Redenominasi: Mau Sampai Kapan Masyarakat Dibodohi dan Dibohongi?!

Redenominasi mata uang muncul ke permukaan. Dimunculkan sebagai sebuah wacana yang digembar-gemborkan bisa memperbaiki kondisi perekonomian negara dan memperbaiki keadaan ekonomi rakyat.. Mau sampai kapan rakyat dibodohi dan dibohongi?! Rakyat sudah tidak lagi sedemikian mudahnya untuk bisa percaya atas sebuah solusi yang memang bukan solusi tetapi sebuah masalah baru yang akan membuat masalah besar di kemudian hari.

Membandingkan dengan “pengguntingan uang” yang terjadi pada masa Soekarno dulu, tidak berarti kemudian semua ini bisa dibenarkan. Pengguntingan uang pada masa itu memang sudah sangat diperlukan dan memang merupakan salah satu alternatif solusi untuk mengatasi masalah perekonomian negara. Waktu itu nilai mata uang kita memang sangat tidak karu-karuan dan antara nilai nominal dan nilai riil juga tak jelas. Perlu ada sebuah tindakan yang diambil untuk mencegah agar tidak terjadi masalah yang lebih besar lagi di kemudian hari.

Redenominasi yang sekarang akan dilakukan, apa keuntungannya bagi masyarakat Indonesia?! Apalagi pada saat harga nilai tukar dollar sedang sangat bagus . Menjadi sebuah tanda tanya besar di dalam benak saya. Apa memang suka melihat rakyat kita semakin menderita dan membuat negara ini semakin bangkrut?!

Bayangkan saja bila memang terjadi redenominasi ini. Hutang para konglomerat, pebisnis kelas atas, dan para pejabat itu pun menjadi lebih kecil jumlahnya. Harusnya mereka berhutang satu juta, mereka jadi hanya berhutang seribu saja. Sementara uang mereka yang ada di luar negeri dalam bentuk dollar bagaimana? Toh nilainya tetap sama. Jadi, hutang mereka lebih sedikit dan akan mempermudah mereka untuk membayar serta melunasinya. Mereka yang harusnya mendapat hukuman pun bisa dengan santainya alasan, “Kan, sudah lunas hutangnya!!!”.

Lalu bagaimana juga dengan uang milik mereka yang memang memiliki banyak uang di luar negeri dan dalam bentuk mata uang asing. Kalau uang hasil keringat sendiri, sih, silahkan saja. Bagaimana kalau itu uang hasil korupsi. Jumlah yang mereka ambil memang hanya sejuta, tetapi dijadikan dollar menjadi 100 dollar. Pas pengguntingan uang, dollar tersebut ditukar kembali menjadi rupiah. Uang mereka tetap sejuta, kan?! Tetapi yang dikembalikan menjadi hanya seribu saja karena diredenominasi.

Bila keadaan demikian, selamat tinggal saja rakyat menengah ke bawah. Yang ada hanya tinggal yang bawah banget dan atas banget. Tentunya yang atas banget ini yang akan berkuasa dan semakin menyetir serta menghancurkan yang di bawah. Mereka akan dengan lebih mudahnya menindas lagi. Mereka punya uang!!! Apapun mereka bisa lakukan untuk menguasai semuanya. Mana peduli dengan yang lain. Yang ada di dalam benak mereka hanya uang dan kekuasaan, kok!!!

Saya kesal sekali mengetahui semua rencana pemerintah ini. Ini jelas membuktikan bahwa kondisi keuangan di bank pemerintah pun sudah sangat mengkhawatirkan. Begitu juga dengan yang ada di dalam kantung-kantung milik negara lainnya. Asuransi contohnya. Ke mana uang hasil investasi mereka, baik yang di money market maupun dalam bentuk lainnya?! Seharusnya semua ini bila dikelola dengan baik akan menghasilkan rupiah yang sangat banyak. Tidak mungkin juga uang diendapkan begitu saja karana akan sangat membahayakan kondisi keuangan organisasi itu sendiri. Pertanyaannya, ke mana uang itu lari dan siapa yang melakukanya dan siapa yang menampungnya?!

Ambil contoh yang mudahnya, yaitu asuransi.Pernah nggak mempertanyakan kenapa kita bisa mendapatkan keuntungan besar dengan memiliki asuransi dalam bentuk investasi?! Ke mana uang yang kita taruh di sana itu sampai bisa menghasilkan uang yang lumayan pada masanya nanti?! Bandingkan dengan bunga yang ada di bank, apa bisa menutupi?! Tentunya tidak!!! Usaha langsung memang banyak dilakukan, tetapi trading di money market pastinya tidak mungkin dilewatkan begitu saja. Untungnya besar banget, kok!!! Luar biasa besarnya!!!

Nah sekarang, hasil yang kita terima saja nilainya sebenarnya kecil, sekarang ke mana hasil dari perputaran uang tadi?! Berapa banyak yang diterima pemerintah?! Berapa banyak yang seharusnya diterima pemerintah?! Laporan keuangan bisa saja dibuat, apa, sih, yang tidak?! Mau jujur atau tidak jujur, kan, semua tergantung kepada niat saja. Kalau pun sekarang itu semua jujur, ke mana semua uang pajak itu?!

Pendapatan pajak terbesar Indonesia sudah jelas dari masyarakat menengah ke bawah, sementara mereka yang di atas bisa dengan mudahnya tidak perlu membayar pajak. Jika kita pergi ke restoran, kita kena pajak, kan? Berapa banyak pajak yang seharusnya disetorkan oleh restoran itu ke pemerintah?! Apa benar sudah 10 persen dari total keseluruhan uang yang dibayarkan pelanggan?! Kalau memang semuanya disetorkan, harusnya banyak, dong, uang pemerintah.

Lalu kemudian, sebenarnya kita juga dirugikan. Kita sudah membayar pajak penghasilan, pajak juga untuk macam-macam, sehingga tanpa disadari sebenarnya kita sudah membayar berlipat. Harusnya kalau kita sudah membayar pajak penghasilan, pajak pengeluaran tidak perlu dibayarkan lagi, dong. Malah seharusnya pajak pengeluaran itu dikembalikan. Itu baru adil namanya. Di negara luar, di Amerika, Eropa, Australia, di Singapore, deh, dikembalikan itu setiap tahunnya. Kita?!

Lalu bagaimana dengan pajak yang seharusnya disetorkan oleh para pengusaha kaya dan para konglomerat itu?! Hutang pajak mereka sedemikian besarnya dan masih juga berfoya-foya di tempat lain. Giliran memenuhi kewajiban susah banget, kalau hak terus saja dituntut. Nunggu redenominasi dulu baru bayar hutang?! Pintar dan licik sekali!!!!

Saya kesal banget dengan semua wacana ini. Jarang-jarang, nih, saya menulis seperti ini. Saya menulis ini karena memang sudah sangat keterlaluan sekali. Sungguh memalukan kalau sampai diakui dibuat oleh mereka yang ahli ekonomi. Mungkin memang ahli tetapi tak memiliki hati sama sekali. Malu!!!

Mau sampai kapan kami semua dibodohi dan dibohongi?! Maaf, ya!!! Kami sudah tidak mau lagi dibodohi dan dibohongi!!! Apa memang sengaja biar ada kerusuhan lagi?! Biar ada pemberontakan lagi?! Ada skenario dan konspirasi apa lagi, sih?! Minta ampun, deh!!!

Yuk kita sama-sama berjuang untuk bangsa dan negara ini!!! Kita harus bisa membebaskan diri dan benar-benar menjadi merdeka!!!

Salam,

Mariska Lubis

5 Agustus 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Lain-lain, Perubahan, Politik and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Redenominasi: Mau Sampai Kapan Masyarakat Dibodohi dan Dibohongi?!

  1. Pingback: Saya Memilih Untuk Merdeka!!! | Bilik ML

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s