Cinta Untuk Pangeran dan Bidadari

Tiga bidadari sedang bermain bersama. Bersenda gurau dalam canda dan tawa. Tak mengerti apa yang sebenarnya sedang dilakukan. Tak tahu juga apa yang sebenarnya sedang dibicarakan. Entah apa pula yang membuat mereka tergelak. Namun pastinya, pemandangan itu sangat indah sekali.

Bidadari tertua mengenakan gaun terusan berwarna merah jambu. Penuh dengan bunga-bunga putih yang cantik. Rambutnya yang ikal dan cokelat membuatnya tampak menggemaskan. Apalagi gerak-geriknya selalu tak terduga. Sangat spontan dan sangat sensual. Penuh daya pikat dan daya tarik.

Bidadari yang berikutnya mengenakan gaun berwarna merah. Kulitnya yang cokelat keemasan membuatnya sangat eksotik. Senyum dan tangisnya selalu bergantian. Selalu ekspresif dalam mengutarakan isi hatinya. Membuatnya tampak manja dan penuh dengan rayuan menggoda.

Bidadari terkecil selalu menatap dalam. Matanya yang cokelat bulat dan berbinar seakan mengatakan, ”Inilah saya!!!”. Tidak pernah ada takut ataupun kekhawatiran yang nampak. Seolah menunjukkan diri bahwa dia memiliki segalanya. Bibirnya yang merah merekah dan mungil pun selalu ada senyum. Membuat hati tak kuasa untuk tak memeluk dan menciumnya.

Bidadari tertua sedang belajar untuk menjadi yang paling besar. Semua ingin dibantu dan ingin dikerjakan untuk adik-adiknya. Meskipun seringkali berantakan dan membuat yang lain kesal, namun dia terus saja berusaha. Tangan dan kakinya tidak pernah berhenti bergerak. Selalu mondar mandir dan hilir mudik melakukan sesuatu. Mulutnya pun tak berhenti bicara. Selalu ada saja yang diucapkannya. Semua orang pasti disapanya.

Bidadari yang tengah agak sedikit pemalu namun sangat rajin. Dia selalu berusaha untuk melakukan segala sesuatunya sendiri. Kalau dibantu sering marah-marah. Jelek atau buruk dan bahkan hancur sekalipun, baginya, yang penting adalah dikerjakan sendiri. Tidak pernah takut untuk sendirian. Selama ada yang dikerjakan, yang lain tidak terlalu dipikirkannya. Paling-paling hanya tersenyum saja.

Bidadari yang terkecil yang paling heboh. Kalau sedang marah bisa berteriak-teriak dengan sangat lantang dan keras. Kalau sedang tertawa selalu tergelak tak bisa berhenti. Kalau sedang diam, benar-benar tak ada suara. Asyik dan sibuk dengan jempol dan tangannya sendiri. Kiri kanan bergantian. Kaki-kaki mungilnya pun sibuk menendang-nendang kiri kanan.

Yang paling pusing melihat ketiga bidadari ini adalah pangeran tertua. Pangeran satu-satunya yang menjadi penjaga ketiganya. Kepalanya sering digaruk-garuk karena kebingungan harus berbuat apa. Dirayu salah, dimarahi pun salah. Buntutnya, kabur, deh!!! Melarutkan diri dalam kesibukannya sendiri. Membaca buku, menyusun koleksi mobil-mobilannya, atau berkutat dengan gambar di Lap Top.

Seringkali pangeran mengajukan pertanyaan tak terduga seputar bidadari-bidadarinya itu. “Seperti apa mereka nanti, ya?! Apa kalau saya sudah besar bisa menjaga mereka?! Bagaimana kalau mereka sulit diatur?! Mereka terlalu manja!!! Apa saya harus selalu memanjakan mereka?!” Hmmm….

Adalah kebahagiaan bagi setiap orang tua bila melihat tumbuh kembang buah hati mereka. Selalu ada perasaan bangga sekaligus terharu. Selalu juga ada doa dan harapan, mimpi, juga cita-cita. Mereka adalah masa depan. Saya ingin mereka bisa memberikan arti dan manfaat bagi kehidupan di masa depan. Doa, harapan dan mimpi serta cita-cita saya terhadap mereka semua adalah agar mereka bisa selalu jujur dalam melangkah. Itu saja.

Saya jarang sekali berada di rumah dan sering meninggalkan mereka berhari-hari lamanya. Ini semua tidaklah mudah bagi saya ataupun bagi para orang tua lainnya yang harus menjalani hal yang sama. Namun ada satu yang selalu saya jaga, yaitu, saya ingin mereka tetap tahu dan merasakan bahwa saya cinta kepada mereka semua sehingga tidak perlu susah atau sedih, begitu juga khawatir bila saya tidak ada. Mereka adalah mereka, dan saya cinta mereka. Biarlah mereka menjadi diri mereka sendiri.

Menyentuh dan meraba tubuh mereka dengan sentuhan lembut membuat mereka tahu bahwa mereka disayang dan dicintai. Alirkan perasaan cinta itu kepada mereka dengan tulus dan ikhlas. Biarkan semua itu mereka resapi. Jadikan ini sebagai sebuah memori dalam benak dan juga hati mereka yang tidak pernah akan hilang sampai kapanpun juga. Hanya itu yang menjadi bekal bagi mereka dalam menjalani kehidupan kini dan selanjutnya.

Semoga bisa menjawab, ya!!! Semoga juga bisa bermanfaat!!!

Salam,

Mariska Lubis

Repost Kompasiana. com 06 Juni 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Mariska Lubis and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s