Mami Baru?! Sabar, Ya, Nak!!!

Illustrasi: zazzle.com

Kehilangan memang tidak mudah, tetapi menggantikan juga bukan sesuatu yang gampang. Apalagi bila cinta itu sungguh sangat besar. Bagaimana mungkin cinta tergantikan?!

Seorang anak berusia masih sangat belia yang sangat cerdas, pintar, dan kritis baru saja kehilangan ibunda tercintanya. Murung dan duka serta sedih tidak bisa terhapus sedemikian mudahnya. Terutama bila melihat kawan-kawannya dijemput dan dibelai serta dipeluk. Hebat bila kemudian bisa cepat pulih dengan segera meminta pengganti. Apa ini solusi terbaiknya?!

Ayahanda tercintanya sampai sakit kepala sendiri menghadapi anak bungsu tercintanya ini. Bukannya tidak ingin memberikan yang terbaik, namun memang tidak mudah menggantikan seseorang yang penuh cinta di hati yang juga penuh dengan cinta. Biarpun ada yang datang merayu.

Saya ingin bercerita kepadanya tentang apa yang dialami oleh seorang anak yang pernah seumur dia, yang juga kehilangan ibunda tercintanya. Bahkan sejak dia baru saja lahir.

Anak ini tumbuh dan besar tanpa kasih sayang dan belaian dari ibunda. Ayahanda tercintanya pun tidak bisa setiap saat ada menemani. Hidupnya selalu sendiri. Merasa sepi di antara segala keramaian. Merasa hampa di antara manja dan juga sejuta tawaran manis.

Sampai kemudian dia pun mencari ibunda pengganti. Berharap bisa mendapatkan yang selama ini tidak pernah dia dapatkan. Segala usaha dikerahkan untuk selalu menjadi yang terbaik, termanis, terhebat. Hanya untuk bisa mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari mereka yang dianggapnya bisa menggantikan.

Ada satu masa di mana kemudian dia menyadari, bahwa semua itu tidak ada artinya. Bukan itu sebetulnya yang dicari. Ibunda tidak mungkin bisa tergantikan. Oleh siapapun juga. Dengan apapun juga. Bukan diganti namun ditambah. Itu menurutnya yang benar.

Saya sangat tertarik dengan “tambah”-nya ini. Hmmm….

Setelah kemudian saya pikirkan lagi, ternyata saya sangat setuju dengannya. Menambah berarti tidak mengurangi. Tidak menghilangkan segala yang pernah ada. Tidak juga kemudian harus merasa harus dihilangkan ataupun ditutupi. Membiarkannya selalu ada. Bahkan akan terus bertambah dan bertambah lagi. Apalagi jika kemudian ditambahkan lagi. Bila memang ada cinta di sana, pasti akan sungguh luar biasa rasanya.

Sayang, janganlah terlalu keras terhadap diri sendiri. Biarkan ibundamu selalu ada menyapamu selalu. Biarkan segala rasa itu tetap terus ada. Jangan pernah takut untuk menghadapinya. Dia selalu mencintaimu dan yakinlah selalu kalau dia memang ada. Dia selalu tersenyum dan membelaimu. Dengan dan penuh cinta.

Mencari pengganti bukanlah sebuah solusi. Bukanlah sebuah hal yang mustahil bila kemudian justru menjadi masalah. Biarkanlah waktu bicara. Sayangilah dirimu. Penuhilah dirimu dengan cinta. Cinta tidak perlu dikejar. Rasakan dan nikmati cinta itu. Cinta akan selalu ada di dalam dirimu. Bila memang ada waktu dan kesempatan diberikan untuk bisa mendapatkan “tambahan”, maka waktu itu akan datang. Sabar, ya, sayang!!! Semua yang terbaik akan selalu diberikan oleh-Nya.

Ayahanda, isilah selalu diri dan dirinya dengan segala cinta dan semua yang terbaik untuknya. Jangan pernah hilangkan semua rasa itu dengan menutupinya. Biarkanlah semuanya bertambah dan terus bertambah. Cinta itu sungguh indah. Nikmatilah segala cinta itu.

Tulisan ini saya persembahkan untuk Ega tersayang juga ayahanda serta kakak-kakaknya tercinta. Semoga saja diterima. Selalu ada cinta dari saya untuk semua. Cinta saya untuk semua.

Semoga bisa bermanfaat!!!

Salam,

Mariska Lubis

11 Maret 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Jiwa Merdeka and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Mami Baru?! Sabar, Ya, Nak!!!

  1. Bahagia Arbi says:

    Terimakasih untuk cintamu, kakakku. semoga engkau baik2 saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s