Seri Mariska Lubis 1: Pengen Lama? Pakailah Helm…

“Ndol! Jadi ke acara launching bukunya mbak Mariska Lubis gak. Beritanya udah ada di koran Kompas tuh?”, tanya mas Hendra di dalam lift kantor.

“Jadi mas, ini juga mau ke FX Plaza”.

“Lah, udah jam 5. 15 sore neh”

“Iya, tahu mas. Habis gimana lagi, kerjaan baru kelar”

“Buruan sono. Naik ojek aja biar cepet. Jangan lupa titipan pertanyaan gua yah”, katanya lagi sambil berbisik.

“Siip”, kataku sambil tertawa kecil.

“Jangan di tertawain dong dong”, kata mas hendra sambil bersungut.

“Iya ya… maaf”, jawabku kali ini dengan senyum yang ditahan.

Memang sepertinya pertanyaan mas Hendra adalah pertanyaan lazim semua laki-laki. Pertanyaan tentang bagaimana membuat ‘lama’ dalam berhubungan dengan istrinya. Tak sedikit rekanku yang berkisah tentang problem ‘baru kulonuwun sudah pamitan ini’. Nah, kebetulan sekali, tulisanku di Kompasiana sudah sangat di kena diantara rekan-rekanku. Walau aku tahu, sebenarnya mereka melihat tulisanku cuman sebagai selingan saja. Karena sebagian dari mereka malah membuka lapak mbak Mariska Lubis dahulu. Maklum, pemuja rahasia mah memang gayanya kebanyakan begitu.

Memang dunia per-sex an itu seperti kisah ilmu perdukunan. Penuh misteri, lika liku dan kesannya sangat tabu. Namun di lapak mbak Mariska beda, dunia per-sex an tampak lebih elegan dibahas. Mendidik tanpa mesti vulgar. Nah, berhubung kebanyakan temanku sungkan bertanya masalah ‘Edi Tansil’ ini secara langsung, makanya mereka nitip soal pertanyaan kepadaku. Ya sudah, okelah kalau begitu.

Tak lama aku sudah keluar dari kantor dan berdiri di samping pintu pagar. Heran juga, tidak biasanya gerombolan ojek tidak banyak bergerombolan sore ini. Sepertinya mereka masih belum kembali dari stasiun mengantar karyawan lain yang lebih dulu minta diantar.

“Bos, ke Gambir gak!”, tanya bang Ojek saat datang dan melihatku berdiri mematung di samping pagar.

“Ya iyalah. Lama amat baliknya?”, tanyaku kesal.

“Macet bos. Gimana neh, jadi jalan ke Gambir?”

“Bukan ke gambir, FX Plaza Senayan. Buruan yah, udah jam 5.30 neh. Jam 6 sore mesti udah sampai”

“Siap bos! Emang ada apa-apa buru-buru”, katanya riang sambil tumben-tumbenan memberikan helm buluk dan berbau sengit itu kepadaku.

“Ada peluncuran buku tentang Sex!, makanya buruan!”

“Wuih, Sex ya bos… “, katanya sambil tersenyum cengengesan, ciri khas orang yang masih berfikir Sex itu porno.

Dasar!

……….

“Duh bang! Udah jam 6.05 neh. Telat deh acaranya”, kataku kesal.

“Maaf bos, tahu sendiri lah. Macet begini”, katanya membela diri.

“Yaelah bang, biasanya macet bisa cepet kalau pas ke Gambir”

“Wah beda itu bos, kan kalau ke Gambir nggak pakai Helm”

“Lah, apa hubungannya?”

“Ya kalau gak pakai Helm kan takut Polisi makanya ngebut aja bos. Makanya cepet nyampainya”

“Lah tahu begitu mendingan tadi nggak usah pakai helm dong”

“Wah nggak berani bos, ntar kecelakaan lagi. Susah deh tanggung jawabnya”, jawabnya sambil tetep cengengesan.

“Ah, ngeles aja lu. Neh ongkosnya!”, kataku sambil menyodorkan ongkos ojek yang rada dilebihin.

“Makasih bos!”, kata abang Ojek dengan wajah yang bersinar-sinar. Maklum, tarifnya beda dari biasanya. Tarif plus-plus.

Sesampainya di lobbi FX Plaza, aku menemui meja Informasi dan bertanya lokasi acara launching bukunya mbak Mariska Lubis sambil terengah-engah karena sedikit berlari-lari.

“Dilantai 3 pak. Naik eskalator itu saja. Tapi kayaknya sudah bubar tuh acaranya”, jelas mas Satpamnya.

“Yaaaah, ojeknya parah. Lambat bener”, keluhku tanpa sadar.

“Kenapa ojeknya lambat pak, macet?”, tanya Satpam mendengar keluhku.

“Iya, tapi ya mestinya bisa kelak kelok ama naik trotoar lah. Ini kagak. Malah saya di suruh pakai Helm pas gonceng. Makanya santai kalau jalan. Sudah gak khawatir ditilang ama Polisi kali”, jelasku sedikit kesal.

“Wah, kalau gitu tadi mendingan kasih tahu dia aja kalau Helm dia gak ada embos SNI pak, pasti kenceng lagi tuh. Bisa ditilang tuh”, katanya memberi saran.

“Ah iya yah, knapa nggak mikir begitu yah?”. Kataku dalah hati, sambil memaki-maki kebodohan ku sendiri.

Dan betul sekali, acara launcing buku nya sudah bubar jalan. Yang tersisa cuman bangku-bangku kosong dan layar proyektornya. Menguap sudah mimpi bertemu kang Pepih dan bang ASA. Padahal pengen juga bertemu sosok aslinya. Mosok cuman lewat tulisan atau telefon saja. Untung saja masih tampak Engkong Ragile, Neng Flora, Vira Clasic dan beberapa teman Kompasioner lainnya sebagai obat kecewa.

Hmm, tampaknya aku tidak perlu terburu-buru berdukanya. Sepertinya masih ada rejekiku juga malam itu. Aku masih sempet bertemu dengan mbak Mariska Lubis, lengkap dengan pak Prayitno Ramelan yang sedang berdiri. Ah lumayan, bisa beli buku langsung dari mbak Mariska lengkap dengan tanda tangan dan foto-fotonya. Dengan pak Pray juga, akhirnya mimpi foto bareng beliaupun terwujut dengan indahnya. Rencananya, fotonya bakal aku cetak gede-gede buat di pajang di rumah. Pasti keren kayaknya.

Ratu ML sejagat

Pak Prayitno Ramelan, Bapak Blogger Kompasiana. Berhubung saya juga bloggr KS, boleh dong ngaku2 itu bapak saya. heheheh

Memang, kadangkala nggak semua yang lambat dan lama itu menjengkelkan. Apalagi berurusan dengan bidangnya mbak Mariska Lubis. Iya tho?

Bahkan saking pengennya lambat dan lama, mas Hendra pun sampai pakai acara titip-titip tanya begitu. Berhubung telat dan saking senengnya disana, jadi lupa deh ama pesanan titipan pertanyaan mas Hendra. Ya sudah kalau ntar ditanya mas Hendra di kantor, aku jawab aja kalau disuruh pakai ‘helm’ saja. Cuman nggak ngerti, ‘helm’ nya mesti pakai cap emboss SNI atau kagak.

‘Helm’ bikin lama, SNI???

………………..

Bersambung ke seri 2….

[Jakarta, 20 Juni 2010]

Oleh: Hazmi Srondol

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Buku Mariska Lubis, Mariska Lubis and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s