Ukuran Bukan Masalah, Sayang!

BIARPUN besar tapi tak mampu menggetarkan dunia, lebih baik kecil tapi benar-benar membuat bumi berguncang!

Jadi ingat sebuah film independen karya sutradara Brazil. Judulnya lupa, namanya pun lupa. Sudah lama, sih! Namun isinya sangat membekas di hati saya. Ceritanya tentang kehidupan pelacur jalanan di sana. Ada banyak kisah pelacur yang berbeda-beda, namun yang paling membekas adalah cerita tentang seorang pelacur “berpengalaman” yang memiliki banyak sekali pelanggan. Antriannya puanjaaaanggg banget!

Diperlihatkan bahwa pria-pria yang ngantri, datang dari berbagai kalangan yang berbeda. Ada yang tua, ada yang masih remaja, ada yang ganteng, kebanyakan, sih, jelek, ada yang bersih, ada yang kumal dan kusam, ada yang bertubuh besar dan kekar, ada juga yang kurus kerempeng seperti orang penyakitan. Wah, pokoknya macam-macam, deh, bentuk dan jenisnya.

Sang sutradara sangat pintar membuat penontonnya penasaran dengan memberikan sepenggal potongan cerita saja yang kemudian bersambung dan terputus lagi. Sepertinya dia sengaja membuat penontonnya menduga-duga siapa gerangan pria yang berhasil membuat pelacur itu mencapai kepuasan? Dan dia berhasil. Saya sudah menebak yang ini, teman saya yang itu, sampai kami berdebat segala. Hehehe…

Ternyata, di penghujung cerita, ditunjukkanlah bahwa pemenangnya adalah…. Jreng-jreng… Seorang pria gendut, kumal dan kusam, penuh dengan keringat, dan botak pula! Huahahahaha…. Siapa yang sangka coba?!! Dan sambil tersenyum, pelacur itu pun menolak bayaran dari pria gendut itu sambil berkata, “Kamu benar-benar tahu bagaimana caranya!” Wuiiiihhhhhhh!!!!! Hebat banget, ya! Pelacur senior saja bisa sampai bilang begitu coba!

Pria bertubuh amat sangat tambun itu sepertinya tidak mungkin punya ukuran penis yang besar. Malah kayaknya dia kerepotan kalau harus melihat penisnya sendiri. Di mana, ya? Apa masih ada? Di sini bukan? Hehehe… Soalnya, ada benarnya mitos tentang pria gendut memiliki ukuran penis yang kecil. Sebetulnya bukan kecil, tetapi menyusut. Lemak membuat pangkal penisnya menjadi “bengkak” dan menutupi sebagian pangkalnya. Makanya, jadi kelihatan lebih pendek. Padahal nanti kalau berat badannya turun pun akan “memanjang” lagi dan bila berat badannya sudah normal, ukurannya pun akan normal kembali.

Ya sudahlah, kita kembali ke topik utama. Kekhawatiran pria akan ukuran penisnya seringkali sangat mengkhawatirkan. Masalahnya, jadi nggak pede dan justru membuatnya semakin terpuruk. Makin tidak memuaskan, maksudnya. Padahal rasa percaya diri itu penting banget, lho! Membuat pria jadi lebih keras, lebih lama, dan lebih berani mencoba berbagai macam posisi berbeda. Inilah yang bisa membuat dunia wanita berputar!!!

Ukuran penis pria Asia yang normal adalah antara 4 cm sampai dengan 15 cm saat ereksi. Kalau kurang dari 4 cm, baru boleh bingung! Kalau lebih dari 15 cm, jangan berbangga hati dulu! Bila tidak tahu posisi yang benar, bukannya bikin pasangan Anda bahagia, tapi justru merasa kesakitan dan tersiksa. Selama Anda masih berukuran normal, tidak perlu khawatir. Pasti bisa membuat pasangan Anda orgasme! Titik syaraf yang paling sensitif di dalam vagina cuma berjarak sekitar 3 cm dari pintu masuknya, kok! Nyampe, dong! Makanya, jangan buang waktu dan energi hanya buat mikirin ukuran saja, mendingan juga memikirkan teknik dan caranya. Ya, kan?

Perlu digarisbawahi bahwa posisi dan cara yang bisa membuat Anda cepat puas belum tentu bisa membuatnya puas juga. Butuh penjajakan, eksperimen, dan komunikasi dengan pasangan Anda untuk bisa menemukan posisi dan “titik” yang paling pas bagi kalian berdua. Jangan takut salah! Terus saja mencoba! Nanti juga kalau sudah ketemu slag-nya, pasti bakal heboh! Bukan hanya dunia dan bumi yang bergetar dan berguncang. Kalau perlu seluruh alam semesta dan jagat raya ini pun turut bergoyang!!! Hehehe….

Salam,

Mariska Lubis

Repost Kompasiana.com 24 September 2009

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Mimpi, Pendidikan Sosial and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

11 Responses to Ukuran Bukan Masalah, Sayang!

  1. Zaldeeho says:

    waah senang sekali baca urian ini. Artinya bagi yang memiliki ukuran kecil jangan berkecil hati. Memang benar komunikasi, rasa cinta dan kasih sayang kepada isteri/suami bisa mendapatkan kepuasan kok. Dijamin bisa berkali-kali, meski sang lelaki hanya bisa sekali.

  2. Bahagia Arbi says:

    yg penting..daya tahan dan goyangannya hehe

  3. raden says:

    Penis saya panjangnya 12 cm, tapi ternyata mampu membahagiakan istri dan pacar saya🙂
    Kebetulan pacar smpt punya pengalaman dg org lain yg penisnya lebih panjang, namun ternyata tdk bisa memberikan kepuasan..

  4. raden says:

    Menurut sy, asal penis normal, sisanya adl kemampuan menahan diri, skil jari dan lidah dan faktor emosi🙂 Bgmnpun, seks sangat indah jika dibarengi dg rasa sayang dan cinta🙂
    Mariska, tolong diulas dong titik2 sensual yg membangkitkan hasrat wanita. Dari 2 org wanita yg sy kasihi, mereka punya perbedaan titik2 sensual. Yg satu hampir seluruh tubuhnya bs terbangkitkan dg sentuhan dan kecupan (punggung tgn, punggung, jari tangan, pangkal paha, leher, telinga, belakang telingan, dll)..yg satunya lagi hanya di belakang telinga, dan paha saja..

  5. aduh senang sekali tulisannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s