Only If

Only If

If the crowd could see “heaven and hell”,
They could see what they never expected nor want to see…
Innumerable evils and angels gathered having dinner together…
Laughing and singing about the same foolishness…
Human being with their sentimental way of thinking…
Suspicious but oblige to have a believe in “after life”…
As the prelude and as the ending of every single cell they have…

“Finding and searching”
No ascertain…

Only if the crowd could see…

26 Mei 2005

—————————————————————

Seandainya…

Seandainya kerumunan dapat melihat “surga dan neraka”,

Mereka semua dapat melihat apa yang tak terduga ataupun yang tak ingin dilihat

Tak terhitung jumlah setan dan malaikatduduk dan makan malam bersama

Tertawa dan menyanyikan kebodohan yang sama

Manusia dan alur pemikirannya yang sentimental

Penuh keingintahuan tetapi terikat dengan keharusan meyakini “setelah kehidupan”

Sebagai sebuah sajak pembuka dan akhir dari setiap sel yang mereka miliki

“Menemukan dan Mencari”

Tanpa Mengetahui

Seandainya kerumunan dapat melihat…

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Dari Hati, Jiwa Merdeka and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Only If

  1. Meddy Danial says:

    wow, puisi yang keren Mariska
    bikin lagi yang terbaru, ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s