Mariska Lubis Itu Simbol Kenikmatan ..!

Perbincangan bersamanya sangat mengasyikkan dan boleh dibilang berkualitas dan nyambung. Dia pun berkata begitu kepada saya. Ketika untuk kesekian kalinya saya mengajaknya untuk berbagi (sharing) seputar manusia dan Tuhan dengan apa yang ada dalam hati dan pikirannya. Tentang apa yang ada dalam pemahamannya. Mengenai apa yang didapatkan dalam meditatifnya. Dengan penghayatannya untuk dituangkan dalam bentuk tulisan-tulisannya yang boleh dibilang spektakuler. Dengan tema sentuhan cinta dengan rasa yang paling halus. Bahkan sangat halus bagi seorang wanita dalam mengekspresikan rasa itu melalui cintanya untuk membawa seorang Mariska Lubis, tulisannya yang selalu membawa kita ke dalam sebuah simbol kenikmatan.

Maaf, mungkin bagi sebagian pembaca kompasiana, mereka melihat tulisan ML yang lebih banyak concern ke masalah seksologi dipahami secara sempit. Sehingga terjadilah pendangkalan makna yang sebenarnya, seperti apa yang ada dalam benak ML itu sendiri. Baik tersurat dan tersirat. Mengapa itu bisa terjadi ? Secara pribadi saya jawab bahwa mungkin mereka mengkaji dengan intelektual mereka. Terkadang emosional mereka (diberengi nafsu). Sulit untuk bisa ketemu. Gimana bisa ketemu, makna tersirat dari apa yang diungkapakan oleh ML itu selayaknya dikaji secara universal dan dalam tentunya dengan perspektif spiritual. Sehingga tidak terjadi batasan-batasan makna tulisan tersebut.

Sebenarnya jika kita mau terbuka untuk mengkaji masalah seks, wanita dan cinta ada bijaknya kita masuk ke dalam ranah spiritual itu sendiri. Bahkan kalau bisa kita kompilasikan ke sains. Tidak ada bedanya ketika kita membahas pencarian Tuhan dengan perspektif sains. Begitu juga seks bisa dikaji dengan sains, dan memang ML mengakui mulai lebih berani melakukan semua ini saat dia mengambil kelas Filsafat Science di sebuah universitas ternama di negeri Paman Sam sana. Maka kita akan ketemu dalam pandangan energi yang sama yaitu tarik menari begitupula sebaliknya akan tolak menolak jika tidak sepaham dan seenergi. Ada sebuah energi yang jika di dalam diri manusia jika kita sentuh, maka terjadi semacam responsif atau feed back yang luar biasa. Itu dari pandangan sains.

Selanjutnya dalam pandangan spiritual, sentuhan tersebut diartikan dengan sentuhan kepekaan nurani. Seperti yang telah saya jelaskan diatas bahwa sejatinya sentuhan itu nyata ada dalam diri kita. Yang semuanya kita tidak melihatnya. Namun kita hanya merasakannya. Ketika kita merasakannya maka yang ada hanyalah sebuah kedamaian. Ketenangan. Bahkan lebih halus lagi kita masuk dalam sentuhan itu. Semakin halus dan sangat halus, maka yang ada hanyalah cinta. Rasa kecintaan kepada sesama. Tergantung sejauh mana level dan zona sentuhan dalam kepekaaan tadi.

Disinilah, saya paparkan secara sederhana arti dan makna tulisan-tulisan ML selama ini. Beliau selalu ingin memberikan yang terbaik dalam hidupnya melalui karya-karyanya lewat kepekaan-kepekaan serta sentuhan-sentuhan cinta yang dialaminya. Sebuah pengalaman pribadinya melalui spiritual (sesuai dengan medan-nya). Agar bagaimana orang-orang di negeri ini bisa tercerahkan oleh sentuhan cinta. Siapun dia. Ketika menemukan cinta yang itu, maka orang itu selalu dalam keadaan yang menyenangkan. Semuanya beliau ajak di mulai dari diri sendiri. Lalu secara otomatis akan berdampak bagi lingkungan di sekitarnya.

Ketika saya melihat negeri ini tengah di landa berbagai gejolak dalam segala bidang. Seorang ML dengan berani dan lugasnya menghubungkan momen tersebut dengan kepekaan-kepekaan cintanya melalui seksologi. Beliau sangat paham bahwa para pemimpin bangsa, kalangan birokrat, serta elit politik, yang ada di negeri ini telah dilanda krisis kepekaan akan sentuhan cinta. Kapasitasnya sangat minim. Yang ada hanyalah sentuhan cinta yang emosional. Mungkin bagi sebagian orang, atau kalangan elit banyak juga yang memahami, tetapi pengamalan serta penghayatannya yang kurang. Sehingga aktualisasi maknanya dalam kehidupan menjadi sia-sia meskipun dianggap valid dan realisitis saat ini. Buktinya, negeri kita ini begini-begini saja dan malah semakin terpuruk.

Hemat saya, seorang Mariska lubis (ML) telah menemukan sebuah konsep bagaimana mengubah semua paradigma itu dengan paradigma yang ada. Yakni bagaimana melihat paradigma cinta dan seks sebagai sebagai sebuah substansi manusia dalam merasakan kenikmatan hidup. Agak provokatif kedengarannya. Namun, itulah esensinya. Bahwa benih cinta hakikatnya ada dalam diri setiap orang. sentuhlah dia dengan rasa yang ada maka akan kita temukan sebuah ketenangan jiwa. Dalam jiwa yang tenang, pancaran aura cinta sejati terstimulasi secara otomatis. Sehingga kecantikan sejati (inner beauty) kita dengan sendirinya juga akan terbentuk.

Tuntunan kenikmatan yang telah dicari oleh manusia sejak dulu hingga kini. Telah diungkapkan oleh ML panjang dan lebar dengan bahasa-bahasa yang mudah dicerna dan di pahami. Ikuti saja ulasan-ulasannya bagaikan air yang mengalir sehingga terus membawa kita ke dalam sebuah kenikmatan sejati.

Semua itu akan terasakan berkat sentuhan cinta itu. Yang sejati dan hanya satu. Yang akan membawa kita terus menemukan kedamaian dalam kehidupan di dunia ini. Itulah seorang Mariska Lubis dalam membahasakan cintanya dengan sesama siapapun yang haus akan sentuhan cinta. Cintanya kepada bangsa dan negaranya yang tengah dirundung berbagai gejolak. Cintanya kepada alam semesta berserta seluruh isinya. Dengan sebuah ketulusan dan keikhlasan dalam kenikmatan yang akan ditransformasi kepada orang lain. Semua di dapatkannya dengan kesederhanaan dan kerendahan hatinya. Hal inilah yang akan menuntun ML untuk menemukan cinta itu. Sesuai dengan cara dan metode kita kita untuk mengalahkan segala-galanya di dunia ini. Apapun yang secara negatif bisa merugikan diri kita maupun orang lain.

Itulah simbol kenikmatan yang di gambarkan oleh ML, agar termasnifestasikan ke dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan benengara.

Oleh: Imansyah Rukka

Posting di Kompasiana.com 31 Mei 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Mariska Lubis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s