Kebinatangan Manusia di Dunia Media Massa

Ada yang pernah baca atau lihat majalah khusus orang dewasa?! Pasti banyak yang bilang iya, dong, ya?! Biarpun malu-malu untuk mengakuinya. Malah saya yakin banyak sekali juga yang mengoleksinya. Disimpan di mananya, tidak perlu diberitahu juga. Sudah pasti tidak jauh dari tempat yang gelap dan tersembunyi. Ya, kan?!

Kali ini kita tidak membicarakan isi dari majalah dewasa yang dianggap liar itu, tetapi tentang peranan dari majalah itu sendiri terhadap media massa sekarang ini. Sudah pada tahu juga isinya. Tidak perlu dibahas lagi. Jadi, saya ingin menceritakan sedikit bagaimana, sih, peranan majalah ini terhadap dunia media massa. Dan tentunya apa yang dapat kita ambil manfaatnya dari kisah perjalanan majalah khusus ini.

Seringkali kita berkutat pada pro dan kontra soal majalah orang dewasa,  yang ujungnya cenderung lebih ke arah negatif. Sungguh sangat disayangkan, karena sebetulnya ada banyak sekali sisi positifnya. Bukan karena majalah ini kemudian bermanfaat dari segi ekonomi dan membantu meningkatkan gairah, ya, tetapi sangat berperan dalam era kebebasan dan keterbukaan dalam media komunikasi. Jangan pernah menganggapnya enteng atau hanya melihatnya sebelah mata. Jangan pula merasa bahwa majalah ini tidak memiliki dampak yang besar dalam dunia media massa dan cara bersosialisasi dalam masyarakat di seluruh dunia. Mari kita belajar bersama, ya.

Ada yang pernah menonton film “The People  VS Larry Flynt“? Sebuah film yang beredar pada tahun 1996 menceritakan tentang sebuah persidangan antara Larry Flynt, pemilik majalah dewasa “Hustler” dengan masyarakat dan pemerintah Amerika. Di mana kontroversi dan pertentangan tentang boleh atau tidaknya majalah ini beredar karena menampilkan gambar serta tulisan yang sangat “terbuka”. Sebuah persidangan yang menurut saya sangat menarik, di mana perdebatan yang terjadi sangatlah cerdas. Tidak hanya sekedar berdebat kusir tetapi benar-benar menampilkan fakta dan kenyataan serta pola pikir serta pandangan unik yang sangat modern. Modern dalam arti kata yang sesungguhnya, memandang jauh ke depan. Bukan kini tapi nanti. Keren banget, deh!!!

Ada sebuah perdebatan yang paling saya ingat, yaitu ketika Larry Flynt berargumentasi dengan membandingkan antara majalah dewasa dan masalah pembunuhan. Membunuh adalah sebuah perbuatan ilegal dan seseorang bisa dihukum mati karena membunuh. Tetapi menampilkan gambar orang yang membunuh dan dibunuh serta menceritakan kejadian tentang pembunuhan itu sendiri di media massa adalah perbuatan yang sah dan legal di mata hukum. Iya, kan? Nah, bagaimana dengan melakukan hubungan suami isteri? Adalah perbuatan yang legal bila melakukan hubungan seksual dengan suami atau isteri. Betul?! Namun mengapa bila menampilkan adegan percintaan mereka dan menuliskannya menjadi sebuah cerita dan ditampilkan di media menjadi perbuatan ilegal? Mari kita sama-sama pikirkan, ya!!! Dan saya minta kita memikirkannya dengan cara pandang yang luas dan tidak sempit.

Maaf, ya, kali ini saya menulis agak serius sedikit. Sekali-kali boleh, dong. Kan, masih berhubungan dengan topik yang sering saya biasa tulis. Yang penting bisa bermanfaat. Semoga saja. Hehehe….

Majalah ini memang sangat vulgar. Benar-benar menampilkan gambar dan cerita seluruh fantasi seksual terliar manusia. Diungkap dengan cara yang liar pula. Benar-benar sangat liar. Perlu juga diketahui, terserah mau diakui atau tidak, sejak kemenangan majalah “Hustler” ini, ada pergeseran yang terjadi di dunia media massa. Media massa menjadi lebih terbuka. Benar-benar menjadi sangat terbuka. Seperti yang terjadi sekarang ini.

Majalah orang dewasa seperti “Hustler” ini, menurut saya, tidak ada bedanya dengan banyak media massa lainnya. Sama persis. Sama-sama menampilkan keliaran manusia. Bentuknya saja yang berbeda, namun sama-sama liar.  Saling menerkam dan diterkam. Saling tusuk dan menusuk  Brutal. Keras. Menjadi binatang politik dan binatang ekonomi. Benar-benar sangat liar namun merasa dan dianggap sangat cerdas dan sangat intelektual. Bukankah begitu?

Sebuah kutipan saya ambil dari Larry Flynt sebagai tambahan masukan untuk bisa menilai pribadi seorang Larry Flynt:  “Majority rule only works if you’re also considering individual rights. Because you can’t have five wolves and one sheep voting on what to have for supper.” – Peraturan yang dominan hanya akan bekerja bila Anda juga memperhitungkan hak individu. Karena Anda tidak bisa meminta lima serigala dan satu biri-biri untuk memilih apa yang akan dijadikan santapan malam.

Entahlah apa kita semua harus berterimakasih atau tidak kepada Larry Flynt dan majalah kebanggaannya itu. Pastinya, buat saya, majalah ini adalah bagian yang tidak bisa dilepaskan dari perjalanan panjang sejarah media. Bagaimana dengan Anda semua yang tentunya bagian dari media? Baik sebagai pemain maupun sebagai penonton, apakah bisa juga merasakan hal yang sama?

Sebuah pesan dari saya, yang juga boleh disimpan ataupun dibuang. Marilah kita selalu untuk selalu belajar dari hal terkecil dan sepele, bahkan yang dianggap berdosa sekalipun. Kecil itu bisa menjadi besar dan besar itu bisa saja sebenarnya kecil. Lagipula apa memang ada di antara kita yang besar? Apa ada juga yang tidak memiliki dosa? Lihat, dengar, rasakan, dan ucapkan semuanya dengan cinta, maka semuanya akan memberikan lebih banyak manfaat. Semua ini semata-mata untuk kepentingan kita bersama sebagai manusia yang selalu ingin sehat dan sangat mencintai bangsa dan negara ini.

Semoga memberikan manfaat.

Salam,

Mariska Lubis

NB: Pak Umar dan Bisyri, mudah-mudahan tulisan ini bisa memberikan jawaban atas permintaan itu, ya.

4 Februari 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Jiwa Merdeka, Perubahan, Politik and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s