Plagiat?! Malas Banget, Deh!!!

Illustrasi: asrynicupacup.blogspot.com

Kerjanya menjiplak atau meniru. Tidak pernah mau mencoba untuk menjadi diri sendiri. Apa untungnya jadi seorang plagiator? Yang ada hanya malu.

Dalam satu dua bulan ini, saya perhatikan kalau di Kompasiana tercinta kita ini ada beberapa orang yang mengaku penulis tetapi sebenarnya bukan. Menjiplak dan meniru hasil karya orang lain, tidak bisa disebut penulis, kan? Plagiator barangkali lebih tepatnya.

Namanya tidak usah saya sebutkan, ya?! Biarlah mereka yang merasa sebagai seorang plagiator menjawabnya sendiri.

Saya sangat sedih dengan hal ini. Bahkan tulisan yang saya buat ini pun atas permintaan beberapa orang teman yang bercerita kepada saya bagaimana sedihnya mereka semua melihat hal ini. Seharusnya hal ini tidak perlu terjadi. Semua orang bisa, kok, menjadi diri mereka sendiri. Membuat tulisan sendiri. Tidak perlu harus menjiplak ataupun meniru tulisan orang lain pun bisa. Selama ada kemauan, pasti bisa!!! Bisa!!!

Ide itu bisa muncul dari mana saja. Tidak perlu kita harus sibuk mencari-cari ke sana-sini. Dengan membuka mata dan telinga kita lebar-lebar, semua yang kita lihat dan kita dengar bisa menjadi sumber inspirasi. Belum lagi bila ditambah dengan diskusi. Wah, bisa semakin banyak lagi. Tidak hanya itu, apa yang kita rasakan di lidah dan juga di seluruh tubuh, bisa menjadi sumber inspirasi yang sangat luar bisa. Banyak, kan, jadinya?!

Saya ingin membagi sedikit trik untuk para sahabat di Kompasiana ini, yang mungkin sering sekali mentok gara-gara ide. Ini adalah trik yang selalu saya bagikan kepada mereka yang baru mau atau sedang belajar menulis dengan saya.

Setiap hari, cobalah untuk menulis, biarpun hanya satu paragraf. Lakukan pada saat yang sama. Misalnya saat hendak mau berangkat ke kantor atau kuliah. Tulislah apa yang ada di dalam benak saat itu juga. Teruslah lakukan selama tujuh hari berturut-turut dan jangan pernah melihat tulisan pada hari-hari sebelumnya agar tidak memberikan pengaruh terhadap tulisan yang dibuat hari ini.

Setelah tujuh hari selesai, bacalah kembali tulisan-tulisan itu dan mulailah amati perkembangannya dari hari ke hari. Bisa, kok, terlihat dengan sangat jelas bagaimana sebenarnya konsistensi penulisan dan juga mood dalam menulis. Bisa juga terlihat, bagaimana sebenarnya karakter kita dalam menulis. Apakah lebih kuat di narasi? Lemah di deskripsi? Lebih senang menulis reportase? Apa lebih senang membuat artikel curahan hati? Semuanya bisa kelihatan jelas sekali.

Bila merasa tidak yakin dengan penilaian sendiri, mintalah kawan untuk membacakan tulisan-tulisan itu. Tutup mata dan simak baik-baik kata demi kata yang dia ucapkan. Memang, itu adalah tulisan kita sendiri, tetapi kita terbiasa hanya menggunakan penglihatan untuk menilai. Sementara suara bisa memberikan penilaian yang berbeda. Kita jadi lebih bisa bermain-main dengan tulisan yang kita buat sendiri.

Trik yang saya berikan ini mungkin terkesan tidak masuk akal karena memang tidak ada di buku panduan menulis manapun juga. Tetapi tidak ada salahnya, kan, untuk dicoba?! Ini adalah salah satu trik yang sering saya gunakan untuk saya sendiri juga. Supaya saya tidak mati ide. Kalau mati ide, mati gaya juga, sih?! Nggak mau!!!

Semakin sering kita berlatih, semakin akan baik hasilnya. Tidak perlu takut untuk salah, karena dengan berbuat salah, kita dapat memetik hasilnya. Jangan pernah takut juga untuk tidak menjadi yang terbaik. Setiap orang memiliki kelebihan masing-masing. Sebaiknya juga, popularitas bukan menjadi prioritas utama, tetapi fokuslah kepada tulisan yang dibuat. Itu semua adalah hasil karya sendiri dan pastinya juga indah bila kita bisa melihatnya dengan kaca mata yang lebih lebar.

Selamat mencoba dan teruslah berkarya!!! Jangan pernah mau jadi plagiator, ya!!!

Salam,

Mariska Lubis

21 Januari 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Seni Menulis and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Plagiat?! Malas Banget, Deh!!!

  1. anangwidhi says:

    saya sedang belajar menulis mbak. tipsnya akan coba saya terapkan…semoga berhasil. thank you

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s