“Anak Saya Suka Masturbasi, Gimana, Dong?!”

SEORANG teman tergopoh-gopoh membawa anaknya yang paling besar, umur 18 tahun, datang ke rumah saya.

Gini, lho, Ka! Dia itu suka masturbasi! Dua hari yang lalu saya melihatnya sendiri! Ampun, deh! Makanya saya seret dia ke sini. Biar dia tahu! Itu, kan dosa!”

Huahahahhahaha…. saya tertawa dalam hati membayangkan wajah pria itu saat ke-gap. Wajah ibunya itu pun pasti tidak kalah kacau balaunya. Terbayang wajah paniknya! Hehehe… Kasihan, tapi! Ini adalah salah satu bukti kurangnya pengetahuan sang ibu soal pendidikan seks untuk anak.

Saya kemudian mengajak anak itu bicara. Ibunya tentu saja saya persilahkan menunggu di ruangan lain. Wajahnya merah dan tertunduk malu.

“Malu, ya?!”
“Iya, M!”
Dia memanggil saya M juga, karena dari kecil sudah sering bermain dengan saya.
“Mama gimana, sih?! Sebel!!!”
“Sudahlah, dia, kan maksudnya baik. Jangan marah, ya!”
“Ngapain coba dia harus bawa saya ke sini segala! Memangnya nggak bisa apa papa yang ngomong aja!
“Papa kamu, kan, sibuk, sayang! Dia kapan coba pulang? Masih semingguan lagi, kan?”

“Memangnya nggak bisa telpon?”
“Iya juga, sih, tapi sekarang kamu sudah di sini. Apa salahnya kita bicara dulu? Nanti papa kamu juga akan bicara kalau dia sudah pulang.”

Saya bisa merasakan apa yang ada di dalam pikirannya. Sedih. Malu. Kesal. Jengkel. Gado-gado berontak, kalau istilah saya.

Saya mengatakan padanya bahwa saya tidak menyalahkan dia untuk marah ataupun untuk melakukan masturbasi. Adalah perbuatan yang sangat wajar bila itu dilakukan oleh pria, terutama yang masih dalam usia “eksplorasi” seperti dia. Malah justru aneh kalau dia tidak pernah melakukannya??? Pasti ada kelainan!!!

Saya hanya menyarankan bahwa sebaiknya dia tidak terlalu sering melakukannya saja karena pengaruhnya bisa cukup besar bagi kesehatan dan perkembangan psikologisnya. Saya juga menceritakan bahwa ada kemungkinan penis menjadi luka, sakit, dan lecet karena terlalu sering masturbasi. Selain itu, bila sudah lebih dewasa nanti dan menikah, bisa mengakibatkan dia menderita yang namanya Premature Ejaculation alias ejakulasi dini, di mana penis menjadi amat sangat dan terlalu sensitif bila menyenggol ataupun masuk ke tempat yang seharusnya karena sudah terbiasa dengan tangan.

“Kalau kamu tidak percaya, silahkan hitung dengan stopwatch berapa lama waktu yang kamu perlukan untuk mencapai orgasme setiap kali kamu melakukan masturbasi. Pasti semakin lama akan semakin lama juga waktunya.”

Iseng banget kali, ya, ngukur waktu segala! Hehehe… Tapi ya, walaupun itu benar, saya, kan, harus memberinya sedikit tantangan juga! Biar dia tahu kalau itu benar!

Saya bilang juga kalau masturbasi itu sama dengan membohongi diri sendiri, karena orgasmenya palsu! Bukan beneran! Otak dibohongi sama kamu sendiri! Kalau keseringan dibohongi akhirnya gimana? Otak pasti akan berontak juga, kan? Makanya nggak sedikit yang akhirnya jadi ketagihan dan menjadi “obses” ingin melakukannya terus menerus. Otak dan kepalanya hanya dipenuhi dengan keinganan untuk melakukan seks… seks… dan seks. Tidak bisa lagi konsentrasi melakukan pekerjaan yang lain. Sekolah kacau, kerja berantakan. Pacar pun malas dekat-dekat pria berotak ngeres. Belum lagi rasa bersalah yang selalu menghantui setiap kali habis melakukannya. Kalau pas melakukannya, sih, mana ingat?! Asyik-asyik saja! Hal ini bisa membuat seseorang menjadi punya perasaan minder dan takut serta rasa kesepian yang sangat mendalam. “Apa kamu mau jadi orang seperti itu?”.

“Kalau mimpi basah, M?”
“Itu, sih, biarin saja! Normal dan wajar! Mendingan kamu nunggu mimpi basah saja yang lebih alami.”
“Tapi, kan, rasanya beda, M?”
“Tapi, kan, fungsinya sama. Sama-sama buat ngebersihan pipanya kamu?”
“Pipa? Memangnya di penis ada pipa?”
“Kalau nggak ada pipa, darimana sperma dan penis kamu keluar?”

Ampun, deh! Jengkel rasanya! Bukan sama itu anak, tapi sama orang tuanya. Gimana, sih???

Saya juga menyarankan dia untuk menghentikan kebiasaan menonton film porno, baca majalah dewasa, ataupun browsing dan lihat-lihat gambar seperti itu di internet. Biar otaknya nggak kecuci sama yang begitu-begitu itu! Lebih baik energinya dipergunakan untuk aktivitas lain yang lebih berguna dan bermanfaat.

“Kok, M tahu?”
“Ya, iyalah! Apalagi, sih, yang kamu lakukan kalau sedang di kamar sendirian! Biarpun dilarang juga, pasti ngumpet-ngumpet! Ngaku, deh!”
“Hahaha… iya, M!”

Baguslah dia bisa mengerti, setelah itu tinggal saya bicara dengan ibunya, yang pastinya lebih panjang dan lebih ruwet lagi. Saya juga mencoba bicara dengan bapaknya supaya bicara “Man to Man” dengan anaknya. Soalnya sama-sama punya penis, kan? Sama-sama pernah bermain dengan penis juga, kan? Hehehe….

Salam,

Mariska Lubis

Repost Kompasiana.com 30 September 2009

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Mimpi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

19 Responses to “Anak Saya Suka Masturbasi, Gimana, Dong?!”

  1. Sugeng says:

    Meskipun aku juga pernah melakukan (bahkan sampai sekarang sebagai selingan dengan istri saat haid) namun kalau membayangkan anak lelaki saya ketahuan melakukan hal seperti itu, bingung juga bagaimana harus bersikap. Mungkin harus banyak membaca artikel2 yang membahas masalah ini biar bisa mengambil sikap dari sekarang apabila mengalami sendiri.😳
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    • bilikml says:

      seringkali kita memang sulit untuk melihat fakta dan kenyataan bahwa mereka sebenarnya melakukan hal yang sama dengan yang kita lakukan. semoga saja tulisan ini bisa membantu…

      salam hangat selalu dari Bandung…

  2. sri says:

    lha kalau itu dilakukan anak usia 10 th gimana mbak? normal gak? terus gimana menasehatinya? trim’s.

    • bilikml says:

      setiap anak biasa melakukan eksplorasi tubuhnya termasuk organ genitalnya, dan inisangat normal sekali. namun sebaiknya juga diberi pengetahuan tentang kesehatan terutama soal kebersihannya yang harus dijaga. beritahulah padanya bahwa itu adalah salah satu organ vital yang penting untuk masa depan danjuga untuk kesehatan.

      alihkan perhatiannya dengan mengalihkannya kepada kegiatan yang lain yang menarik perhatiannya. usahakan agar sisi kreatifitasnya ditingkatkan dan atur pola konsumsi makanannya agar jangan berlebihan.

      semoga bermanfaat.

  3. Bahagia Arbi says:

    Martusbasi;Masalah Anak Muda! hehe….

    kehormatan kita butuh dijaga, jangan gunakan senjata sembarangan..salah kokang bisa berabeeee..hahaa….sasaran jadi tak tepat lagi saat harus digunakan bila berperang. hehehe.ini artikel yg penting buat remaja. Thanks!

  4. Ampun says:

    Aduhhhhh gmna ne mbak ?
    saya mah sering banget masturbasi gitu. . . saya kan cewe jadi saya takut kalau vagina saya nanti nya lecet atau gak perawan lagi . . hnya karna saya sring memainkan nya . . apalagi wktu saya phone sex. ampe” basah gitu. . bisa” shari saya 5x ampe crottt ny. .
    aduhhh saya jadi bingung sndri ne.

  5. Green09 says:

    Senang bs membaca artikel ini. Sy pun trkadang kewalahan memberikan jawabam kpd anak2 didik sy, yg relasinya dg ortu g deket. Tp dlain pihak mengucap syuku mrk msh mau brtny. Sebaik apapun jwbn yg diberikan oleh guru atw org dewasa lainnya g akan bs sebaik jwbn dr ortu. Oleh sebab itu ortu jg harus blajar lbh byk utk info2 mengenai hal2 ini. Dibcrakan dlm ranah keluarga seharusnya bukan hal yg tabu kan?! Thx bwt artikelnya🙂

    • bilikml says:

      Sepakat sekali. Orang tua adalah guru pertama dan yang seharusnya paling tahu apa yang mereka butuhkan dan perlukan. Sayang sekali masih banyak orang tua yang merasa tabu membicarakan hal ini dan menyerahkan begitu saja tanggung jawab mereka kepada guru dan juga orang lain. Jika mereka kemudian salah informasi maka tentunya hal ini sama saja dengan menjerumuskan. Kalau nanti kenapa-kenapa, anak lagi yang disalahkan dan orang tua tidak mau introspeksi diri…

      salam hangat dan semoga bermanfaat.

  6. jadi ingat masa muda hahhaaha….
    bagus banget!

  7. ahmadi says:

    masalahnya enak kali

    • bilikml says:

      Yang enak belum tentu baik kan?

      • dodi says:

        bagaimana cara saya ngejelasin ke orang tua kalo saya ketahuan masturbasi saya cuma takut kalo ortu saya marah ..
        saya kan melakukannya soalnya terpengaruh kata kata tmn dan masih dalam masa puber.
        saya agak takut kalau hubungan sama maa saya sedikit canggung karena saya ketahuan masturbasi .
        trims

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s