Dunia Ini Milik Kita Bersama

Bukan hanya milik kita sendiri. Bukan hanya milik kita berdua. Dunia ini milik kita bersama. Oleh karena itulah, hendaknya kita juga mau bersama-sama menjaga agar dunia kita ini tetap indah, damai, dan dipenuhi dengan cinta. Kita semua sudah capek, lelah, dan jenuh dengan segala perbuatan yang merusak keindahan, menghancurkan kedamaian, dan melenyapkan cinta. Apakah benar dunia ini memang milik kita bersama?! Ataukah memang lebih baik milik diri sendiri saja?!

Tidak perlu jauh-jauh untuk membayangkan dunia. Kita bayangkan Kompasiana ini adalah sebuah dunia. Dunia di mana kita semua ada di dalamnya, termasuk tulisan dan segala peralatan IT yang membuat Kompasiana ini ada. Sungguh ramai dan selalu ada hiruk pikuk di dalamnya. Setiap detik menjadi sangat berarti karena selalu ada perubahan yang terjadi. Satu komentar, satu klik, satu tulisan, semua bisa berubah dalam hitungan satu detik saja.

Perbedaan selalu saja ada di mana tidak semua yang ada di Kompasiana ini memiliki tujuan yang sama. Ada yang iseng, ada yang senang berkomentar, ada yang mencari teman, dan tak sedikit juga yang mencari kekasih. Yang mungkin paling terasa adalah yang paling ingin mendapatkan popularitas, pujian, rasa hormat, dan penilaian yang baik di mata yang lainnya. Meski tak sedikit juga yang tak mempedulikan itu semua. Yang penting sudah menulis dan posting. Dibaca syukur, tidak pun tak mengapa.

Perbedaan itu menjadi sebuah keindahan tersendiri di dunia Kompasiana ini tetapi juga seringkali justru menjadikannya rusak. Ego, nafsu, dan ambisi untuk bisa menguasai, mengalahkan yang lain, menjadi yang paling dan paling, sering membuat dunia ini menjadi sangat tidak nyaman lagi. Belum lagi ditambah dengan tidak adanya rasa saling hormat-menghormati dan menghargai satu dengan yang lainnya. Masing-masing merasa paling benar dan paling baik. Ini juga seringkali menimbulkan masalah.

Salah satu contohnya adalah apa yang terjadi saat perlombaan IB Blog di Kompasiana. Memang benar ini adalah sebuah kesalahan yang fatal sekali yang telah dibuat oleh admin. Kita semua memang berhak untuk bertanya dan merasa kesal. Saya pun demikian, karena tulisan saya tidak bisa dimuat. Namun apakah semua ini harus dijadikan sarana untuk menghilangkan keindahan, kedamaian, dan cinta yang ada di sini?! Segala caci maki dan omelan serta tuduhan terus saja dibuat. Malah bila saya perhatikan justru menjadi ajang untuk mendapatkan populeritas dan simpati yang semakin merusak keindahan dan kedamaian di Kompasiana ini. Cinta yang pernah ada itu hilang hanya dalam waktu dua jam kekesalan dan kedongkolan. Luar biasa sekali, ya!!!

Kita semua menjadi lupa atas apa yang telah diberikan oleh dunia ini sebelum semua ini terjadi. Apa yang pernah kita dapatkan dan apa yang pernah kita terima lenyap begitu saja. Kita hanya menuntut atas apa yang pernah kita berikan kepada dunia ini. Meski sebenarnya kita semua sadar bahwa dunia ini telah memberikan banyak sekali. Salah satunya adalah teman dan sahabat. Tidakkah kita mendapatkan banyak teman dan sahabat di sini?!

Tidak perlulah mengungkit semua jasa yang telah kita berikan kepada dunia ini, coba berpikirlah kembali apa yang telah kita terima. Saya tidak berpihak kepada Kompasiana dalam hal ini. Hanya saya merasa kita semua sudah bersikap tidak arif dan bijaksana. Ini baru Kompasiana, bagaimana dengan di luar sana?! Apakah kita juga selalu menuntut balas atas apa yang telah kita berikan?! Di manakah cinta?! Di manakah ketulusan itu?!

Jujur saja, saya pun sering mempertanyakan soal rasa hormat dan penghargaan yang diberikan oleh Kompasiana apalagi saat ini sudah banyak sekali iklan yang terpasang. Kenapa tidak kemudian membagikan penghasilan yang diperoleh kepada mereka yang memang pantas untuk menerimanya. Mereka yang memang telah menulis dengan baik dan memang mendidik, memberikan banyak inspirasi, dan memberikan banyak arti dan manfaat. Penilaian bisa dilakukan bila memang mau dilakukan oleh pihak admin lewat redaksinya. Admin berhak menentukan, tidak semuanya harus dilempar ke publik. Ini tentunya akan memicu semua untuk menulis lebih baik dan lebih baik lagi. Semakin banyak tulisan bagus dan baik, semakin berharga, semakin memberikan banyak manfaat, semakin bernilai pula. Bukankah begitu?! Sekali lagi, ini adalah masalah saling hormat menghormati dan saling menghargai. Bila rasa dan keinginan itu memang ada, pastilah bisa diwujudkan meski memang tidak semudah itu dan semua ini saya maklumi. Semua ada prosesnya dan semua ada masa dan waktunya.

Dari sinilah saya bisa menjadi tidak heran sama sekali bila negara kita ini terus saja menjadi semakin hancur dan berantakan. Ibu pertiwi, tanah air, bangsa, negara, sesungguhnya tidak pernah ada. Yang ada hanya diri sendiri dan diri sendiri saja. Segala cinta tanpa syarat yang telah diberikan sama sekali tidak pernah dihargai atapun dihormati. Bila merasa tidak mendapatkan keuntungan dan manfaat berarti tidak perlu dihargai dan dihormati. Semua gosip, tudingan, tuduhan, dan hincan serta caci maki itu sudah menunjukkannya.

Lain sekali bila ada masalah lalu dipikirkan dan benar-benar dipikirkan. Mencari solusi yang terbaik dan mencari jalan keluar yang terbaik. Memikirkan apa yang terbaik yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah dan memperbaiki keadaan. Kritik memang mudah, mencari solusi itu yang sulit. Kerja itu tidak mudah, menghancurkan pekerjaan sangat mudah. Jangankan pekerjaan manusia, hasil ciptaan Yang Maha Kuasa pun dihancurkan?! Lihatlah bagaimana manusia menghancurkan satu dengan yang lainnya?! Bukankah manusia adalah ciptaan-Nya?!

Kita semua pasti memiliki keinginan dan mimpi dan itu semua sama sekali tidak salah. Kita harus selalu memilikinya agar kita juga mau terus berjuang untuk menggapainya karena harapan itu selalu ada. Namun hendaknya kita juga jangan pernah menghalalkan segala cara untuk meraih semua itu. Memangnya enak, ya, rasanya mendapatkan semua yang kita inginkan itu di atas kepedihan dan kesusahan yang lain?! Apa bedanya dengan penjajah?!

Pada dasarnya memang semua usaha itu kita lakukan sendiri, namun semua itu juga tidak berarti tanpa bantuan yang lainnya. Tidak hanya kepada satu orang tetapi kepada semua. Seseorang yang menulis dan mendapatkan penghargaan adalah karena tulisannya itu memang patut untuk dihargai. Seseorang yang menulis dan mendapatkan penghormatan adalah karena tulisan dan perbuatannya memang patut untuk dihormati. Yang melakukannya tentu saja tidak sendiri tetapi semua yang menghargai dan menghormatinya. Oleh karena itulah, saling menghargai dan saling menghormati itu tidak berlaku hanya untuk satu pihak tertentu saja tetapi berlaku untuk semua.

Kita tidak boleh sombong dan tinggi hati atas apa yang telah kita perbuat dan kita lakukan. Bila semua itu hanyalah untuk memuaskan ego, nafsu, dan ambisi saja berarti memang tidak pernah ada ketulusan itu. Mereka yang bahkan mengaku-aku sebagai malaikat penolong pun sesungguhnya hanyalah mereka yang ingin meraih keuntungan untuk kepentingan pribadi. Memanfaatkan yang lain sebesar-besarnya untuk kenikmatan diri sendiri. Tidak peduli dengan yang lain dan bahkan sebenarnya sama sekali tidak peduli dengan mereka yang dianggap telah ditolongnya itu. Yang selalu diutamakan adalah diri sendiri. Dunia pun menjadi milik sendiri saja. Bisakah bertahan?!

Ayolah, kita semua sama-sama bercermin dan introspeksi diri kita masing-masing. Jika memang dunia ini milik bersama, maka kita semua harus mau menjaganya agar kehidupan ini menjadi indah, damai, dan dipenuhi dengan cinta. Kita semua ingin bahagia bukan?!

The world is us….

Semoga bermanfaat!!!

Salam,

Mariska Lubis

1 Agustus 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Jiwa Merdeka, Mimpi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s