Cewek Cantik: Manusia, Malaikat, dan Setan Ngegosip

SEORANG perempuan melenggang puspita di hadapan manusia, malaikat, dan setan yang sedang bergosip ria.

Manusia : “Wuihhhh!!! Siapa, tuh?
Malaikat : “Bidadari yang mana, tuh, yang turun?”
Setan : “Wah, itu, sih, ratunya kampung saya! Si manis jembatan Ancol bukan?”
Manusia : “Sok tahu!!! Dia itu kembangnya daerah saya!!!”

Malaikat : “Semerbak harum mewangi, dong?! Hehehe….”
Setan : “Nggak, ah! Lihat saja caranya meliuk-liuk!”
Manusia : “Namanya juga perempuan!!! Please, deh, ah!!!”
Malaikat : :Iya, nih, dasar setan! Piktor aja!!!”
Setan : “Iiiihhhh!!!! Memang dia menggoda, kok! Sengaja menggoda, tahu!!!”
Manusia : “Memang menggoda juga, sih!
Malaikat : “Ya, Tuhan!!!! Kuatkan iman saya!!!”
Setan : “Eeehhhh!!! Dibilangin juga!!! Lihat, deh, body-nya!!! Sluurrrpppp!!!”
Manusia : “Asyik kali, ya, punya istri seperti dia.”
Malaikat : “Belum tentu, ah!!! Siapa tahu enaknya hanya dipandang doang?!”
Setan : “Kalau belom dicoba, mana tahu juga?”
Manusia : “Memangnya baju? Main coba-coba!!!” Malaikat : “Perlu juga, sih!!! Tapi apa dulu yang dicoba?”
Setan : “Test drive seru kali, ya?”
Manusia : “Gile!!! Mana berani saya? Nanti minta bayaran pula?!”
Malaikat : “Kalau yang di tes imannya, masa, sih, minta bayaran?”
Setan : “Hari gini, mana ada yang gratis?!”
Manusia : “Kalau cuma traktir-traktir doang, sih, sangguplah!!!”
Malaikat : “Lagian, masa, sih, kalau sama-sama suka harus hitung-hitungan?”
Setan : “Dihitunglah!!! Pengeluaran harus sebanding dengan pemasukan!!!”
Manusia : “TTM aja, kali ya?”
Malaikat : “Apa enaknya, sih, main-main? Serius dikit kenapa?”
Setan : “Kan, lumayan daripada nggak ada?!”
Manusia : “Maunya, sih, serius, tapi apa dia mau serius juga?”
Malaikat : “Itu, kan, tergantung dari niatnya kita juga.”
Setan : “Cuapeeekkkk, deh!!! Kalo sudah beneran barangnya oke, boléhlah!”
Manusia : “Saya, sih, sebetulnya cukup dapet yang cinta. Cantik, kan, relatif.”
Malaikat : “Itu, dia, tuh!!! Cinta, sayang, tulus, dan ikhlas. Muantaaappp!!!”
Setan : “Asal nggak ujung-ujungnya nggak ketemu cinta yang lain saja!!!”
Manusia : “Saya apa dia?”
Malaikat : “Dua-duanya kali!!! Sama-sama harus saling menjaga, dong?!”
Setan : “Yah, biarkan dia setia. Kalau pria, kan, boleh lebih dari satu. Kalau ada
yang lebih oke, kenapa tidak?!”
Manusia : “Repot, ya?”
Malaikat : “Nggaklah, masa gitu aja repot?!”
Setan : “Enjoy aja lagi!!!”

Susah, ya, jadi perempuan. Serba salah!!! Begini salah, begitu salah. Di mata manusia begini. Di mata malaikat begitu. Di mata setan… waduuuhhhh!!!! Yang benar harusnya bagaimana, sih?! Apa harus sempurna di mata semuanya?!

Buat saya, sebagai perempuan yang ogah repot, peduli setan, deh!!! Apa enaknya hidup tergantung dari penilaian orang. Masa harus jaim terus, sih? Malas banget, deh!!! Kapan saya bisa menjadi diri saya sendiri, dong?

Hanya saja, bukan berarti terus kita bisa seenak udel-nya juga. Masih ada norma dan etika sebagai seorang manusia dengan kodratnya sendiri yang harus tetap dijaga dan dipegang teguh. Ada tanggung jawab yang harus ditanggung baik terhadap diri sendiri, keluarga, orang lain, bangsa, negara, dan Sang Pencipta tentunya.

Kayak masak aja, deh, yang gampang! Berkarier bukan berarti nggak oke kalau bisa masak, kan? Bukan untuk suami!!! Buat diri sendiri dan anak-anak!!! Mau anaknya makan masakan orang lain terus yang tidak terjamin kualitas dan mutunya?! Mahal, sih, mahal, tapi siapa yang tahu isinya benar atau tidak? Tapi, terserah, deh!!!

Yang pasti, setiap orang, siapapun itu, mau perempuan atau pria, sama-sama sebaiknya menjadi diri sendiri. Bukan menjadi orang lain atau ingin menjadi yang “dilihat” dan “dianggap” orang lain. Namun, jangan kebablasan juga!!! Tahu batasan antara yang baik dan benar, yang buruk dan yang salah, yang patut dan layak, yang menguntungkan dan yang merugikan, bukanlah sesuatu yang bisa kita abaikan begitu saja. Mencari tahu apa maksud dan arti keberadaan kita di dunia ini pasti akan menjawab semuanya.

Kalau saya perempuan yang lewat tadi, saya pasti akan teriak, “Sssshhhhh!!! Shut up, please!!!”. Hehehe….

Salam,

Mariska Lubis

Repost Kompasiana.com 12 Oktober 2009

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Jiwa Merdeka, Mimpi, Perubahan and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Cewek Cantik: Manusia, Malaikat, dan Setan Ngegosip

  1. Meddy Danial says:

    ehm, bisa nyoba test drive? hahahahahaha. wakakakakak

  2. ferie says:

    keren baget cerita nya…pas buat drama nie…comedy

  3. Pingback: Rok Mini dan Kejahatan Seksual | Bilik ML

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s