Menulislah dan Jadilah Penulis!!!

Illustrasi: google

Menulis adalah jiwa dan kata hati, menulis tidaklah mudah. Semua itu tidak perlu ditakuti karena dengan menulis jiwa menjadi terasah dan terbangun. Menjadi penulis juga bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan kerja keras dan perjuangan. Namun sulit bila memang dibuat sulit karena pada dasarnya bila ada kemauan maka apa yang tidak bisa?!

Mungkin bagi sebagian akan berkata, “Yah, kalau Mbak ML, mudah bicara seperti itu. Mbak ML sudah menulis sejak lama dan memang seorang penulis.” Nah, itu dia!!! Justru karena setelah sekian lama menulis, saya bisa mengatakan bahwa saya memilih menjalani kehidupan sebagai seorang penulis. Bukan proses yang hanya setahun dua tahun. Saya mulai menulis sejak masih berusia delapan tahun. Sekarang saya sudah 36 tahun, berapa lama saya belajar menulis?! Sampai sekarang pun saya masih belajar, lho!!!

Ketertarikan saya di dalam menulis diawali dari kegemaran membaca. Ya, saya bisa dibilang kutu buku. Hari-hari lebih banyak saya habiskan untuk membaca daripada untuk bermain. Saya lebih memilih berada di dalam kamar ataupun perpustakaan daripada berkeliaran dan bermain di luar. Saya lebih memilih pergi ke toko buku daripada harus pergi ke pusat perbelanjaan dan membeli barang-barang lainnya. Semua yang berbentuk tulisan dan angka, saya baca. Tidak peduli ada di balik botol shampoo ataupun yang tertera di gerbong kereta api dan sepanjang jalan. Saya selalu senang membaca.

Perjalanan menulis saya diawali dengan menulis beragam puisi dan prosa yang saya tuliskan di mana saja. Di lantai, di dinding, di kertas, pokoknya selama ada tempat yang kosong yang bisa saya tulis, ya saya tulis. Plus gambar sebagai ilustrasinya. Bandel banget, ya!!! Makanya, saya sering dimarahi dan banyak hasil karya saya yang hilang begitu saja karena sudah dihapus pel dan cat dinding. Hehehe….

Pada awal perjalanan saya dalam menulis, juga tidaklah mudah. Meskipun karya saya masuk ke dalam beberapa majalah dan juga buku kumpulan puisi, namun itu tidak berarti saya bisa dengan mudah menulis. Saya justru harus diam-diam menulis karena takut dimarahi dan saya juga takut untuk dinilai “memiliki kelainan”. Habis, gara-gara puisi saya harus capek bolak-balik konsultasi dengan terapis. Mereka menilai saya sebagai anak yang “abnormal”. Buat saya itu sangat menyiksa sekali, karena saya tidak merasa ada yang salah dengan tulisan saya. Semua itu saya buat sendiri dan memang datang begitu saja. Tidak bisa juga saya bendung ataupun saya tahan.

Saya tidak kuasa untuk tidak menuliskannya.  Saya pun kemudian harus menyamarkan diri saya, dan setiap kali saya mengirimkan hasil karya, saya selalu memakai identitas yang lain. Saya benar-benar takut ketahuan!!! Namun lama-lama semua juga jadi tercium. Terbongkarlah semua!!! Dengan berat hati saya harus membakar dan memusnahkan semua hasil karya saya, meskipun ada beberapa yang berhasil saya sembunyikan, tapi hati ini hancur sekali. Padahal pada saat yang bersamaan, saya baru saja menerima surat bahwa saya mendapatkan penghargaan dari sebuah lembaga untuk hasil karya ilmiah dan juga sebuah majalah untuk sebuah karya tulisan. Saya juga baru saja pertama kali menerima honor dari sebuah perusahaan yang meminta saya untuk menerjemahkan film asing. Duuuhhhh!!! Masih terbayang stressnya saya saat itu!!! Saya tidak pernah datang untuk mengambil apa yang saya dapat dan tidak pernah juga memberitahukan semua itu. Bisa gawat kalau ketahuan!!!

Dasar anak keras hati!!! Sudah tahu begitu, saya bukannya berhenti, malah terus saja membandel!!! Saya tetap menulis secara diam-diam dan tetap juga mengikuti semua yang diinginkan oleh semua. Saya mengganti nama samaran dan mulai menulis lebih serius lagi. Kali ini saya memilih topik tentang ekonomi dan politik sesuai dengan minat saya. Saya harus benar-benar keras sekali menjalani dua kehidupan yang berbeda. Waktu itu, saya ingin membuktikan bahwa saya memang bukan penulis, dan saya memang bisa dibanggakan.  Sampai kemudian saya mendapatkan penghargaan untuk sebuah karya tulis internasional. Saya tidak mau menyia-nyiakan desempatan ini karena saya bisa banyak pergi ke luar negeri dan belajar ke sana ke mari. Saya tetap tidak bilang juga alasan kenapa saya bisa mendapatkan semua itu. Alasannya cuma karena terpilih dari prestasi akademis, biar nggak harus banyak ditanya dan dipertanyakan. Pacar saya saat itu pun nggak tahu!!! Hahaha….  Saya merasa senang sekali mendapat semua kesempatan itu.

Sekolah pun saya memilih yang memang banyak riset, menulis, dan membacanya. Saya suka bosan mengikuti kelas. Sudah terlalu sering membuat ulah juga di kelas, jadi lebih baik mencari yang banyak di luar kelasnya sajalah. Daripada bikin kacau dan menjadi berantakan?!  Kebetulan saya mendapatkan seorang pembimbing sekaligus dosen yang memang sering menulis untuk aneka jurnal politik international dan telah menerbitkan buku berisi riset dan juga karya tulis tentang politik dunia. Beliau mendidik saya dengan sangat keras dan saya tidak diperlakukan sebagai mahasiswa asing agar saya terpicu untuk bisa menguasai bahasa asing dengan lebih baik. Setiap hari pun saya diwajibkan membaca minimal 200 halaman tulisan untuk berdiskusi dengannya dan juga dengan teman-teman. Saya juga harus membuat banyak sekali tulisan dan membuat berbagai seminar. Kalau dipikir-pikir, capek banget!!! Apalagi saya tetap harus kerja dan mencari nafkah untuk membiayai hidup saya. Mungkin berhubung saya senang melakukannya, saya tidak merasa berat sama sekali.

Pulang ke Indonesia, saya mendapatkan beberapa tawaran kerja, dan saya memilih untuk bekerja di tempat yang memang “layak” dan “patut” menurut semua yang lain. Tetap saja, saya tidak mau diam. Saya pun bekerja untuk menulis di tempat lain, yang penghasilannya jauh lebih besar dari pendapatan saya di kantor. Namun harus saya hentikan karena sudah tidak sesuai lagi dengan prinsip dan idealisme saya waktu itu. Saya tidak mau menulis karena dibayar. Saya mau menulis karena saya mau menulis.  Sadar bahwa saya tidak bisa lagi membendung semua yang ada di dalam hati saya, saya pun melepaskan semua pekerjaan saya dan memberanikan diri untuk melamar bekerja di sebuah media. Meskipun saya tahu saya harus mulai lagi dari nol dengan posisi yang juga dari bawah dan tidak memiliki pendapatan sebanyak sebelumnya. Jauuuhhhhhh banget!!! Tidak apa-apa, karena waktu itu yang saya inginkan adalah belajar menulis. Saya ingin bisa menulis berbagai tipe tulisan dan benar-benar belajar menulis dengan baik. Benar saja, saya memang banyak belajar. Saya mendapat banyak kesempatan untuk belajar menulis, baik di kantor maupun di luar kantor. Selalu ada saja yang mau berbaik hati memberikan saya kesempatan itu, dan tentunya saya tidak pernah mau menyia-nyiakannya juga.

Saya pun kemudian melepaskan diri dan memulai usaha sendiri. Saya tetap menulis untuk beberapa media, tetapi saya konsentrasi untuk mencoba menulis untuk tulisan komersil, di mana kemudian saya menjadi seorang copywriter untuk beberapa perusahaan. Saya juga mulai mengajar menulis untuk kelas-kelas privat di beberapa tempat. Dan kemudian musibah terjadi. Saya harus jatuh dan benar-benar terjatuh. Membuat saya kehilangan semua keinginan dan hasrat untuk menulis. “Nah kan, makanya jangan sok tahu!!! Emang enak jadi penulis?!” Hmmm….

Saya benar-benar tidak menulis apapun selama itu dan tidak ingin menulis sama sekali. Saya lebih memilih untuk mengikuti saja apa yang harus saya lakukan dan yang terbaik yang harus saya lakukan untuk semua. Saya benar-benar menghilang dari peredaran terutama dari dunia tulis menulis. Saya tidak menyentuhnya sama sekali. Namun setiap hari saya menangis dan menangis. Saya sama sekali tidak bahagia. Biarpun mungkin menurut yang lain, dengan cara ini saya dianggap berbakti, tetapi saya sama sekali tidak bisa merasa bahagia. Sedih terus!!! Membaca pun jadi ikut-ikutan malas.

Suatu hari, saya berdiam diri dan berdoa sepanjang hari. Saya memohon agar saya diberikan kekuatan untuk bisa menjadi diri saya sendiri dan memiliki keberanian untuk menjadi diri saya sendiri. Dosa dan pahala semuanya saya serahkan kepada Yang Maha Kuasa karena hanya Dia yang tahu siapa dan apa saya. Dia juga yang memberikan semua ini dan saya ingin bisa memberikannya kembali sebagai ucapan terima kasih dan juga rasa hormat dan cinta saya kepada-Nya.

Dia Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Esok harinya saya mulai menulis lagi. Saya mulai lagi mengirimkan tulisan-tulisan saya dan mulai aktif lagi dalam dunia tulis menulis. Saya mulai mengajar lagi dan memberikan seminar dan talk show lagi seperti biasanya. Kali ini saya tidak sembunyi-sembunyi ataupun takut. Saya merasa bahagia dan ini yang paling penting bagi saya. Saya memang ingin mewujudkan semua mimpi saya sejak kecil. Saya ingin menjadi penulis dan saya harus berjuang keras untuk bisa dan berani mewujudkan semua mimpi itu.

Saya juga tidak pernah ragu dan takut tidak bisa menghidupi diri saya dan keluarga dengan “hanya” menjadi seorang penulis. Toh, buktinya selama ini saya telah mendapatkan banyak sekali dari menulis. Sampai sekarang pun penghasilan utama saya dari menulis. Jadi, kenapa saya harus ragu dan takut?! Memang mungkin tidak bisalah menjadi seorang milyarder, tetapi saya merasa ini semua pun sudah sangat cukup berarti sekali.

Saya merasa sangat senang dan bahagia sekali  karena sekarang saya bisa terus menulis dan menulis. Saya juga bisa banyak belajar lewat membaca semua tulisan yang ada. Ini semua sangat berarti sekali dan saya tak henti-hentinya bersyukur atas semua ini. Ini adalah dunia dalam mimpi saya selama ini.

Tulisan ini sengaja saya buat untuk mereka yang masih ragu dan takut dalam menulis dan takut untuk menjadi penulis. Jangan ragu dan takut bila memang semua ini adalah yang diinginkan. Semua tidak ada yang tidak mungkin. Belajarlah dari pengalaman saya ini. Hati dan jiwa tidak bisa lari dan melarikan diri. Membohongi dan mengelabui diri hanya membuat hati susah dan sedih. Menjadi diri sendiri jauh lebih enak dan menyenangkan. Biarlah semua memberikan nilai, yakinlah bahwa yang paling utama adalah nilai yang diberikan oleh-Nya.

Teruslah menulis ya!!! Jujurlah dan jadilah dirimu sendiri!!! Belajar dan belajarlah terus!!! Kebahagiaan akan selalu mengiringi.

Salam,

Mariska Lubis

07 Juli 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

10 Responses to Menulislah dan Jadilah Penulis!!!

  1. mr yes says:

    terimakasih untuk berbagi…hidup dari menulis memang keras…tapi layak untuk diperjuangkan !

    • bilikml says:

      kata hati tidak bisa dipungkiri… dan kejujuran itulah yang patut terus diperjuangkan!!!

      terima kasih juga ya sudah membaca… semoga memberikan banyak arti dan manfaat…

  2. Bahagia Arbi says:

    saya akan jadi penulis!

  3. ale says:

    selalu ragu untuk bisa menulis uy!

  4. Membangkitkan kembali semangat menulis, walau tak ingin jadi penulis profesional seperti mbak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s