The Reasons dan Alasan

Those who thee who write in English and others. Whether, in thus their purpose,s and their own reasons for falling in it; or whether the simply wished to reward the lavishness, and permit themselves another glimpse of an intellectual Indonesian so picturesquely embodying the type familiar to English and other languages. I am sure some do doubt while others do not understand at all. A few who have true heart.

Membaca beberapa tulisan menggunakan bahasa asing membuat saya bingung. Ada yang memang isinya jelas dan memberikan banyak manfaat tetapi lebih banyak lagi yang tidak jelas maksud dan tujuannya. Tata bahasanya pun tidak karuan. Bikin tambah pusing saja. Iya, sih, memang yang berbahasa Indonesia juga masih banyak yang tata bahasanya semrawut. Hanya saja ini jadi pertanyaan buat saya. Kalau bahasa sendiri masih berantakan, kenapa bahasa yang lain, ya?! Lain ceritanya kalau memang bahasa asing itu merupakan bahasa ibu. Yah, itu, sih, mau bagaimana juga.

Yang paling saya bingung, mereka yang menulis ini ada di antaranya yang mengaku sangat cinta bangsa dan negara. Malah mengaku sebagai anak Indonesia. Nah, lho?! Kalau memang cinta, kenapa justru berkesan tidak bangga, ya?! Apa memang ini hanya bertujuan untuk unjuk gigi bahwa dengan mampu berbahasa asing, berarti juga memiliki intelektualitas yang tinggi?! Bisa saja, kan?! Wong, pemimpin kita saja lebih bangga pakai bahasa asing. Wajarlah kalau para pengagumnya ngekor. Asal jangan kemudian menolak mengakui sebagai pengagum saja. Ikut-ikutan menuding dia pula. Aneh!!! Tidak konsisten!!! Apa jangan-jangan nggak tahu juga konsistensi itu apa?!

Berbeda dengan yang dituliskan oleh Inge, misalnya. Saya melihatnya sebagai salah satu usahanya untuk mengajarkan yang lain berbahasa Inggris yang baik dan benar. Bahasa Inggris yang digunakan sangat terstruktur dan rapih. Ini sangat baik. Yang namanya mengajarkan dan berbagi pengetahuan, dan dengan niat yang tulus, rasanya juga berbeda. Lebih menyenangkan untuk disimak.

Belajar bisa dijadikan alasan, namun ini juga membuat saya bertanya lagi. Sudah tahu masih belajar, kok, nyeleneh?! Semakin bingung saya. Sebenarnya apa, sih, alasan yang sebenarnya. Jujur saja kenapa?! Susah, ya, jadi orang jujur?! Belajar dulu, dong. Sampai tuntas!!! Jangan tinggi hati!!! Nyeleneh, sih,mudah!!!

Sengaja saya tuliskan paragraf pertama menggunakan bahasa Inggris. Siapa tahu saja buat mereka yang memiliki alasan menggunakan bahasa Inggris agar maksud dan tujuannya lebih mengena, biarpun tidak ada isinya sama sekali, tidak jelas juga maksud dan tujuannya, bisa lebih mengerti apa yang saya maksud bila menggunakan bahasa Inggris. Siapa tahu saja juga, bahasa Indonesia saya tidak bisa dimengerti dan dipahami dengan baik.

Saya sama sekali tidak menentang siapapun untuk menggunakan bahasa apapun. Saya sendiri belajar beberapa bahasa asing dan juga menggunakannya. Namun apa semua yang dipelajari itu harus benar-benar dipelajari. Apa yang digunakan juga harus yang benar. Semua maksud dan tujuan serta alasannya harus jelas. Niat baik bisa terbaca dengan mudahnya. Niat tidak baik apalagi!!!

Saya juga mengajak semua untuk tidak pernah melupakan bahasa Indonesia. Selalu gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Begitu juga bila menggunakan bahasa daerah. Gunakan bahasa daerah yang baik dan benar. Jangan asal!!! Jangan hanya bilang “saya orang Indonesia saja”, ya?! Tunjukkan dan buktikan kalau memang orang Indonesia yang bangga dan cinta terhadap negara tercinta ini. Tulisan dan bahasa bisa menjadi saksi!!!

Yah, tulisan ini, sih, hanya sekedar unek-unek dari saya saja.  Mau nulis pakai bahasa apa saja, ya, monggo!!! Saya hanya ingin Kompasiana ini tetap menjadi rumah yang sehat. Bukan dijadikan ajang untuk pamer dan bersaing secara tidak sehat. Memalukan sekali bila di sini ada yang merasa lebih dari yang lain. Apalagi alasannya tidak jelas juga. Iya, kalau lebih?!

Di sini kita semua saling belajar!!! Tidak ada yang lebih!!! Kita semua sama!!!

Semoga saja kita semua mau sama-sama terus belajar, ya!!! Dengan dan untuk alasan apapun juga belajar itu sangat bermanfaat.

Salam,

Mariska Lubis

20 Maret 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Seni Menulis and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to The Reasons dan Alasan

  1. kul says:

    bangga berbahasa indonesia itu belum tentu bisa berbahasa indonesia dengan benar, lho…

  2. Bahagia Arbi says:

    Ada sebuah pepatah bijak bagi kita ingin belajar bahasa asing, “Kenali Bahasa Nasional Anda sebaik mungkin sebelum berkenalan dengan Bahasa orang lain.”

    • bilikml says:

      sepakat banget dengan kata-kata bijak itu… agar memiliki dasar dan landasan yang kuat atas pola pikir dan cara pandang.. sehingga tidak terpengaruh dan memiliki jati diri…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s