Terima Kasih untuk Semua Cinta

Foto: properti Dian Kelana

Perjuangan tidak pernah ada yang bisa dilakukan sendiri. Semua dilakukan bersama. Tanpa ada cinta dari semua apalah arti semua perjuangan. Apalah artinya sebuah pencapaian bila tidak juga untuk semua. Cinta adalah memberi dan menerima. Tanpa cinta semua ini tidaklah mungkin.

Seribu aral dan rintangan harus dilalui dalam mencapai mimpi dan cita-cita namun semua itu bukanlah sesuatu yang harus ditakuti ataupun dicemaskan. Selama ada keyakinan dan juga keteguhan hati, tidak ada yang tidak mungkin. Kerja keras akan selalu membuahkan hasil. ”No pain no gain”, dan kenikmatan serta keindahan pencapaian itu justru akan lebih terasa bila harus melewati semuanya. Lagi pula, ini baru awal, ke depannya nanti angin pasti akan lebih kencang bertiup. Harus lebih kuat dan semangat lagi!!!

Bersama Para Pembicara dan Moderator Foto: Properti: Dian Kelana

Seperti yang saya ungkapkan dalam peluncuran buku saya yang berjudul ”Wahai Pemimpin Bangsa!!! Belajar Dari Seks, Dong!!!” pada hari Kamis tanggal 17 Juni 2010 yang lalu di FX Lifestyle Center, Senayan, bahwa semua yang saya lakukan ini adalah hasil dari apa yang telah saya lakukan sejak bertahun-tahun lamanya. Saya sekolah, saya belajar, saya melakukan penelitian, dan juga terjun langsung untuk mendapatkan data yang akurat. Saya bahkan pernah bekerja di toko baju ”gay and lesbian”, berkelana di daerah pelacuran, bekerja di penerbit majalah dewasa, keluar masuk desa dan daerah terpencil, juga duduk berhari-hari di jalan-jalan utama di beberapa tempat untuk memastikan data juga untuk menganalisanya serta melakukan uji coba serta penelitian. Semua ini tidak mudah karena saya harus melakukannya sendiri, dari dana pribadi, dan juga harus diam-diam karena siapa yang mau mendanai penelitian seperti ini dan siapa yang mau percaya dengan apa yang saya lakukan?! Siapa juga yang bisa menerima perempuan yang mau melakukan penelitian seperti ini?!

Bersama Tiga Purnawirawan Jenderal yang gagah perkasa

Saya jadi bercerita sedikit tentang saya, nih. Nggak apa-apa, ya?! Saya sangat berharap perjalanan saya ini bisa memberikan semangat kepada yang lain untuk bisa kuat dalam berjuang menggapai mimpi dan cita-cita.

Dasar dari penetapan hati saya memilih seks sebagai fokus utama justru saya dapatkan saat saya belajar filsafat science dan juga politik baik yang dilakukan secara formal maupun non formal. Di mana saya diharuskan mempelajari berbagai macam disiplin ilmu untuk bisa berpidato, berdiskusi, dan mempertahankan pendapat dalam berbagai seminar di hadapan mahasiswa lain dari seluruh dunia dan di hadapan para petinggi dan pejabat negara dunia, menyelesaikan berbagai makalah, dan juga thesis yang merupakan kewajiban sebagai mahasiswa untuk bisa lulus. Apalagi memang dari sebelumnya saya sudah tertarik dengan buku-buku filsafat dan science yang ternyata tidak pernah lepas dari seks dan cinta.

Semua ini adalah hasil kesimpulan atas analisa dan penelitian yang telah saya lakukan di mana saya melihat ada sesuatu yang salah dalam mengatasi berbagai problema yang terjadi di dunia ini, baik dari segi ekonomi, politik, hukum, sosial, budaya, agama, pendidikan, kesehatan, dan masih banyak lagi. Di mana kesalahan utamanya terletak pada cara pandang dan cara berpikir yang salah atas pemahaman terhadap sesuatu. Bila tidak juga dilakukan sesuatu maka semua ini akan terus berlanjut. Evolusi pemikiran manusia tidak akan pernah maju, tetapi akan diam di tempat atau malah mundur ke belakang.

Ditambah lagi dengan latar belakang saya yang memang sudah sejak kecil sangat suka membaca dan menulis, saya melihat bahwa kesempatan untuk bisa melakukan semua ini hanya lewat media menulis. Oleh karena itulah, saya pun kemudian nekat dan memberanikan diri melepaskan semua pekerjaan dan juga kegiatan saya di berbagai organisasi untuk konsentrasi belajar menulis dan bekerja dari nol kembali di Femina Group.

Saya sangat berterimakasih kepada Ibu Widarti Gunawan, selaku pimpinan media tersebut yang telah menggembleng saya dengan sangat keras untuk bisa belajar semuanya dan juga belajar menulis berbagai jenis tulisan yang layak untuk dipublikasikan di media umum. Saya juga diberi kesempatan untuk belajar berbagai institusi formal dan non formal untuk beberapa disiplin ilmu lainnya yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya. Saya juga diberi kesempatan untuk menulis tentang seks di beberapa majalah di group tersebut, dan memiliki kolom sendiri di Majalah Men’s Health Indonesia. Kolom yang berisi tentang sex and relationship pula!!! Sehingga kemudian, saya bisa lebih serius lagi berkonsentrasi di bidang ini. Sekarang saya juga mendapat kesempatan untuk menulis tentang seks di Majalah Best Life Indonesia, mendapat Kolom Mariska di Tribun Kaltim dan tribunnews.com, juga di the360love twitter bersama Durex, dan masih aktif menulis di beberapa media serta mengisi seminar dan talkshow di berbagai media dan acara.

Saya memang hanya bekerja tiga tahun di sana dan kemudian melepaskan diri untuk bekerja sebagai konsultan sekaligus melakukan usaha sendiri. Semua itu saya lakukan untuk mendapatkan pelajaran tambahan sekaligus untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar lagi agar saya bisa meneruskan penelitian dan belajar lebih banyak lagi. Saya semakin sering pergi ke pelosok untuk mencari data dan melakukan berbagai penelitian yang berhubungan dengan perubahan pola pikir dan cara pandang karena perubahan bahasa, dalam dimensi sosial dan budaya, yang saya hubungkan dengan perilaku seksual, yang sebetulnya bahan untuk thesis S3 saya.

Ketika kemudian mendapat kesempatan untuk masuk Kompasiana, dibantu oleh Bang Andy Syoekry Amal, saya pun sangat gembira. Oleh karena itulah, saya tidak gentar menghadapi berbagai hinaan, cacian, dan juga hujatan dari berbagai pihak yang tidak menerima saya. Saya memang ingin mendobrak tabu dan melakukan perubahan. Ingin agar para pemimpin bangsa kita tidak lagi mengganggap seks sebagai sesuatu yang remeh dan belajar untuk menghargai hal-hal yang kecil.  Tidak hanya mencari “orgasme politik” semata”.Apalagi Kang Pepih Nugraha sangat berbaik hati dan bisa melihat dengan jelas bagaimana tulisan dan maksud tulisan saya. Bagi saya, semua itu hanyalah tantangan yang biasa terjadi bila ingin mewujudkan mimpi dan cita-cita. Tidak membuat saya gentar ataupun takut. Saya yakin bahwa apa yang saya lakukan ini adalah benar dan memang semua saya lakukan demi semua dan juga demi bangsa dan negara saya tercinta ini. Apapun resiko akan saya jalani, seberapa berat dan kerasnya hantaman itu datang karena perubahan tidak mungkin bisa datang seketika. Sekali lagi, semua ada waktunya dan semua ada prosesnya. Hanya masalahnya, apa kita mau melakukannya atau tidak. Saya bersedia dan saya tidak akan berhenti untuk melakukannya.

Saya harus mengakui bahwa secara tidak langsung saya telah melakukan ekspresimen dan belajar di Kompasiana ini. Hampir semua alur dari tulisan saya, telah saya persiapkan sebelumnya. Begitu juga dengan gaya bahasa, cara penulisan, bahkan sampai pentungan (!!!) dan tanda tanya seru (?!) itu pun sudah saya pikirkan matang-matang sebelumnya. Saya memang ingin melihat bagaimana reaksi atas apa yang saya tuliskan dan itu semua saya teliti dan analisa. Begitu juga dengan perubahan yang terjadi atas terhadap mereka yang membaca tulisan saya. Apakah tahapan dari alur yang saya buat itu berhasil atau tidak?! Saya ingin melihat ada peningkatan yang positif, paling tidak dari teknik dan cara penulisannya, juga dari variasi tulisannya.

Dari sinilah saya bisa melihat dimensi para pembaca, di mana tidak semua pembaca memiliki minat dan juga pemahaman bahasa yang sama sehingga saya jadi belajar untuk terus melakukan berbagai eksperimen dengan menggunakan berbagai gaya bahasa dan penulisan agar maksud dan tujuan saya tercapai. Maaf, ya, bila ada yang merasa tidak nyaman dengan hal ini!!!

Anyway, dalam kesempatan ini saya ingin sekali mengucapkan terima kasih kepada Kang Pepih, Bang ASA, Mbak Linda Djalil, Pak Prayitno Ramelan, Pak Chappy Hakim, Oom Jay, Mas Achmad Subechi, Kak Unang Muchtar, Kang Wawan Supriadi, Eda Pipiet Sendja, Bang Risman, Bang Berthy Rahawin, Bang Imansyah Rukka, Syam, Kong Ragile, Mas Firman Seponada, Edi Santana Sembiring, Inge, Hadi Samsul, Mbak LH, Suri Natalia, Jimmo, Desiree Margahastuti, Satrio Utomo, Eliza Simanjuntak yang telah banyak membantu saya selama ini dengan tidak pernah berhenti dan tidak pernah ada kata lelah. Terima kasih juga kepada semua teman-teman dan sahabat Kompasianers dan juga semua teman-teman serta sahabat saya di luar sana yang tidak mungkin saya sebutkan namanya satu per satu, yang telah banyak membantu, bersedia membaca tulisan saya, dan memberikan banyak cinta untuk saya. Juga semua yang telah hadir pada peluncuran buku saya. Tanpa semua, semua ini tidak mungkin terjadi. Tanpa semua, semua ini tidak akan pernah ada. Semoga semua cinta yang saya berikan ini bisa memberikan banyak manfaat bagi semua.

Terima kasih banyak, ya!!! Semangat!!! Semoga Tuhan selalu memberkati kita semua dan memberikan segala yang terindah bagi kita semua!!! Cinta dari-Nya untuk kita semua!!! Amin.

Salam,

Mariska Lubis

Mariska Lubis

NB:

Putut Prabantoro & Assiciates Entreprise, Grasindo, Gramedia

Terima kasih saya ucapkan kepada para pihak yang telah membantu suksesnya acara peluncuran buku perdana saya ini:

Mas Putut Prabantoro dan rekan-rekan di ”Putut Pranantoro & Associates enterprise”.

– Para pembicara: Bpk. KH Solahuddin Wahid, Bpk. Letjend TNI (P) Kiki Syahnakri, Mbak Rosemary C. Sihombing, Mas Tri Agung Kristanto Mas Rafael Don Bosco, dan Mas Khoiri Ahmadi

Bpk. Arnes Lukman (Plaza Indonesia dan FX Lifestyle Centre

Bpk. Wishnu Nugroho (Arthagraha)

– Grasindo dan Gramedia

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Mariska Lubis and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s