Saya Memilih Untuk Merdeka!!!

Meskipun berat dan penuh dengan cobaan serta lika-liku dan kerikil tajam. Meskipun harus penuh dengan isak dan tangis serta ratapan. Namun merdeka adalah sebuah pilihan yang tidak bisa diganggu gugat. Saya ingin merdeka!!!

Sekarang ini negara kita sudah seperti burung di dalam sangkar emas. Enak kalau kemudian benar-benar disayang, dirawat, diperhatikan, dan dijaga. Sudah dikurung masih juga harus diperas, dirampas, dan diperkosa. Dijajah untuk bisa memberikan intan berlian bagi mereka yang merasa dan mengagungkan diri sebagai pemimpin dan penguasa. Mereka yang hidup dengan segala kemewahan dengan mengatasnamakan kepentingan bersama namun sesungguhnya hanya untuk kepentingan pribadi serta kelompok dan golongan.

Mungkin para pemimpin dan penguasa itu sudah merasa seperti seorang Baginda Maharaja yang memiliki segalanya kali, ya?! Apapun yang ada di hadapannya, diinjaknya, dihirupnya, didengarnya, dilihatnya semua adalah miliknya sehingga bisa berbuat apa saja untuk terhadap semua itu demi dan hanya untuk memenuhi hasrat dan nafsu serta ambisi dirinya sendiri. Sadar disadari, diakui tidak diakui. Bukankah memang hasil kerja keras seluruh bangsa ini sebagian besar hanya dinikmati oleh mereka?! Yang mana yang bagian rakyatnya?! Mereka bisa asyik beli barang-barang mewah, jalan-jalan ke luar negeri, punya tabungan bertumpuk yang tak habis tujuh turunan, bagaimana dengan rakyat?! Petani dan nelayan yang berjuang keras dan menjadi tulang punggung bangsa dan negara ini saja masih sulit untuk bisa makan.

Saya masih ingat beberapa tahun yang lalu ketika saya diminta untuk membuat sebuah pidato penting yang akan dibacakan oleh seseorang yang merasa sebagai pemimpin dan penguasa. Jumlah uang yang ditawarkan saat itu sangat menggiurkan sekali, tetapi saya diminta untuk menuliskan beberapa ”titipan”. ”Titipan” itu benar-benar membuat saya kecewa dan sangat marah karena menunjukkan sekali kepentingan pribadi dan golongan. Sangat tidak pantas untuk diungkapkan dalam sebuah pidato apalagi akan dibacakan di depan forum internasional. Wuihhhh!!! Menjual negara banget!!! Ampuuuunnnn!!! Malu!!!

Pantas saja kalau mereka sekarang ribut soal Rupiah yang menguat terhadap Dollar. Dengan berbagai macam alasan dan teori mereka menganggap bahwa semua itu berbahaya dan tidak baik bagi bangsa dan negara. Ya jelaslah!!! Duit mereka dalam dollar semua, kalau Rupiah menguat rugi, dong!!! Makanya mau redominasi, ya?! Biar bisa aman?!

Sayangnya lagi, burung yang ada di dalam sangkar emas itu menurut saja. Mau saja terus dibodohi dan dibohongi. Berkicau dan berteriak pun pada akhirnya hanya menjadi sebuah racauan tidak memiliki arti dan makna. Justru malah membuat sangkar itu menjadi semakin hancur dan tak lagi bernilai. Bagaimana bisa membebaskan diri dan terbang tinggi ke langit untuk bisa merdeka bila tidak tahu bagaimana merdeka dan tidak tahu bagaimana caranya untuk terbang?!

Banyak yang berteriak soal keadilan dengan berbalut moral serta etika dan bahkan kebenaran. Apa benar itu semua sudah dipahami dengan baik?! Apa benar bahwa itu juga berdasarkan sebuah cinta dan ketulusan serta kesungguhan hati?! Yakin bukan hanya untuk diri sendiri dan segelintir kelompok serta golongan tertentu saja juga?!

Tidak perlu jauh-jauhlah. Berapa banyak di antara kita yang masih saja menjadi manusia penonton?! Meyakini apa yang ditontonnya tanpa memikirkannya terlebih dahulu dan melihatnya dari segala sisi pandang yang ada; sehingga kemudian sibuk dengan gosip dan tudingan yang penuh dengan caci maki, hinaan, serta hujatan. Tetap tinggi hati dan sombong dengan merasa lebih daripada yang lain. Bagaimana mau mengubah keadaan menjadi lebih baik?! Berpikir dan bertindak yang benar untuk diri sendiri saja pun masih sulit!!!

Saya juga masih ingat bagaimana seseorang yang menyebut dirinya “pahlawan dan pejuang” serta berkoar atas nama penderitaan rakyat, tetapi semua itu hanya bualan palsu!!! Tidak ada pejuang dan pahlawan yang mau menjual harga diri bangsa dan negaranya di negara lain hanya untuk mendapatkan setumpuk uang di dalam sakunya. Tidak juga mempedulikan nasib mereka yang menjadi pengikutnya dan telah terusir serta terlunta di negara lain. Apa hebatnya?! Sama-sama memalukan!!!

Tidak perlulah untuk menjadi seorang pahlawan ataupun pejuang untuk yang lain. Menjadi pahlawan dan berjuang untuk diri sendiri saja sudah sangat sulit. Tidak ada seorang pun yang bisa mengubah kehidupan menjadi lebih baik bila diri sendiri belum berubah terlebih dahulu. Jangan bermimpi bisa mengubah dunia!!! Tidak ada yang bisa!!! Semua hanya bisa dilakukan bila semua diri sudah berubah!!! Siapa yang bisa mengubahnya?! Bukan orang lain tapi diri sendiri juga.

Saya adalah Indonesia dan karena itulah saya memilih untuk merdeka. Tidak ada seorang pun yang berhak untuk merampas, mengambil, dan menjajah saya. Tuhan pun memberikan saya kebebasan di dalam memilih dan menentukan pilihan dengan segala resiko dan konsekuensinya sendiri, yang dinilai langsung oleh-Nya. Untuk apa kemudian nilai manusia menjadi penting?! Untuk apa semua itu?!

Saya tidak mau menjadi manusia yang munafik, palsu, dan penuh dengan ketidakjujuran. Meski banyak sekali tantangannya tetapi bagi saya kebenaran adalah kebenaran yang harus selalu dijunjung tinggi. Tidak ada guna menjadi sombong dan tinggi hati bila selalu diliputi ketakutan dan kecemasan. Memiliki segalanya di dunia ini tidak berarti memiliki kebahagiaan. Akuilah semua itu!!! Jujurlah pada diri sendiri!!! Hati nurani tidak pernah berdusta!!! Tidak ada pesta yang tak pernah usai!!!

Merdeka hanya ada di dalam hati dan jiwa yang memiliki kedamaian dan kebahagiaan. Marilah kita semua menjadi manusia yang merdeka. Jadikanlah negara tercinta kita ini benar-benar merdeka!!!

Selamat Ulang Tahun Indonesia!!! Merdeka!!!

Salam,

Mariska Lubis

17 Agustus 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Jiwa Merdeka, Mimpi, Perubahan, Politik and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s