Kau dan Menulis

Saat kau menulis…..

kau adalah kupu-kupu mungil putih, kuning dan hijau
Terbang ringan dalam keindahan tarian peri-peri kecil
Menyentuh pucuk daun yang basah oleh embun pertama
Memandikan kuncup dengan matahari fajar
Berkelana mengumpulkan nektar, berebut dengan lebah di kebun belakang rumah

Saat kau menulis………
kau adalah burung kecil
Yang ribut berkicau di pagi hari di bukit kapur yang kering
Meloncat riang dari rumput ke rumput
Terbang berputar melemaskan otot sayap
Namun jika terlalu tinggi terbang
Sayapnya berubah menjadi kukuh dan lebar
Membentang terbang tenang membelah langit
Menjelma menjadi elang bermata tajam
Siap menukik mencegat mangsanya

Saat kau menulis……….
kau adalah segores bulan pucat yang mengambang di langit
Sendirian seperti kekasih yang kesepian
Menggigil dalam sentuhan kabut-kabut senja
Dan ketika hari semakin tua
Bulan mu  menjadi bulat sempurna
Memberi warna pada gelombang laut
Memadu cinta bersama kekasih di ujung pagi yang dingin
Purnama di atas laut
Purnama di atas gunung
Purnama di atas kota yang sibuk

Saat kau menulis………
kau ingin menjadi matahari
Yang tidak pernah berhenti membagikan sinarnya
Meski di umpat orang karena terlalu gerah
Yang setia menjaga sinar bulan agar tidak padam
Meski tidak pernah di minta
Membagi sinar untuk kehidupan dan kematian
Pada jalan raya yang macet
Pada taman-taman penghijauan kota
Pada sudut-sudut jalan yang sepi dan gelap
Pada selokan-selokan yang mampet dan bau
Pada sampah-sampah yang tersebar di seluruh pelosok negara
Pada sungai-sungai yang berwarna cappucino
Pada tangisan bayi di rumah kontrakan dekat pasar

Saat kau menulis……..
kau menjadi seorang pecinta
Yang tenggelam dalam gairah panas

aahh…. banyak peluh dan desah…

gejolak rasa yang ingin dipuaskan…..

terus memacu sampai titik kulminasi….

antara nikmat dan kelelahan….

dan kelelahan hilang di ganti kelelahan yang lain

kelelahan yang selalu meminta untuk di puaskan
Tak hendak berhenti sebelum sampai pada gejolak nol
Ketika nafas semakin memburu dan terlepas tanpa kekang
Tak hendak berhenti
Tak hendak berhenti
Tak hendak berhenti
Sebelum darah mu  berhenti mengalir
Orgasme

Saat kau menulis………..
kau adalah jiwa yang bebas
Keluar dari jeratan dunia mana pun

Saat kau menulis………

kau tak ‘kan pernah bisa mati

Ps. u/ kakak dan guru ku yg telah mengajarkan aku cinta

dan menyadarkanku bahwa akupun layak dicintai….

luv u so much….

Oleh: Kupu-kupu Jingga

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Mariska Lubis and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s