Bercinta di Dunia Maya

LEBIH mengasyikkan? Lebih menggelora? Membuat hati menjadi dag dig dug tak karuan. Membayangkan apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Terus dan terus ada di dalam benak dan pikiran. Jadi kepikiran terus, deh!!! Ya, kan?

Ini sebenarnya lagu lama. Sudah dimulai sejak jaman chatting masih baru-baru dikenal. Awalnya mungkin waktu masih jaman nge-break di era tahun ‘80-an. “Break.., satu, dua, tiga,… di sini Mama Lima. Roger…, roger…, apa bisa dikopi, ganti?” Hehehe…. Masih ada yang ingat nggak? Banyak banget, tuh, yang buntutnya jadi pacaran dan selingkuh di sana. Mau cuma di udara ataupun di kopi darat.

Teknologi kemudian semakin canggih. Nge-break berganti dengan chat online. Dimulai dari IRC, ICQ, dan Yahoo, yang tujuan awalnya adalah untuk membangun komunitas di dunia maya serta memudahkan orang untuk berkomunikasi. Cuma, ya, dasar orang, teknologi semakin canggih tapi perilaku, sih, tetap saja sama. Bahkan menurut saya, dengan adanya facebook, YM, dan sejenisnya, justru malah membuat orang semakin heboh bercinta di dunia maya. Apalagi sekarang, kan, sudah ada fasilitas kamera dan microphone. Semakin menjadi, deh!!!

Memang patut diakui bahwa dengan bercinta di dunia maya, semua fantasi liar kita bisa tercurahkan di sana. Kita bisa menjadi apapun yang kita inginkan dan kita juga bisa mendapatkan apapun yang kita inginkan. Walaupun hanya sebatas obrolan, gambar, dan desahan, tetapi sangat mampu membangkitkan birahi. Ngaku, deh?! Mau jadi pria paling ganteng sedunia atau perempuan paling cantik dan heboh seantero jagat raya pun bisa. Jadi yang paling baik dan paling jahat pun tidak masalah. Yah, namanya juga dunia maya. Apapun bisa saja terjadi di sana. Persis seperti badut saja. Bersembunyi di balik tawa, senyum, topeng dan kostum. Sementara apa yang di balik semua itu, siapa yang tahu?!

Saya pernah membahas soal yang satu ini di artikel lama yang berjudulSelingkuh di Facebook? tetapi kejadian terus saja berulang sehingga saya merasa terpanggil untuk menuliskannya lagi. Dalam kemasan yang berbeda tentunya!!! Hehehe….

Seorang perempuan muda menangis. Dia bilang baru saja putus dengan kekasihnya. Walaupun perjalanan cintanya itu baru berjalan tiga bulan, tetapi dia merasa sangat berat sekali. “Habis, dia baik banget, Mbak! Perhatiaaaannnnn banget!!! Dia juga sangat pengertian. Dia tahu apa yang saya butuhkan dan inginkan,” katanya.

Dia juga bercerita panjang lebar tentang apa yang telah mereka lakukan di dunia maya. Mulai dari ngobrol, curhat, sampai melakukan seks. Iya, seks!!! Berciuman, berpelukan, saling raba, saling membuka, saling melucuti, saling menyentuh, dan menjadi satu. Bisa sampai orgasme lagi!!! Padahal semuanya maya!!! Tidak nyata!!! Hebat banget, ya!!! Oh, ya, tidak hanya berhenti di dalam chat, lho!!! Lanjut juga lewat HP!!! Kan, kalau sedang nggak OL, bisa pakai HP!!!

Jujur saja, sebetulnya saya ingin tertawa sekaligus merasa kasihan dengan perempuan muda ini. Secara tidak sadar, dia sebetulnya sudah dibohongi dan juga telah melakukan pembohongan. Dibohongi tentunya oleh pria kurang ajar itu sementara pembohongan yang dia lakukan adalah terhadap dirinya sendiri. Dia sadar banget, kok, kalau semua itu hanyalah sebuah fantasi dan khayalan belaka, tetapi karena terlanjur menikmati, dia kemudian membohongi dirinya sendiri dengan mengatakan pada dirinya bahwa itu semua adalah nyata. Sadar atau tidak sadar!!! Tentunya semua ini berbahaya bagi kehidupannya di dunia nyata. Sangat mempengaruhi mental dan kejiwaaannya sendiri, yang buntutnya tentu saja merusak diri. Seperti yang terjadi dengan perempuan muda ini. Giliran diputusin, baru, deh, sadar kalau selama ini hanya dibohongi. Dihina, dilecehkan, dan direndahkan pula!!!

Saya sendiri terkadang suka bingung juga dengan mereka yang bisa melakukan hal ini. Yah, kalau pacar atau suami betulan, sih, nggak apa-apa, tapi kalau bohongan seperti ini, kayaknya nggak banget, deh!!! Bagi saya, pria yang melakukannya adalah mereka yang sama sekali tidak jantan!!! Mungkin karena saya masih konservatif dalam hal ini juga. Pria jantan bagi saya adalah mereka yang berani berkenalan dan datang ke rumah saya secara langsung. Berani menunjukkan identitas mereka yang sebenarnya dan berani mengungkapkan perasaan mereka dengan cara bertatapan muka langsung dengan saya. Kalau nggak berani, forget it sajalah!!! Ini masalah harga diri!!! Sorry, ya!!!

Pria dan perempuan sebetulnya sama saja. Menurut saya, mereka yang mau melakukannya kebanyakan adalah mereka yang tidak memiliki rasa percaya diri yang tinggi atau memang niatnya mau “iseng” saja dan cenderung merasa kesepian serta tidak memiliki banyak aktifitas berarti dan bermanfaat. Saya tidak bisa juga, sih, men-generalisir semuanya pasti seperti itu, tetapi dari yang saya dan teman-teman psikolog serta ahli komunitas dunia maya pelajari, kami cenderung mengambil kesimpulan ke arah ini. Sayangnya, ya, itu dia, tidak sadar bahwa semua ini bisa merusak. Berapa banyak pasangan yang pacaran betulan jadi putus gara-gara salah satunya selingkuh di dunia maya? Berapa banyak perkawinan yang hancur hanya gara-gara seperti ini? Berapa banyak juga orang di Amerika yang sudah melakukan bunuh diri hanya gara-gara chat.

Lain ceritanya kalau memang untuk konsultasi atau belajar seperti yang sekarang ini sedang saya lakukan. Saya memang sengaja melakukannya lewat on line agar tidak terbatas oleh ruang waktu dan tempat. Lagipula, kasihan juga kalau mereka harus mengeluarkan banyak uang hanya untuk masalah-masalah yang sifatnya sepele dan bisa diselesaikan dengan mudah. Ini memang bagian dari promosi saya atas apa yang saya sering kali sebut sebagai “Seks Yang Sehat” dan untuk membantu orang lain menjadi seorang “Penulis Sejati”.

Begitu juga dengan yang dilakukan di Kompasiana ini. Sangat sehat!!! Selain menulis yang sehat, juga bisa membentuk sebuah komunitas yang sehat pula. Bisa saling bantu dan saling mendukung antara satu dengan yang lainnya. Yah, kalau kemudian ada yang saling jatuh cinta, saya hanya bisa memberi saran agar melakukannya dengan kopi darat terlebih dahulu. Biar kenal sama yang aslinya, deh!!! Jika hanya untuk main-main dan mempererat persahabatan seperti yang dilakukan di Negeri Ngotjoleria, ya, itu, sih, silahkan saja!!! Namanya juga ngocol-ngocolan!!! Hehehe….

Sekali lagi, nih, saya ingatkan. Berhentilah membohongi orang lain dan diri sendiri!!! Jangan mau bercinta di dunia maya dengan orang yang tidak kita kenal secara langsung!!! Rugi!!! Lebih enak yang nyata-nyata saja!!! Lebih asyik!!! Lebih seru!!! Lebih berasa pastinya!!! Kalau sekarang belum menemukan pasangan, jangan khawatir!!! Dunia ini tidak sebesar daun kelor, kok!!! Masih banyak waktu dan kesempatan!!! Lakukanlah yang benar dan sehat!!!

Semoga bermanfaat!!!

Salam,

Mariska Lubis

19 Desember 2009

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Mimpi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Bercinta di Dunia Maya

  1. jaychow says:

    sex di inet itu lebih sehat
    drpd ngesex ama pelacur..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s