3 Jam 37 Menit Bareng Mariska Lubis

Suprise! Dan? Tentu saja sangat terhormat. Kemarin Kamis, 10 Juni 2010 di sekitr Setia Budi Bandung besua 2 Lubis: Mariska Lubis dan Iwan Lubis (Iwan fauzi). Dua-duanya luar biasa. Mariskah Lubis kasih buku “Wahai Pemimpin Bangsa, Belajar dari Sex Dong” sedang Iwan Lubis duet dengan Foeza Hutabarat luncurkan “Lidah Monster”

3 jam 37 menit 21 detik bersama Mariska Lubis dan Iwan Lubis membuat sy meyakini Mariska itu: cerdas melancholis dan cantik… dia bisa bicara banyak hal dari sex etnik papua Cheng Ho, Anna Frank, hingga peta politik Indonesia dalam kenteks syahwat.

Tiap kali saya melihat dahi Mariska yang lebar mengingatkan saya pada tokoh legenda Putri Giri Lawung dari Cirebon. Adalah sosok wanita yang memiliki aura kecerdasan holistik sekaligus kegelisahan kutural. Mirip Dewi Justitia bahkan juga Ken Dedes.
Tipikal wanita yang menempatkan kodratnya pada perlawanan terhadap keajegan persona pesona wadon nir wadonira.
Dalam serpihan sepi mata Mariska, ia telah menjadi diri sendiri yang menenun takdirnya dengan tulisan-tulisan mencerahkan: tapi pedih. “Saya selalu dalam ruang buku yang ajarkan saya banyak hal, Bang,”ucap Mariska,”Menulis. Mencatat gelap. Menghadapi realitas-realitas yang mesti saya lalui.”

Rambut Mariska seperti halnya SBY dibelah dua. Sama banyaknya baik yang jatuh di sebalah kiri maupun yang jatuh di sebelah kanan. Tentu ini tanda sosok moderat (mungkin?) Tapi ini seperti menuturkan sesungguhnya konsistensi dalam langkah adalah hal paling mendasar. “Saya ingin membahagiakan semua orang,” lirih suara Mariska,”Meski saya tahu ada keterbatasan yang sulit saya urai.”

3 jam 37 menit 21 detik bersama Mariska Lubis….hmm, sebuah perenungan memasuki nalarku hingga jauh. “Selalu saja ada cerita penulis bagus yang dari setiap langkahnya tinggalkan jejak derita tak terukur…”

Mariska…kami menyayangi anda! Tetep nulis, nulis dan nulis! Dengan menulis, bumi seperti bola akan berputar bertawaf.

Oleh: Tandi Skober

Diposting di Kompasiana.com 11 Juni 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Mariska Lubis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s