Perilaku Seksual

SEBETULNYA perilaku seksual itu apa, ya?

Ya, itu!!! Yang itu, tuh!!! Mesum, deh!!! Porno, ah!!! Tabu!!! Maksiat!!! Jorok!!! Amoral!! Kayak Binatang!!!

Oh ya?! Masa, sih? Apa betul??? Coba dekripsikan lebih lanjut!!! Hehehe….

Perilaku seksual, bila dijabarkan, adalah kegiatan seksual manusia yang berupa pengalaman seksual dan ekspresi atas seksualitas mereka. Banyak banget memang ragam dan rupanya, termasuk di dalamnya adalah bagaimana menarik perhatian lawan jenis, interaksi dengan lawan jenis, kontak fisik dan ataupun kontak emosi. Nggak berarti harus berhubungan intim atau melakukan masturbasi. Jadi, nggak jorok, kan? Nggak porno? Tergantung kegiatannya saja!!! Toh, kita pasti pernah melakukannya!!!

Memang, sih, di budaya seperti di Indonesia, kegiatan seksual hanya bisa diterima dan dianggap sah bila sudah dalam ikatan perkawinan. Padahal biarpun sudah menikah pun, masih bisa terjadi kegiatan seksual yang ilegal, seperti pemaksaan atau pemerkosaan dan kekerasan dalam rumah tangga. Tapi, ya, sulit juga kalau bicara soal norma dan budaya. Hmmm….

Masalahnya, kepuasan seksualnya itu selalu dideskripsikan sebagai orgasme. Yah, kalau bicara soal orgasme, tentu saja berhubungan erat dengan hubungan intim dan maturbasi. Tidak ada lagi, kan?! Sementara kepuasan lain seperti berhasil merayu atau mendapatkan pacar, itu tidak masuk dalam hitungan. Gimana, dong?!

Bila dibandingkan dengan hewan dan tumbuhan, intelegensia manusia dan lingkungan sosialnya yang sedemikian kompleks, perilaku seksual manusia jauh lebih rumit. Namun, menurut saya, tidak bisa disamakan begitu saja dengan perilaku binatang atau tumbuhan. Masalahnya, binatang dan tumbuhan melakukannya lebih berdasarkan insting untuk bereproduksi, makanya waktu-waktunya juga tertentu. Tergantung musim kawinnya kapan!!! Beda dengan manusia, yang setiap saat ada dan tidak harus ditujukan untuk reproduksi semata, tetapi kebanyakan, sih, untuk kepuasan dan kesenangan. Makanya, kemudian, terjadilah berbagai kegiatan seksual yang sudah tidak masuk di akal dan tidak memakai hati nurani lagi. Murni nafsu, tok?!! Nggak juga!!!

Seperti uraian atau penjabaran dari seksualitas manusia yang ada di dalam buku-buku ilmu psikologi, ”Perilaku seksual manusia tidak bisa didorong hanya karena insting atau tujuan yang sama dan pasti, seperti yang biasa dilakukan oleh binatang, tetapi lebih dipengarhi oleh kekuatan aktivitas mental dan oleh sosial, budaya, pendidikan, serta karakteristik lingkungan tempat orang itu lahir, dibesarkan, dan tinggal, yang sangat mempengaruhi pribadi setiap orang. Oleh karena itulah, analisa seksual harus dilakukan dari berbagai sektor perkembangan yang berbeda seperti emosi, kemampuan bersosial dan berkomunikasi. “

Masalah etika, moral, norma, baik budaya, agama, dan sosial yang ada di dunia ini juga berbeda-beda di setiap tempat. Tidak perlu di beda negara, antar daerah di Indonesia saja berbeda-beda. Contohnya saja bila di kebanyakan tempat di Indonesia, perawan itu lambang kesucian, di sebuah tempat di daerah Timur Indonesia ada yang menganggap darah perawan itu menjijikkan. Makanya, kalau ada gadis yang masih perawan, kalau hendak menikah, harus dibuat tidak perawan dulu. Bukan dengan calon pengantinnya, lho!!! Tetapi dengan orang yang mau!!! Kalau perlu dibayar pula!!! Gimana, tuh?!!!

Rumit, ya?!!! Banget, kalau kata saya, sih!!! Namun untuk bisa mengerti dan mempelajarinya lebih lanjut, kita harus bisa menghilangkan dulu segala persepsi negatif tentang masalah ini. Kalau nggak, ya, kita nggak akan pernah bisa objektif baik dalam menilai maupun mengambil sikap. Buat saya pribadi, dalam mempelajari semua ini, yang paling penting adalah soal tujuan. Baik untuk tujuan terhadap kepentingan pribadi maupun untuk kepentingan orang banyak. Berat memang!!! Mental, ego, dan emosi harus selalu dikendalikan. Tapi saya yakin kalau tujuannya baik, semua pasti bisa terlaksana.

Bagaimana dengan Anda???

Salam,

Mariska Lubis

21 okt 2009

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Pendidikan Sosial and tagged , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Perilaku Seksual

  1. Nus says:

    Perilaku seksualku?? Aku lebih menikmati hubungan dengan pasangan perempuan yang lebih tua. Bukan karena apa-apa, seks menjadi lebih menyenangkan ketika aku dan pasanganku tuh “selaras”. Selaras soal minat, pemahaman serta rasa yang tercermin dalam pembicaraan yang egaliter, seru, hangat dan intim. Kok ya kebetulan, keselarasan itu lebih banyak bisa didapatkan dengan pasangan yang lebih tua.

    Apa yang terjadi jika tiada keselarasan? Aku masih normal kok, masih bisa terangsang oleh lekuk tubuh hasil kombinasi yang oke akan kedalaman dan tonjolan. Aku hanya tidak bisa membayangkan jika kebersamaan kami hanya diisi oleh aktivitas ranjang belaka karena ketidakselarasan di luar aktivitas tersebut.

    So sorry to say, ada suatu masa ketika aku menyebut perempuan-perempuan yang hanya selaras di atas ranjang sebagai “Perempuan 1-2 Malam.” Jangan marah! Perempuan-pun bisa menggunakan istilah “Lelaki 1 -2 Malam” untuk memberikan istilah bagi lelaki yang hanya bisa memberikan kepuasan di atas ranjang. Syukur-syukur bisa bikin puas… Gimana kalo ternyata Edi Tansil? “Lelaki 1 – 2 Menit” dah jadinya…

    Seharusnya kaum lelaki menangkap pesanku di atas sebagai peringatan untuk tidak membuat komitmen (pacaran/pernikahan) jika hanya atau lebih berdasarkan pada ketertarikan fisik. Insyaallah, ga bakal langgeng deh tuh hubungan. Lha wong, menurut saya, enaknya sex tuh lebih karena goyangan dan keliaran. Kualitas fisik hanya berpengaruh pada detik-detik pertama. Itu kenapa kalo punya pasangan yang cakep n sexy tapi malas bergoyang dan menggelinjang lagi mengerang, hampir pasti ranjangnya dengan cepat akan dingin membeku cerminan sex yang hambar nan membosankan.

    Untuk itulah, kalopun kurang lincah di atas ranjang, berikanlah nilai tambah pada diri di luar ranjang. Pribadi yang simpati dan menarik (Ingat! Banyak sekali faktor menarik) lagi cerdas dan memiliki integritas.
    Laki-laki dengan kepribadian itu, meski tidak terlalu handal di atas ranjang, hanya perlu berlatih menggoyangkan lidah selincah dan selama mungkin serta berlatih menahan kesabaran untuk tidak buru-buru memasuki relung kewanitaan pasangannya sebelum tubuh pasangannya mulai bergetar.

    Itulah yang aku lakukan jika aku sedang tidak ingin berlama-lama intercourse. Aku akan pastikan pasanganku dah meledak terlebih dahulu karena lidah dan gerayangan tanganku. Nah, kebetulan juga jika pasanganku lebih tua 5 – 15 tahun (usia 40 – 50 tahun), entah kenapa mereka sangat menikmati yang namanya “oral” dan bisa orgasme berulang kali hanya karena aktivitas itu. So, giliran intercourse barang 15 – 30 menit, semua pihak sungguh terpuaskan. Itulah perilaku seksualku…

    • bilikml says:

      Wowww… sungguh saya sangat salut padamu!!!

      Kenapa?! Jarang sekali orang mau menjadi jujur dan mengakui semua ini… lebih banyak yang jaim dan lalu berpura-pura atas semuanya… saya selalu salut kepada mereka yang berani untuk jujur dan berterus terang… tidak ada seorang pun yang bisa merasakan puncak kenikmatan orgasme bila tidak ada kejujuran di dalamnya.. bukan hanya kemampuan fisik dan permainan saja… tetapi sangat dibutuhkan jiwa yang bebas dan merdeka untuk meraih dan mendapatkannya… dan kejujuran adalah kuncinya…

      Tentunya ini semua tidak terlepas dari tanggung jawab juga… dan dengan menceritakan ini semua.. bagi saya adalah salah satu yang menunjukkan bahwa dirimu memiliki jiwa yang besar untuk bertanggungjawab atas dirimu sendiri…

      sungguh saya sangat senang sekali… aduuuhhhh…. luar biasa!!!

      terima kasih banyak… salam hangat selalu untukmu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s