Gila, Kok, Dilarang?!

Illustrasi: archive.kaskus.usGila atas apa dulu, nih?! Gila seks seperti saya apakah bisa dibilang buruk?! Kenapa harus selalu menjadi buruk?! Kenapa kita tidak boleh gila?! Apakah karena gila?! Apa,dong?!

Alangkah mudahnya kita untuk menilai segala sesuatunya. Memang mudah, sih?! Siapa bilang sulit?! Apalagi menilai yang lain. Kalau menilai diri sendiri, nah, itu baru lain ceritanya. Sulit banget, kan?!

Gila itu sendiri sakit jiwa atau sakit ingatan. Makanya orang gila suka melakukan sesuatu yang tidak biasa sebagaimana mestinya dan berbuat yang bukan-bukan dan seringkali tidak masuk di akal. Bisa jadi kemudian menjadi terlalu dan kurang ajar. Padahal bisa juga ini terjadi karena terlanda perasaan sangat suka. Iya, nggak?! Lantas apa karena sangat suka lalu menjadi gila?! Apa ini salah?! Kenapa dilarang, dong?!

Dulu, orang yang menderita authism dianggap gila. Sekarang, apakah masih dianggap gila?! Kenapa kemudian bisa tidak dianggap gila?! Apa hanya karena ilmuwan gila yang terus tergila-gila mencari kebenaran atas hal ini?! Siapa, dong, yang gila kalau begini?! Katanya gila, tapi kenapa digila-gilai?! Gila, kok, dipercaya?!

Sama juga dengan Van Gough. Seorang pelukis yang pada masanya dibilang gila dan masuk rumah sakit jiwa karena gila. Lalu kemudian lukisannya justru menjadi luar biasa. Sangat digila-gilai. Harganya menjulang tinggi. Menjadi rebutan orang-orang gila yang tergila-gila dengan lukisannya. Pertanyaannya, apa benar Van Gough itu gila?! Kalau memang dia gila, kenapa dia bisa sampai menghasilkan karya yang digila-gilai? Apa justru karena dia gila?! Mungkin saja, kan?! Pertanyaan selanjutnya adalah, siapa yang menilainya gila pada waktu itu?! Kenapa kemudian sekarang terbalik, mereka justru yang dibilang gila?! Padahal dulu mereka pasti menganggap mereka yang sekarang itu gila?! Jadi, gimana, nih?!

Saya juga sering dibilang gila. Saya nggak marah kalau dibilang gila. Memang gila, kok?! Paling saya senyum dan tertawa-tertawa sendiri. Dasar, gila!!! Yang saya bingung justru pernah ada pria yang paling rajin mengatakan saya gila justru naksir saya. Saya jadi bingung?! Katanya gila, kenapa naksir, dong?! Yang gila yang mana, nih?! Naksir, kok, orang gila?! Maunya apa, sih?! Hehehe….

Saya memang gila. Saya gila seks. Seks membuat saya gila. Saya tergila-gila dengan seks. Seks membuat pikiran saya gila. Benar-benar gila!!! Ada banyak sekali ide gila muncul gara-gara seks. Yang pastinya bisa membuat orang lain gila juga. Gimana nggak gila?! Benar-benar gila, kok!!! Mana ada, sih, orang menemukan Tuhan lewat seks?! Kalau bukan orang gila, apa lagi?!

Yang paling menarik perhatian saya dalam urusan gila ini adalah para dukun. Mereka acapkali disebut gila. Kalau dipikirkan lagi, mereka itu memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan budaya dan kehidupan sosial di negara ini. Mereka memang tidak bisa dianggap eksis dalam dunia yang sama seperti halnya kaum pekerja karena sebagai penguasa dunia supranatural, mereka ada di tengah-tengah. Di dunia yang juga gila. Bayangkan posisi mereka yang berada di antara para penguasa politik dan perekonomian di negara ini dengan kita-kita yang sering juga disebut sebagai masyarakat lapisan menengah dan bawah. Apa nggak gila, tuh?! Herannya, kenapa mereka bisa turut serta mengendalikan, ya?! Siapa yang gila, sih, sebenarnya?! Saya suka bingung sendiri!!!

Nah, yang paling gila menurut saya adalah urusan tuding-menuding antara orang gila. Yang satu bilang yang itu yang gila. Yang satu lagi justru sebaliknya. Sama-sama menuduh yang lain itu gila. Kalau sudah tahu gila, kenapa masih juga ditanggapi, ya?! Bukannya jadi ikutan gila?! Kok, mau, sih, jadi gila?! Memangnya lebih enak jadi gila, ya?! Apa ini alasan untuk bisa digila-gilai?! Membuat yang lain jadi tergila-gila juga?! Katanya gila itu dilarang, tapi kenapa malah jadi membuat yang lain gila?! Yang gila itu yang mana?!

Kalau sudah begini, jadi beneran gila, deh!!! Ya, nggak?! Ayo garuk-garuk kepala bersama!!! Kan, sama-sama gila?! Hehehe….

Menurut saya, gila itu seharusnya tidak dilarang, gimana juga mau melarangnya?! Apa bisa dilarang?! Bagaimana caranya?! Mungkin bukan dilarang kali, ya, tetapi diawasi dan dikendalikan. Biar kalau sudah terlalu parah, harus diobati. Diobatinya jangan sama yang gila juga. Nanti malah tambah gila lagi. Bisa tambah repot nantinya!!!

Maksud dari tulisan saya ini adalah agar kita semua bisa memahami dan mengerti apa itu gila agar kita tidak dengan mudahnya menilai. Selalu ada sisi lain di balik sisi yang satu. Apa tidak boleh gila karena terlalu sayang dan cinta terhadap bangsa dan negara ini?! Berani menjadi gila karena ingin terlepas dari yang biasa dianggap semestinya?! Berbeda dari yang biasanya?! Mungkin sekarang dibilang keterlaluan dan kurang ajar tetapi siapa yang tahu esok hari nanti?! Bisa saja justru menjadi terbalik, kan?! Menjadi yang sangat digila-gilai dan membuat semua tergila-gila.

Marilah kita semua belajar untuk bisa berpikir sekreatif mungkin. Segila mungkin!!! Silahkan saja!!! Hanya ingatlah selalu bahwa kegilaan yang dilakukan harus berguna dan bermanfaat bagi semua dan tidak dijadikan sarana untuk merusak dan menghancurkan. Gunakan kegilaan ini untuk membawa kemakmuran dan kesejahteraan bangsa dan negara. Jangan takut menjadi gila bila itu benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Biarlah dianggap gila!!! Kebenaran akan selalu terjawab pada saatnya nanti.

Jadilah manusia modern!!! Jangan Primitif!!! Susah Kalau Primitif!!!

Semoga tidak menjadi gila dan dirawat di rumah sakit jiwa, ya!!!

Salam,

Mariska Lubis

28 Februari 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Dari Hati, Jiwa Merdeka, Perubahan, Politik and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s