Ternyata Mariska Lubis Itu “The God Hunter”….Luar Biasa !

SUNGGUH luar biasa ternyata wanita bernama Mariska Lubis ini yang mulanya saya hanya kenal dengan tulisan-tulisannya mengenai seksologi di Kompasiana, ternyata beliau juga sangat paham tentang spiritual secara universal bahkan yang lebih menarik lagi bahwa dunia spiritual baginya adalah sebuah minat yang dilakukannya sehari-hari sebagai sebuah kebutuhan yang paling urgen dalam mencari dan menemukan sebuah kebenaran sejati yang ada dalam diri manusia sebenarnya.

Itulah dia, wanita yang biasa disapa dengan Ika ini sore tadi saya mengajaknya berkomunikasi secara langsung (chatting) lewat jaringan Facebook. Secara sengaja saya ingin mengajaknya bertukar pikiran (discuss) mengenai apa saja serta pengalaman-pengalamannya sebagai penulis. Namun tak disangka ketika saya membicarakan mengenai artikel-artikel yang saya biasa ulas di Kompasiana mengenai manusia, dan alam semesta. Begitupula proses terjadinya manusia dan interaksinya antara manusia sebagai mikrokosmos dan alam semesta sebagai makrokosmos, lalu bagaimana manusia bisa melakukan koneksitas tersebut.

Pembicaraan ternyata semakin menarik dan seru ketika saya mulai membuka sebuah kata filsafat “ Aku di dalam Dia, Dia di dalam Aku”,….dan ternyata respon Mbak Ika secara spontan terkesan sangat nyambung, dengan bahasa-bahasa umum namun tetap sulit dalam perspektif spiritual, salutnya saya sama Mbak Ika ini, karena sangat jarang seorang wanita mempunyai minat dan kemampuan dalam dunia ini, suatu dunia yang sangat langkah dan penuh dengan tantangan yang sangat berat karena di sinilah sebuah jalan menuju ke kebenaran yang sejati.

Yang paling berkesan bagi saya adalah ketika saya mengulas mengenai proses terjadinya manusia dan alam semesta ini, semua yang saya utarakan tersebut ditanggapi dengan komentar yang sangat cocok dengan apa yang saya alami. Misalnya, sewaktu saya menanyakan “Apa perbedaan antara meditatif dan kontemplatif”, dia langsung memberikan sebuah jawaban yang sangat memuaskan yakni “Yang jelas beda, lha”, karena meditatif yang Anda maksudkan adalah seperti yang saya lakukan setiap saat, dengan begitu saya langsung kagum bercampur dengan bangga dan heran.

Saya juga sempat tegaskan kepada beliau, bahwa hancurnya alam semesta ini ketika intelektual dan emosional yang mendominasi, tanpa diimbangi dengan kecerdasan spiritual (SQ). Lalu kemudian Mbak Ika mengatakan begini, mereka-mereka itu selalu melihat di luar dari dirinya sendiri, padahal inti sebuah kebenaran itu adanya dalam dirinya diri kita sebagai manusia bukan di luar.

Lalu kemudian, sewaktu saya ingin mengetahui lagi lebih lanjut tentang sejauh mana pendalaman beliau mengenai kebenaran sejati itu yakni bagaimana merasakan kebenaran tersebut dengan menenggelamkan atau menceburkan diri kita kedalam lautan kebenaran, dengan ringkas saya hanya bisa menjelaskan secara garis besar mengenai hal ini, karena saya tegaskan kembali bahwa tidak semua bisa kita publikasikan secara luas tentang rahasia alam semesta ini, dengan begitu Mbak Ika menjawab kembali “Iya, hati-hati saja karena tidak semua manusia bisa menerima yang anda kemukakan dan itulah yang dikatakan pengalaman pribadi. Tetapi kamu dan saya banyak samanya dan cocoknya dalam dunia spiritual”.  Lalu saya katakan “Energi yang sama pasti akan tarik menarik, dan jika tidak sama akan saling tolak menolak”.

Begitu pula dengan masalah selera musik yang di gemarinya, saya hanya bisa memerlukan satu pertanyaan untuk mengetahui sejauh mana penjelajahan Mbak Ika ini dalam melakukan perenungan (meditatif) dalam mencari apa yang sudah lama dicari manusia. Pertanyaannya yakni apakah ia senang dengan Kitaro…? Mba Ika menjawab, dengan meyakinkan ‘”Suka banget, ternyata kita samanya banyak”.

Nah, dari sinilah saya menilai bahwa ternyata wanita bernama Mariska Lubis ini adalah seorang wanita adventurer dalam mencari dan menemukan sebuah kebenaran sejati yang ada dalam dirinya. Tak jarang Ia melakukan sebuah perenungan (I’tikaf) bahkan setiap hari waktunya dia sempatkan untuk melakukan hal ini. Dengan demikian saya menilai bahwa itulah hasil yang didapatkannya, cerdas, pintar, cantik, bersinar dan penuh dengan kebahagiaan hidup, sebuah hasil dari proses mencari dan menemukan sebuah kebenaran yang haq yang datang dari Tuhan.

Dan yang terakhir, dalam artikel saya yang sangat sederhana ini, saya hanya mengatakan bahwa Mariska Lubis bukan hanya sekedar pakar dalam bidang seksologi (sex education) semata, tetapi lebih dari itu bahwa dialah seorang wanita yang tidak pernah merasa puas dalam proses mencari dan menemukan sebuah kebenaran sejati yang tanpa batas, dengan demikian saya menyebutnya dengan istilah “The God Hunter”. Mba Mariska, Maaf ya, semoga tidak keberatan dengan istilah ini, trims saya salut dengan anda.

Oleh: Imansyah Rukka

(posting di Kompasiana.com tanggal 1 Oktober 2009)

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Mariska Lubis and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s