Perilaku Yang Menunjukkan Masalah Seksual

Seringkali secara tidak sadar, masalah yang ada di dalam diri kita muncul dengan sendirinya lewat perilaku. Terutama bila masalah itu sangat disembunyikan namun sangat esensial dalam kehidupannya sehari-hari. Tentunya hal ini juga kemudian sangat berpengaruh ke dalam kehidupan kesehariannya dan jelas memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan di dalam bermasyarakat dan bernegara. Bisa dibayangkan bila pemimpin dan masyarakatnya sama-sama memiliki masalah seperti ini, apakah ini yang menjadi salah satu penyebab terpuruknya negara kita?!

Perlu disadari dan dipahami bersama bahwa perilaku seksual sangat berpengaruh terhadap pribadi seseorang demikian juga sebaliknya. Ini bisa dibuktikan berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Majalah Mens Health Worldwide bahwa 28% pria Indonesia ketagihan film porno. Ini sudah jelas sekali menunjukkan ada yang salah di dalam kepribadian psikologis sosial masyarakat. Tentunya ini akan berpengaruh sekali atas sikap dan perilakunya di dalam keseharian.

Kita ambil contoh saja bagaimana masalah soal prostitusi dan penyelewengan di dalam rumah tangga. Berdasarkan hasil penelitan, bahwa justru mereka yang memiliki gangguan seksuallah yang paling banyak melakukannya. Mereka yang tidak percaya diri dengan keadaan seksual mereka membuat mereka mencari sarana untuk membuktikannya. Membayar dan memberikan sesuatu yang bersifat nilai dalam bentuk yang lain, seperti uang dan harta, membuat mereka merasa bisa menutupi semua kekurangannya itu dan kemudian merasa bisa mendominasi dan berkuasa. Tidak sadar bahwa sebetulnya semua ini menyebabkan masalah yang lebih besar lagi karena masalahnya tidak dibenahi tetapi hanya ditutupi saja.

Bila kemudian diperhatikan lebih lanjut lagi, masalah ini tidak hanya berhenti pada soal hubungan seksual saja, tetapi juga pada kesehariannya. Tidak jarang sikap otoriter dan juga kasar dalam berhubungan dengan anggota masyarakat lainnya secara tidak sadar ataupun disadari keluar begitu saja. Intimidasi dan pelecehan seksual yang dilakukan secara fisik maupun verbal kerap dilakukan. Kalau ini semua dilanjutkan, bukan hanya dirinya sendiri yang menjadi bertambah parah, tetapi juga orang-orang yang berada di sekitarnya pasti juga akan terganggu. Apalagi jika kemudian menimbulkan stress. Bisa bertambah parah lagi.

Kinerja seseorang yang memiliki masalah dengan seks juga akan menjadi terganggu. Konsentrasi dalam bekerja bisa terpecah sehingga kemudian apa yang dikerjakan dan dilakukan menjadi tidak maksimal. Apalagi menurut hasil survey yang dilakukan oleh saya, terhadap 150 pria di Kota Bandung, menunjukkan bahwa lebih dari 75% mereka yang memiliki masalah deengan seks tidak mau mengakuinya dan cenderung menutupinya. Padahal, ini menjadi sangat penting, karena lebih baik diobati daripada menutupinya terus menerus. Mau sampai kapan dia bertahan?!

Stress tinggi menyebabkan seseorang tidak bisa melakukan pekerjaan dengan baik dan maksimal. Segala sesuatu yang sifatnya dipaksakan tidak akan pernah membuahkan hasil yang baik dan jauh dari kata sempurna. Melakukan hubungan seksual yang baik dan benar bisa membantu seseorang untuk menjadi lebih tenang dan rileks. Hormon endorphine yang keluar setiap kali mencapai orgasme, membuat seseorang menjadi merasa nyaman. Namun bila kemudian masih ada ganjalan ataupun sesuatu yang salah, maka hormone ini tidak akan berfungsi dengan masimal juga. Tertutup dan tergilas oleh rasa yang membuat semua itu menjadi tidak nyaman lagi. Misalnya saja merasa berdosa ataupun merasa tidak bisa memuaskan pasangannya. Nah , bila ini semua diteruskan dan terus saja bertumpuk, apa yang akan terjadi?!

Seorang pemimpin haruslah mereka yang benar-benar bisa bijaksana dalam bersikap. Memiliki pandangan yang luas dan mampu berpikir dan bertindak benar. Semua itu tidak mungkin bisa terjadi bila memiliki masalah dalam dirinya sendirinya, terutama bila itu menyangkut masalah seks. Makanya jangan heran bila kemudian sikap berkuasa dan merasa paling hebat dengan ”sok berkuasa” itu banyak terjadi. Di luar mereka ingin menunjukkan gigi bahwa mereka adalah orang yang patut untuk dihormati, dihargai, dan dipuja. Mereka yang seperti ini memang sangat haus akan pujian. Maklumlah, pujian yang mereka harapkan tidak kesampaian, sih?!

Jangan terkejut juga bila kemudian banyak perilaku penyimpangan yang dilakukan oleh mereka. Mulai dari memiliki istri, simpanan, dan pacar yang banyak sampai meminta untuk mendapatkan suguhan pelayanan yang ekstra sebagai jamuan. Ini juga berrlaku bagi mereka yang sudah kecanduan dengan seks sampai menjadi seks maniak. Tidak lagi bisa berpikir dengan benar karena yang di dalam benaknya hanya seks. Sudahlah, tidak perlu ditutup-tutupi lagi. Ini sudah menjadi rahasia umum. Memang tidak semua, tetapi banyak, kan, yang melakukannya?! Soalnya, mereka yang memiliki masalah seksual dan tidak juga mau mengakuinya apalagi mau mengobatinya, biasanya menjadi tidak bisa mengontrol emosi. Semakin cepat marah dan panik. Keputusan yang diambil pun menjadi sudah tak karuan lagi. Yang penting asal selamat saja dulu. Yang lain mana dipikirkan?!

Belum lagi kasus-kasus masalah seksual yang akhir-akhir muncul di permukaan. Mereka yang diidolakan pun dipertanyakan tentang kondisi kesehatan kejiwaannya. Jangan salah, mereka yang menyebarkan, menonton, bergosip, dan menuduh serta menghakimi mereka pun tidak berarti bebas dari masalah kesehatan kejiwaan. Sudah sangat tidak sehat bila seseorang bisa mencapai orgasme dari perbuatan yang dilakukan oleh orang lain. Nah, apalagi bila dilakukan secara beramai-ramai. Mereka yang merasa lebih benar dan melakukan penghakiman sendiri saja bisa masuk kategori kelainan jiwa. Ini juga dilakukan beramai-ramai. Siapa yang sakit siapa yang waras dan sehat sudah semakin tidak jelas, kan?!

Berapa banyak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan juga di masyarakat luas. Mulai dari yang kecil-kecil seperti intimidasi secara verbal dan tulisan, sampai benar-benar melakukan kekerasan fisik?! Barang-barang di rumah saja tidak ada yang awet, apalagi yang sifatnya tidak terlalu nyata?! Dominasi memang sangat diinginkan dan dibutuhkan oleh mereka untuk mencapai orgasme meski hanya lewat masturbasi otak dan onani intelektual saja. Soalnya, untuk urusan hubungan intim mereka sama sekali tidak bisa mendominasi. Kasihan, ya?!

Untuk bisa mengatasi semua ini, sebaiknya jujur sajalah pada diri sendiri. Akui kalau memang memiliki masalah lalu cari jalan keluar untuk bisa menyembuhkan atau membuatnya menjadi lebih baik lagi. Kejujuran menjadi sangat penting karena apa yang ditutupi inilah yang menjadi masalah baru yang lebih parah lagi. Belajarlah untuk menjadi seseorang yang berpikiran sehat karena faktor psikologis adalah penyebab utama gangguan dan masalah seksual. Hiduplah yang sehat dengan memakan makanan yang sehat dan rajin berolah raga. Kondisi fisik yang bermasalah juga berpengaruh besar terhadap kemampuan seksual. Selalu penuhi diri dengan cinta-Nya dan selalu berikanlah yang terbaik untuk semua.

Semoga semua ini bisa diterima dengan lapang dada. Tidak mudah untuk mau menerima fakta dan kenyataan yang ada karena memang sangat sulit untuk mau mengakui apa dan siapa kita sebenarnya.

Salam Kompasiana,

Mariska Lubis

29 Juli 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Fakta & Kenyataan, Pendidikan Sosial and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s