Mimpi Tentang Cinta

Seperti film-film dan buku-buku romantis yang berkisah tentang bagaimana sepasang kekasih saling jatuh cinta, menghabiskan waktu berdua bersama dan menjalani kehidupan dengan segala keindahannya. Tidak ada jarak dan batas yang memberikan peluang untuk berpisah, keyakinan dan kenyamanan membuat kebersamaan itu ada. Tidak ada juga yang lain selain cinta yang hanya dari dan oleh serta untuk berdua dan bersama. Setiap usaha dan perjuangan menjadi berharga untuk dilakukan, karena cinta yang ada akan selalu semakin menguatkan dan tak terpisahkan. Mungkinkah semua itu dimiliki?!

Seorang perempuan mendesah dalam dan panjang, berpikir tentang hubungannya dengan seorang pria yang dicintainya. Sadar penuh bahagia merasuki dan meresapi seluruh hati, jiwa, dan tubuhnya. Namun, sadar penuh juga bahwa ada banyak hal yang membuatnya kehilangan mimpi untuk mau menjalani masa yang akan datang bersamanya. Terlalu banyak celah dan kemungkinan yang membatasi dan memberi jarak di antara mereka. Keyakinan pun menjadi tidak ada, berdua pun tetap sendiri dan sepi.

“Kita terlalu mencintai diri kita masing-masing.”
“Cinta yang kita berikan kepada kekasih merupakan cermin dari cinta yang kita miliki pada diri kita sendiri.”
“Lantas, apa yang bisa membuat kita berpisah?”
“Diri kita sendiri dan kita berdua.”
“Yang paling penting adalah kemauan. Maukah kamu untuk selalu bersama?”
“Tentunya saya mau, itu adalah keinginan. Namun, tidak semua keinginan dapat tercapai. Tidak semua mimpi dapat terwujud. Usaha bisa dilakukan, tergantung seberapa berani dan seberapa besar usaha mau dimiliki, dilakukan, dan ditempuh untuk mengapainya. Tentunya tidak bisa hanya salah satu yang melakukannya, harus berdua. Saya percaya bahwa cinta bisa mengalahkan segalanya, dan pengorbanan untuk cinta sangatlah berarti dan berharga. Tidak akan pernah sia-sia.”
“Saya mungkin berbeda. Saya bersyukur atas apa yang sudah saya terima dan miliki.”
“Saya pun demikian. Saya senang sudah bisa merasakan bagaimana mencintai.”
“Jika pun kita berpisah, pasti ada pelajaran yang bisa kita ambil.”
“Semua selalu ada hikmah dan manfaatnya. Apapun yang akan terjadi, terjadilah. Paling tidak, saya sudah berusaha semampu saya. Saya merasa bahagia saat ini, tetapi saya juga harus siap menghadapi yang terburuk di depan. Saya tidak mau sedih ataupun menyesali kemudian.”
“Apa yang sebenarnya dirimu inginkan?!”
“Saya ingin mencintai seseorang dan dicintai dengan sepenuh hati segenap jiwa dan raga. Tidak ada batas dan jarak, tidak perlu juga ada rasa bersalah, takut, atau disembunyikan dan menyembunyikan. Kebersamaan dijalani dengan penuh ketulusan dan keberanian tanpa ada yang harus disembunyikan ataupun menjadi dusta. Kejujuran itu sangatlah penting karena menjadi dasar atas sebuah kemuliaan dan kehormatan cinta itu sendiri. Saya tidak ingin sendiri dan kesepian, saya ingin memiliki kesepasangan yang mau dan bernyali untuk bersama-sama terbang tinggi ke langit ke tujuh. Saya ingin cinta yang utuh dan senantiasa abadi. Saya tidak ingin ada saya dan dirimu, tidak ada duniamu atau dunia saya sendiri, saya ingin hanya ada “kita berdua”. “

Romantisme sebuah mimpi dan keinginan seringkali bertentangan dengan rasionalisasi dan segala alasan serta pembenarannya. Padahal, tidaklah selalu demikian, tergantung dari keberanian dan usaha untuk mewujudkannya. Melepaskan diri dari segala jarak dan batas untuk bisa bersatu dan bersama memerlukan keberanian dan pengorbanan. Yang tentunya tidak akan pernah bisa terjadi bila hanya salah satu yang melakukannya.

Tidak ada yang tidak mungkin bila cinta itu benar ada. Situasi, kondisi, dan prioritas sesungguhnya hanyalah alasan yang membuat diri menjadi tidak bahagia. Alasan-alasan yang dibuat hanyalah bentuk dari ego dan pembelaan terhadap diri dengan segala kesalahan dan keterbatasan serta kekurangan, yang sebenarnya wujud dari tidak adanya keberanian ataupun kesungguhan di dalam berusaha. Pengorbanan itu tidak ada selain merupakan bentuk perjuangan yang hanya untuk memenuhi dan memuaskan diri sendiri. Tidak ada yang diberikan selain untuk diri sendiri semata.

Keengganan memutuskan ataupun memilih untuk “hanya berdua dan bersama”, meskipun nampaknya demikian, namun menjadi bukti sebuah keangkuhan dan tidak adanya ketulusan. Ketidakjujuran, menyembunyikan, dan disembunyikan meski dianggap baik tetapi tetap saja akan menimbulkan kecemasan, kekhawatiran, dan hilangnya keyakinan. Bagaimana mungkin sebuah hubungan dapat dijaga, walau diyakini telah berupaya dan berusaha, bila keyakinan itu tidak ada?! Bukankah mimpi dan keinginanlah yang membuat seseorang mau berusaha?! Bukankah keyakinan itulah yang membuat seseorang mau lebih keras berusaha, berjuang, dan berani mewujudkannya?!

Mimpi tentang cinta sangatlah indah dan bukanlah sesuatu yang tidak mungkin untuk diwujudkan dan dimiliki. Mimpi tentang cinta bukanlah sebuah hiperbola romantisme picisan yang patut untuk diremehkan atau diabaikan. Mimpi tentang cinta adalah sebuah kekuatan atas keyakinan di dalam kehidupan. Kebahagiaan yang senantiasa abadi selalu menjadi tujuan akhir, kan?! Oleh karena itu, tidak perlu ada pertanyaan, alasan, ataupun mencari-cari rasionalisasi dan pembenarannya. Jika pun mau berusaha, keberanian, ketulusan, kejujuran, dan keyakinan harus menjadi landasan dasar yang utama. Bila memang cinta itu ada dari, oleh, dan untuk berdua, maka persetubuhan itu menjadi peleburan yang membentuk sesuatu yang baru, yang disebut dengan “bersama”.

Tidak ada yang menakutkan di dalam menerima dan memberikan cinta. Yang paling menakutkan adalah tidak adanya keyakinan dan hilangnya mimpi tentang cinta itu sendiri. Bila memang cinta itu ada, maka bukanlah sesuatu yang mustahil mimpi tentang cinta itu menjadi nyata dan terwujud. Perjuangan untuk mewujudkan mimpi tentang cinta berdua dengan keyakinan yang ada, membuat cinta itu menghasilkan dan memberikan keindahan. Keindahan dan kebahagiaan cinta yang sejatinya akan senantiasa abadi tanpa ada batas, jarak, dan waktu.

Salam hangat penuh cinta selalu,

Mariska Lubis
14 April 2015

About bilikml

I am just who I am who like to see the world fulfilled with love. The love that I have is the love that you all really have. The love is all indeed. Email: 4Lmariska@gmail.com Twitter: mariskaLbs Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Love, Mariska Lubis. Bookmark the permalink.

4 Responses to Mimpi Tentang Cinta

  1. niiiiiicee to read ;-)

  2. Reblogged this on wellaswelt and commented:
    from mariska lubis: when love reaches out to you, just embrace it deeply openly, never be afraid of it :-)

  3. milla tahiyyah says:

    ijin share ya teh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s