Rindu Itu…

Illustrasi: dianprayoga.blogspot.com

Ada yang bilang bikin pusing kepala. Ada juga yang bilang bikin jadi nggak mood. Tapi banyak juga yang bilang itu menyenangkan. Bahkan bisa membuat dunia menjadi lebih bersinar terang. Rindu… hmmmm….

Jadi teringat masa-masa waktu masih remaja dulu. Ketika masih berseragam abu-abu putih. Segala sesuatunya sangatlah menyenangkan. Yang bikin pusing paling hanya masalah uang saku dan pacar. Itu pun tidak terlalu menjadi masalah karena tertutup dengan bermain, bergaul, dan belajar. Rindu nggak, sih, masa-masa itu?!

Teringat juga saat harus tinggal sendirian di negeri orang. Tidak ada keluarga ataupun sahabat. Benar-benar sendirian. Apalagi pas Hari Raya datang. Biasanya ada ketupat, kerupuk udang, kue keju. Waaaahhh!!! Yang namanya rindu kampung halaman benar-benar terasa sekali!!! Kalau tidak memikirkan biaya, pasti sudah langsung pergi ke bandara dan beli tiket pulang, deh!!!

Nah, bagaimana dengan rindu dengan kekasih hati dan belahan jiwa? Wow!!!

Sepasang kekasih yang sedang dimabuk dengan cinta. Berjauhan dalam jarak namun terasa selalu dekat di dalam hati. Rasa rindu terus semakin mendera. Siang pun menjadi malam dan malam pun menjadi terang. Semuanya terasa begitu indah sekaligus menyakitkan. Tak jarang air mata pu kemudian berlinang. Berharap rindu itu bisa segera terobati. Pertemuan adalah obat. Namun keterbatasan waktu dan jarak memaksa semuanya harus tertunda.

Kemudian pertanyaan pun timbul di dalam hati, apakah rindu itu harus selalu ada? Sesak rasanya bila harus terus merasakan rindu yang tertahan.

Banyak sekali yang mengeluh tidak kuat menahan rasa rindu itu. Bahkan tak jarang yang akhirnya kemudian berusaha keras untuk membunuh rasa rindu itu. Apakah kemudian membuahkan kenikmatan? Bukankah justru lebih banyak menghasilkan dusta dan nestapa? Merenungi nasib dan kesalahan. Takdir pun kemudian dipermasalahkan.

Seorang pemuda berusaha keras mematikan rasa rindunya terhadap kekasih hatinya yang telah menikah dengan pria lain. Menghilangkan segala rasa yang pernah ada. Berusaha menepis segala ingatan serta kenangan indah yang pernah terjadi. Alasannya? Takut tidak bisa. Tidak bisa apa? Tidak bisa menahan diri untuk tidak ingin menghadirkannya kembali ke dalam kehidupannya.

Kenapa harus takut menghadapi itu semua? Kenapa juta harus mempertanyakan takdir dan menyalahkan semua yang telah terjadi. Hidup adalah sebuah kenikmatan dan rindu adalah bagian dari hidup. Jangan pernah takut untuk merasa kehilangan kembali hanya karena ingin menghadirkannya kembali. Hadapilah semuanya dengan penuh kejujuran dan ketulusan hati. Keindahan dari rasa itu akan lebih terasa keindahan dan kenikmatannya. Memberikan pandangan yang lebih luas dan positif terhadap diri sendiri dan juga masa depan. Menjadikan sebuah keyakinan tersendiri di dalam jiwa, bahwa semua itu ada dan nyata. Sebuah proses pembelajaran dalam menghadapi kehidupan.

Bagi saya, rindu itu indah. Saya sangat menikmati keindahan dari rasa rindu itu. Saya tidak akan pernah mau menghilangkan rasa rindu itu. Rindu membuat saya bisa lebih menikmati dunia dan alam semesta ini. Menjadikannya sebagai sebuah alunan musik tersendiri di dalam hati. Getarannya yang sangat menggelora itu bisa membuat seluruh makhluk ciptaan-Nya bersorak sorai bergembira.

Seseorang pernah menyampaikan rasa rindunya kepada angin. Melambaikan tangannya dan berbisik meminta agar angin menyampaikan rasa rindunya. Angin pun menjawabnya. Meniupkan angin kerinduannya dan menyampaikannya lewat dedaunan hijau yang ada di setiap pucuk pepohonan. Rasa rindu itu pun kemudian ditiupkan kembali oleh angin dan menyentuh yang sedang dirindukan. Hembusan angin lembut menerpa sekujur tubuhnya. Merasakan rindu dari seseorang yang sangat merindukannya.

Indah banget nggak, sih?! Aduuuuhhhh!!! Terbayang jadi yang sedang rindu dan menjadi yang dirindukannya itu…. Aaaaahhhhhh!!! Nggak bisa bicara apa-apa lagi, nih!!!

Nikmatilah, ya, rasa rindu itu. Bawalah rasa rindu itu ke dalam hati dan jadikan rindu sebagai sebuah energi yang bisa memberikan gairah dalam kehidupan.

Selamat merindukan yang dirindukan!!! Selamat juga menjadi yang dirindukan!!!

Salam,

Mariska Lubis

14 Januari 2010

Catatan:

Biar lebih afdol, lanjutkan, ya, ke: Rasa Rindu oleh Bahagia Arbi

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Mimpi and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Rindu Itu…

  1. Evie Purnama says:

    ah M…rindu memang nikmat…dan aku selalu menikmatinya setiap hari…sangat menikmatinya..Tak ada salah dalam merindu..tku..

  2. Pingback: Hari-hari Penuh Cinta dan Rindu | Bilik ML

  3. Mef0611 says:

    Dia tak akan pernah bisa bertahan untuk berjauhan dengan kekasihnya.keinginannya sulit terbendung.selalu ingin berdekatan dan berada dalam dekapan sang kekasih, dekapan penuh kedamaian dan ketentraman.Setiap saat hatinya terpaut olehnya,kata-kata tak sanggup mewakili perasaan hatinya.Dia sangat… sangat menyayanginya Sanggupkah dia bertahan untuk tidak menyapanya walau hanya sehari saja??love changes life…I miss You …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s