Ada Kutu dan Kepiting di Kebunku!!!

IHHHH!!! Nggilani!!! Nggak usah lihat pun sudah bisa terbayang bagaimana kalau sampai ada dua makhluk itu hidup dan berkembang biak di sana. Nggak, deh!!! Kejadiannya waktu sedang pergi untuk acara bakti sosial di daerah Tangerang, Banten. Bareng-bareng sama anak-anak mahasiswa kedokteran yang dengan baik hati dan penuh kerelaan serta kesungguhan hati memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat kurang mampu di sana.

Seorang ibu mengeluhkan matanya yang sering gatal dan merah. Sudah sering dikasih obat mata, namun tidak sembuh-sembuh juga. Sembuh sebentar, nanti kumat lagi, maksudnya. Kebetulan waktu itu ada seorang dokter kulit dan kelamin yang ikut serta dalam rombongan. Dia kemudian penasaran dan memeriksa mata si ibu ini. Saya sempat aneh juga, tapi yasudahlah, saya pikir dia pasti tahu apa yang sedang dilakukannya. Dokter!!!

Agak lama juga dia memeriksa si ibu ini. Tahu nggak apa kesimpulannya??? Ibu ini terkena penyakit kelamin!!! Ada telur kutu di bulu matanya!!! Kutu bukan sembarang kutu!!! Kutu yang suka bersemayam di kelamin dan menyebabkan seseorang menderita sakit kelamin!!! Setengah percaya, ibu ini pun kemudian dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut. Dengan peralatan dan teknik yang lebih modern tentunya. Biar hasilnya lebih akurat!!! Eehhh, benar, lho!!! Si ibu ini memang sakit kelamin!!! Aneh, ya?! Akhirnya saya pun mencari kesempatan untuk bisa bertanya lebih jauh tentang hal ini kepada sang dokter yang tidak mau disebutkan namanya ini. Malu katanya!!! Beliau pun menjelaskan kepada saya perihal penyakit kelamin yang satu ini. Kutu dan kepiting ini termasuk ke dalam kelompok parasit. Kutu yang bisa “menyentuh” manusia namanya Pediculus dan Scabies, sedangkan si kepiting sebenarnya adalah kutu di rambut kemaluan yang namanya adalah Phitrus pubis. Ditularkannya tidak harus lewat hubungan seksual, bisa juga lewat perantara, seperti lewat seprai dan handuk. Kutu dan kelamin ini paling senang tinggal, bertelur, dan berkembang biak di tempat yang lebat dan lembab. Makannya, sama seperti kutu rambut, darah!!! Rasa gatal yang hebat di tempat-tempat yang terinfeksi, biasanya daerah seputar kemaluan, anus, dan perut bagian bawah, adalah gejala yang paling umum terjadi. Makin malam biasanya makin gatal, tuh!!! Kalau terlalu sering digaruk bisa menyebabkan luka di tempat-tempat itu. Kutu dan kepiting ini kadang-kadang bisa kelihatan dengan kasat mata sedang berjalan-jalan di sana. Telur-telur mereka yang berwarna putih keabu-abuan pun suka terlihat menempel di helaian rambut. Nggak kebayang, deh!!! Lihat kutu anjing alias caplak saja sudah gemetaran, apalagi lihat yang itu!!! Habis garuk-garuk di sana lalu garuk-garuk mata adalah kemungkinan terbesar kenapa si kutu itu bisa hinggal di bulu mata. Biarpun tempatnya berbeda, tapi sama-sama rambut kali ya?! Makanya, biarpun jarang terjadi, tetapi kemungkinannya tetap ada. Menghilangkan si kutu dan kepiting ini terbilang cukup mudah. Semua dokter khusus kulit dan kelamin pasti punya resep ampuhnya. Jangan disemprot pakai Baygon, ya!!! Hehehe… Menghindarinya juga sama seperti penyakit kulit dan kelamin lainnya. Jaga kebersihan!!! Jangan jorok!!! Itu saja sudah cukup, kok!!! Semoga bermanfaat!!!

18 okt 2009

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Fakta & Kenyataan, Pendidikan Sosial. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s