak karuan?!

Salah satu faktor utama yang menyebabkannya adalah karena perubahan hormon seksual yang terjadi pada tubuh manusia. Semakin ke sini, manusia semakin cepat dewasa, kan?! Tubuh semakin besar, pubernya semakin cepat, dan menstruasinya semakin cepat juga jadinya.

Nutrisi adalah yang paling berperan dalam perkembangan hormon seksual pada anak. Kelebihan kalori yang menyebabkan tubuh anak gemuk bisa mempercepat masa puber dan juga kesuburan. Sebaliknya, kekurang an kalsium dapat memperlambat masa puber dan juga mempengaruhi kesuburan. Oleh karena itu disarankan untuk tidak memberikan asupan nutrisi berlebihan ataupun juga kekurangan nutrisi. Yang biasa-biasa sajalah, ya!!! Empat sehat lima sempurna itu sudah cukup!!! Vitamin yang berlebihan bukannya sehat malah berbahaya!!!

Faktor psikologis juga sangat berperan di mana anak-anak yang merasa kesepian cenderung mengatasinya dengan melakukan masturbasi. Apalagi bila kedua orang tuanya tidak paham dan mengerti tentang hal ini semua. Ada yang tutup mata, pura-pura tidak tahu, ada juga yang reaksinya berlebihan. Bila memang peduli, cobalah untuk memberikan mereka kegiatan yang positif dan selalu berusaha untuk membuat mereka tidak pernah merasa kesepian.

Perhatikan juga kondisi mental mereka. Anak-anak yang tertekan juga seringkali melampiaskannya dengan melakukan masturbasi. Perlakuan kasar yang diterimanya leh orang tua, teman, guru, dan lingkungan sekitarnya bisa sangat berpengaruh terhadap perkembangan seksual anak. Begitu juga anak-anak yang mengalami stres berat akibat beban tugas sekolah yang berlebihan atau terlalu dipaksa melakukan kegiatan yang tidak disukainya. Anak-anak korban bencana seharusnya juga diperhatikan masalah gangguan seksualnya. Selain seringkali menjadi korban, di masa mendatangnya, secara tidak disadari, bisa berpengaruh terhadap kesuburan dan juga perilaku seksualnya. Saya memohon dengan amat sangat daerah yang baru mengalami bencana, yang cukup besar seperti Aceh, Padang, Bengkulu, Tasikmalaya, dan Yogyakarta untuk memperhatikan hal ini.

Saya sangat menyarankan agar orang tua untuk mengerti dan paham terlebih dahulu organ seksual masing-masing agar dapat menjelaskannya dengan baik kepada anak-anaknya. Sekarang saya ingin tanya, berapa banyak di antara para pria di sini yang tahu apa isi sperma yang sebenarnya?! Juga kepada para ibu, kenapa setiap kali menstruasi ada rasa sakit itu?! Bagaimana bila seorang anak bertanya apa perbedaan penis dan vagina?! Kalau disunat, apanya yang dipotong?! Apakah sudah bisa menjawabnya dengan benar?!

Janganlah kita menutup mata tentang semua ini. Kita harus selalu belajar untuk mau menerima fakta dan kenyataan yang ada. Menutupinya bukan berarti menyelesaikan masalah namun justru memperburuk keadaan. Berpikirlah dengan benar agar kita juga benar dalam setiap kali melakukan tindakan dan perbuatan.

Bagi orang tua yang memang menemukan masalah seperti ini, segeralah bawa ke dokter kulit dan kelamin terlebih dahulu untuk diperiksa apakah organ kelamin anaknya mengalami kerusakan, terkena penyakit, atau gangguan kesehatan serta ganguan fungsi organ lainnya. Jangan takut ataupun malu. Lebih cepat diatasi lebih baik. Jangan menunggu sampai berlarut bila tidak ingin menyesal di kemudian hari.

Untuk mengetahui penyebab dan juga cara mengatasinya dengan cara yang lebih baik, konsultasilah dengan psikolog dan terapis yang professional dan berpengalaman dalam hal ini. Tidak semua psikolog berpengalaman mengatasi masalah seksual dan juga anak. Jangan malu untuk bertanya apa spesialisasinya. Mereka juga mengerti, kok!!!

Ini adalah tugas kita semua. Demi kehidupan di masa depan.

Salam hangat selalu,

Mariska Lubis

12 Mei 2010

About bilikml

I am just who I am who like to see the world fulfilled with love. The love that I have is the love that you all really have. The love is all indeed. Email: 4Lmariska@gmail.com Twitter: mariskaLbs Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Sex Education and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Perhatian Untuk Orang Tua: Masturbasi Anak

  1. Nurul Amin says:

    sepakatttttttttt…..
    Pemahaman tentang sex sejak dini bukan berarti kita melegalkan sex atau memberi pelajaran agar orang bisa melakukan sex bebas dengan aman. Tapi hal ini lebih kepada menciptakan dunia yang sehat, entah itu baik atau tidak dari sudut pandang moral atau agamis. Sy kira dengan porsi dan cara yang tepat, pendidikan sex sejak dini diperlukan.

    • bilikml says:

      Kita semua harus sepakat dahulu bahwa seks itu adalah subjek ilmu pengetahuan dan bukan objek seputar seonggok daging di belahan paha dulu baru masalah tentang pengertian dan pemahaman lewat pendidikan seks bisa dijalankan…

      terima kasih untuk kehadirannya…

  2. sandrapras says:

    struck but it’s reality to be faced. Thanks for sharing.

  3. desty says:

    aku berumur 17thn ttapi aku belum menstruasi bgmna cranya ?
    Aku malu kalau harus ke dokter .
    Dan aku tidak pnya uang ,krna aku yatimpiatu

    • bilikml says:

      Satu-satunya cara adalah ke dokter. Pergilah ke puskesmas terdekat dan konsultasi dgn dokter di sana. Tak perlu malu atau takut, lebih baik segera diobati daripada terlambat. Puskesmas juga murah kok, biasanya hanya 3000 rupiah utk konsultasi plus obat.

  4. nabila says:

    saya mau nanya saya harus bersikap seperi apa,, saya mempunyai anak laki- laki berumur 3 tahun dan anak tetangga saya perempuan 8 tahun,,saya juga tidak sengaja melihat anak tetangga saya itu mengajak anak saya seperti ingin berhubungan seks,,otomatis saya marah donk,,,saya juga masih bingung harus bagaimana cara memberitahukan ibunya,,,???
    saya bingung sekali,,sekarang anak saya, saya jaga dengan ketat….saya takut kejadian itu terulang lagi,,karena sepertinya anak tetangga saya itu kurang kasih sayang…..saya mencoba beberapa macam metode untuk anak saya seperti mengajak dia bercererita, menyanyi, memberi perhatian yang lebih dan mengajak dia untuk bersekolah,,,saya takut anak tetangga saya itu mengajak anak saya yang macam2………..tolong pencerahannya………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s