Platonic Love

Illustrasi: my space.com

BEDA sama Atomic Love yang meledak-ledak seperti bom atom. Maunya seks terus!!! Platonic Love benar-benar murni cinta!!!

Ceritanya ada sepasang muda-mudi yang saya pikir memiliki pandangan sangat mendalam atas apa yang mereka sebut dengan cinta.

“Kenapa, ya, bercinta itu harus berarti making love?”
Hmmm… kritis banget!!! Good!!!
“Kami pikir, bercinta itu berbeda sekali dengan ML?”
Apa yang beda?

“Bercinta itu bukan ML!!! Tanpa ML pun bisa bercinta!!!”
Oke….
“Sedangkan ML belum tentu bercinta!!! Bisa saja karena nafsu belaka!!!”
Setuju banget, deh!!!
“Makanya kami benar-benar serius bercinta, tetapi tidak mau ML dulu.”
Bagus, dong!!!
“Kami ingin merasakan cinta yang benar-benar cinta, tanpa embel-embel nafsu.”
Wah… dalam banget, ya?!

Saya sampai salut banget sama pasangan ini. Hari gini gitu, lho?! Jarang-jarang ada yang mau berpikir sampai sejauh dan sedalam itu. Masih muda lagi!!! Yang sudah merasa tua dan dewasa saja masih banyak yang nggak bisa mikir sampai ke sana. Hebat pisan, euy!!! I love you, Jang!!! I love you, neng geulis!!!

Menurut saya, sih, inilah yang disebut dengan Platonic Love. Sebuah hubungan yang tidak dipengaruhi oleh nafsu dan keinginan seksual. Bisa saja terjadi dalam hubungan persahabatan, persaudaraan, dan juga hubungan antara sepasang kekasih. Kalau sudah menikah, kayaknya nggak mungkin, ya?!

Istilah ini dipopulerkan oleh Marsilio Ficino, seorang pakar asal Florentine, Italia, pada abad ke 15, yang merupakan akronim dari “Amor Socraticus”. Diambil dari hasil dialog Plato, yang berjudul “The Symposium”. Ngedongeng dikit boleh, ya?!!

Adalah Eros, anak dari Aphrodite (Dewi Cinta Yunani) dan Ares (Dewa Perang Yunani), yang mungkin juga anak dari pria yang lain… hehehe… belom jelas juga!!! Tapi Ares yang paling sering disebut-sebut. Eros menikah dengan seorang perempuan bernama Pysche, yang telah dikutuk oleh Aphrodite, yang sebal karena kecantikan abadi seorang Psyche, dan membuat manusia meninggalkan altarnya untuk memuja seorang manusia cantik. Psyche kemudian dikutuknya untuk jatuh cinta dengan pria terjelek di dunia. Eros sendiri sangat mencintai wanita itu, walaupun akhirnya pergi meninggalkan istri tercintanya itu yang dianggapnya telah berhianat dengan pria lain, walaupun dia juga tahu kalau ini semua terjadi akibat hasutan saudara Psyche sendiri yang merasa cemburu terhadap mereka berdua.

Eros dan Psyche, bila dikombinasikan kedua nama itu, bila diterjemahkan dalam bahasa Yunani dan Latin, artinya adalah jiwa atau pemikiran, atau kedua-duanya. Eros kemudian dipuja dan menjadi perlambang cinta seorang pria, masih dipercaya juga sebagai bagian dari misteri cinta. Sedangkan Psyche, tetap dipuja sebagai wanita cantik, yang terus menerus mencari kekasihnya, melahirkan anak buah cinta mereka berdua, yang diberi nama Voluptas. Voluptas sendiri artinya bisa kesenangan bisa juga seks. Singkat arti dari semua nama-nama itu adalah, menurut saya, jiwa dan pemikiran yang menghasilkan kesenangan, baik dalam bentuk seks ataupun dalam bentuk kesenangan lainnya.

Kayaknya kepanjangan, nih, kalau diterusin!!! Intinya aja, deh, ya!!! Plato menggambarkan kedua pasangan ini sebagai “penggunaan” tepat atas apa yang disebut dengan cinta. Mengarahkan sebuah perasaan cinta ini untuk mendorong inspirasi, pemikiran, jiwa, dan arah serta tujuan hidup ke sesuatu yang sifatnya spiritual. Apresiasi terhadap cinta membuahkan keindahan dan menghasilkan apa yang disebut sebagai kesucian. Makanya, Platonic Love itu sangat indah dan luar biasa. Sangat suci, sakral, dan dipenuhi dengan aroma spiritual yang sangat dalam, dahsyat, dan luar biasa.

Saya sungguh sangat berharap bahwa Platonic Love ini bisa membuka mata mereka yang ingin sekali benar-benar merasakan cinta yang sesungguhnya. Tidak ada kenikmatan lain di dunia ini selain bisa menerima rasa cinta, memberi rasa cinta, dan menerapkan rasa cinta itu dalam kehidupan sehari-hari.

Salam,

Mariska Lubis

18 okt 2009

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Mimpi, Perubahan and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s