Bermain Politik Seksual Saja Deh, Yuk!!!

Lebih seksi!!! Lebih mengundang!!! Lebih menggairahkan!!! Orgasmenya juga lebih dahsyat!!! Biarpun mungkin harus ada gonjang-ganjing, tapi nikmatnya bisa dirasakan bersama-sama. Yuuuukkkkkk!!!

Saya pusing memperhatikan apa yang terjadi di Kompasiana sekarang ini. Membuat kepala saya semakin gatal dan gatal dan gatal terus. Garukan pun sepertinya tidak bisa memberikan kepuasan menggaruk yang paripurna. Jadi garuk-garuk terus, deh!!!

Ditambah lagi sekarang adalah akhir pekan dan malam minggu. Bukannya seharusnya menjadi waktu untuk membuat semuanya menjadi lebih tenang dan damai?! Saat di mana hanya ada cinta dan nafsu?! Ditambah rindulah!!! Biar lebih afdol. Hehehe….

Saya, sih, hanya ingin agar apa yang sebaiknya dirasakan di akhir pekan ini bisa benar-benar terasa. Mana enak kalau terus tidak terasa dan tidak bisa merasakan yang seharusnya dirasakan. Apalagi hanya gara-gara urusan yang seharusnya juga tidak perlu terlalu sampai dipentingkan. Menikmati apa yang dirasakan itu sendiri saja belum bisa, kenapa harus mementingkan yang dipentingkan?! Mana yang lebih penting?! Bagaimana juga bisa menjadikan itu penting bila sendiri saja belum bisa dipentingkan?!

Di lain sisi saya juga tidak ingin menyingkirkan keinginan atas apa yang dinamakan berpolitik dan politik. Soalnya, harus diakui, saya juga suka. Saya senang sekali memainkan bidak di atas papan catur. Saya juga senang bermain monopoli. Tidak lupa scrabble dan jigsaw puzzle. Seru, sih!!!

Supaya sesuai dengan misi dan tujuan yang saya inginkan, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba mengajak semua untuk berpolitik seksual. Berpolitik dengan menggunakan seks yang sensual agar dapat menjadikan hubungan seksual menjadi lebih dahsyat dan luar biasa. Bagaimana?! Ada yang mau ikutan?!

Kita mulai dengan memegang tubuh sendiri, ya?! Bisa, kan?! Bisa, dong?! Nggak mungkin nggak bisa. Tubuh sendiri, kok!!! Kalau bisa sambil berhadapan dengan kaca seukuran tubuh, itu lebih baik.

Sekarang, coba telusuri seluruh bagian tubuh, mulai dari rambut, wajah, leher, dada, perut, terusssss ke bawah sampai ke ujung kaki. Pakai satu tangan ya. Mulai dengan tangan kanan. Sudaaahhhh?!

Bila sudah, kita mulai lagi dengan tangan kiri. Lakukan hal yang sama dan rasakan di mana tempat yang paling dianggap sensual. Memiliki daya tarik seksual yang paling menonjol. Memiliki juga sensitifitas yang sangat tinggi alias sangat merangsang secara seksual.

Kalau masih belum yakin, sekarang coba minta pasangan Anda untuk melakukannya. Saya tidak perlu membahas pasangan yang mana dan bagaimana ya?! Saya yakin semua sudah bisa mengerti.

Mintalah dia untuk menelusuri tubuh Anda dengan tangan kanannya. Persis seperti apa yang Anda lakukan sebelumnya. Bimbing dia untuk bisa mengetahui alur dan jalan yang Anda lewati sebelumnya. Kalau sudah, minta dia melakukannya sekali lagi dengan tangan yang lain.

Jangan berdiskusi dulu, ya!!! Pejamkan saja mata dan nikmati dulu!!!

Untuk bisa membandingkan apa yang Anda rasakan dan dia rasakan, sebaiknya lakukan hal yang sama terhadap tubuh pasangan Anda. Mintalah dia menelusuri tubuhnya. Telusuri juga tubuhnya setelah itu, ya?!

Kalau sudah, sekarang silahkan bicara. Sama-sama saling menunjukkan di mana tempatnya?! Yang ini?! Yang itu?! Di sana?! Di sini?!

Untuk lebih memastikannya lagi, harus dites dong, ya?! Ehmmm….Bagaimana cara mengetesnya?! Itu pasti pertanyaan selanjutnya. Mudah. Tiup!!! Hembuskan saja nafas yang dikeluarkan dari mulut di tempat-tempat itu. Kalau mau lebih akurat lagi, rasakan baunya lewat hidung dengan cara menciumnya perlahan-lahan. Nikmati aromanya. Hmmm….

Selanjutnya, terserah kalian berdua, ya!!! Semoga sukses sampai puncaknya!!!

Ini adalah salah satu permainan politik seksual. Di mana ada banyak sekali permainan politik yang menggunakan seks yang sensual agar bisa selalu bergairah dan selalu bercinta sekaligus bisa mencapai puncak kenikmatan bercinta bersama-sama. Sensasional, kan?! Masih mau permainan politik seksual lainnya?!

Selamat mencoba!!!

Salam,

Mariska Lubis

4 April 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Mimpi, Pendidikan Sosial and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s