Gelisah Menanti Saat Bercinta

Duduk salah berdiri juga salah. Apalagi kalau tiduran di kamar sendirian. Semakin kacau, deh!!! Pikiran semakin melayang-layang. Perasaan pun semakin nggak karuan. Yang paling nggak tahan, sih, ya, yang satu itu!!! Sudah berontak dia!!!

Pagi itu dingin berkabut. Matahari seharusnya sudah menampakkan diri. Entah kenapa sepertinya dia sedang menggoda. Membuat diri kebingungan sendiri. Dia sedang tidak ada di sisi, sih!!! Biarpun dia sudah berjanji hanya untuk sebentar saja pergi. Dia akan segera kembali untuk bercinta dengan diri ini. Jadilah kemudian menanti dengan penuh harap.

“Sayang.”

“Ya, cinta.”

“Rindu.”

“Rindu apa rindu?”

“Dua-duanya.”

“Wow!”

“Iya, nih! Bagaimana, dong?!”

“Bercinta kita.”

“Mau!”

“Yuk!”

“Hmmm….”

Itu waktu dia ada. Makanya pas dia pergi sebentar saja jadinya nggak karuan, deh! Sudah terlanjur larut dan siap siaga duluan. Hasrat sudah tidak bisa dibendung lagi. Keinginan itu terasa sangat menggoda. Tidak bisa juga untuk dihindari. Tidak mungkin juga untuk dialihkan. Benar-benar sudah tidak tahan!!!

Saya yakin hampir setiap pasangan pernah merasakan hal yang sama. Apalagi kalau masih baru, ya?! Wah, susah banget, deh, kalau harus dipisahkan. Maunya nempel terus!!! Habis mau bagaimana juga. Asyik, sih?!

Situasi seperti ini seharusnya terus dijaga. Tidak hanya saat masih baru saja. Semua ini agar keharmonisan tetap terjaga. Rasa cinta tetap tertanam. Rindu pun menjadi semakin tidak bertepi. Sungguh sangat menyedihkan bila tidak terjadi lagi. Apalagi bila tidak segera disadari. Kemungkinan untuk menjadi semakin jauh pun semakin besar. Apalagi kalau kemudian ada godaan dari yang lain. Aduuuuhhh!!! Nggak mau!!! Nggak boleh!!! Cinta banget, nih!!!

Bercinta adalah salah satu pengikat hubungan antara pasangan. Harus dilakukan dengan benar dan dengan kesungguhan. Nafsu memang harus ada. Ini sangat manusiawi. Tidak usah dipungkiri. Namun bagaimana menyatukan semua unsur yang terkait di dalamnya, itulah yang harus selalu diperhatikan. Jangan asal bercinta. Bercinta itu besar sekali pengaruhnya. Baik terhadap diri sendiri dan juga pasangan. Bila tidak dilakukan dengan benar dan tanpa kesungguhan hati, tidak akan berarti apa-apa. Hanya tubuh saja yang terpuaskan. Yang lain bagaimana?! Kalau semuanya sudah terpenuhi, kegelisahan menanti saat bercinta itu pun tidak akan pernah berhenti. Selalu ingin dan ingin selalu. Tidak akan pernah ada habisnya.

Sama juga halnya bercinta dengan tanah air tercinta. Tidak boleh asal bercinta. Harus benar-benar dilakukan dengan benar dan harus pula dengan segala kesungguhan di dalam hati. Setengah-setengah tidak akan membuat dia, mereka, dan kita semua mencapai puncak kenikmatan itu. Masa, sih, harus menunggu lebih lama lagi?! Gelisah terus menerus bisa berhaya, lho!!! Bisa membuat semuanya semakin berontak tak karuan dan juga tak menentu. Namanya juga sudah kalap!!! Apapun bisa saja terjadi, kan?!

Oh, ya! Selalu bangkitkan juga semua kenangan indah lama yang pernah terjadi di antara berdua. Entah apapun itu bentuknya. Seperti yang dilakukan oleh seorang pria tampan dan baik hati yang pernah memberikan sepucuk surat cinta untuk saya.

Dia bertanya apakah surat itu masih tersimpan. Tentu saja masih, dong!!! Siapa yang bisa melupakan surat cinta dari seseorang yang menuliskan kata “Dear Mariska” di dalam hatinya dengan sangat luar biasa indahnya. Masih terbayang dalam ingatan bagaimana seluruh jiwa dan raganya dicurahkan untuk merangkaikan kata-kata mutiara yang terurai dengan indahnya hanya untuk saya seorang. Alamak!!!

Semoga saja tulisan ini bisa membuat kita semua bisa menerima kegelisahan itu namun bisa juga menumbuhkan rasa cinta itu dan bisa terus bercinta dengan benar dan penuh kesungguhan. Saya ingin selalu ada cinta. Cinta itu tidak boleh tidak pernah ada. Harus selalu ada dan ada selalu.

Saya sangat mencintaimu, sayang!!! Amat teramat sangat!!!

Mmmmmuuuaaahhhhhhhh!!! Selalu ada sejuta mmmmuuuuaaaahhhhh untukmu, tercinta!!!

Selamat gelisah dan menantikannya selalu!!!

Salam,

Mariska Lubis

NB: Buat yang merasa… Psssttt...!!! Ini antara kita saja, ya!!! Terima kasih sudah memberikan cintamu itu untuk saya.

27 Februari 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Jiwa Merdeka, Mimpi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Gelisah Menanti Saat Bercinta

  1. vinnz says:

    Artkelnya soft seducing dan persuasif edukatif.. Great!

    Vinnz

  2. satrio utomo says:

    mantap kakaku sayang ….semoga ada selalu cinta untuk kakak selmat berkarya…adik salut tulisan tulisan kakak

  3. Nice Blog, Mbak…
    Tulisannya Juga.

  4. Bahagia Arbi says:

    gelisah itu..datang dan pergi. hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s