Sehabis Puas Bercinta, Lalu?!

Tidur, deh!!! Ngorok pula!!! Capek!!! Besok harus kerja lagi!!! Yah, nggak langsung tidurlah. Minta diambilkan makanan dan minuman dulu. Energi habis terkuras soalnya. Tenggorakan kering. Cacing-cacing di perut pun berteriak minta diisi. Ya, kan?! Huh!!!

Habis manis sepah dibuang!!!”. Begitulah kira-kira apa yang dirasakan oleh pasangan yang mengalaminya. Kalau sudah didapat manisnya, sepahnya, ya, dilepehkan saja. Tidak ada penghargaannya sama sekali. Sungguh sangat merasa terhina dan direndahkan.

Inilah yang paling sering dikeluhkan oleh para perempuan namun paling sulit untuk diutarakan. Soalnya kalau diungkapkan, nantinya jadi berantem. Dibilang tidak pengertian juga. Padahal, berantem dan adu mulut itu adalah proses dari saling mengenal. Jadi, tidak perlu takut untuk berantem ataupun adu mulut. Yang penting, bisa sama-sama dewasa dan bijaksana dalam mengatasinya. Kalau tidak diutarakan semua secara jujur, dan memilih untuk diam saja, bisa capek sendiri jadinya. Lama-lama bercinta pun jadi sesuatu yang membosankan. Hanya sekedar “perlu” saja. Keindahan dan kenikmatannya sudah berkurang jauh. Mau seperti ini?!

Pria sering tidak “ngeh“, “dong“, “ngarti” untuk urusan yang satu ini. Dianggap kalau sudah, ya, sudah. Mau ngapain lagi juga?! Kalau minta tambah, tinggal bilang saja, kan?! Gitu saja, kok, repot?! Benar-benar!!! Keterlaluan!!! Mengertilah sedikit, ya!!!

Yah, tidak semua perempuan dan tidak semua pria juga. Banyak yang tidak. Namun tetap lebih banyak yang iya-nya. Makanya masalah keharmonisan hubungan rumah tangga dan seks selalu menarik perhatian. Terlalu banyak yang punya masalah, sih!!! Lagipula ini adalah bagian dari keseharian dalam kehidupan. Mengalami hal yang sama adalah biasa.

Di dalam urusan bercinta, foreplay alias pemanasan sudah banyak yang memahami arti pentingnya, biarpun masih banyak juga yang tidak melakukannya. Terlalu banyak alasannya. Paling sering, sih, karena egois!!! Sedangkan bercintanya sendiri, sebagai menu hidangan utama alias main course, selalu yang menjadi diutamakan. Memang, ini bisa dibilang yang paling mengenyangkan, tapi, kan, lebih enak kalau ditutup dengan hidangan penutup yang manis. Membuat suasana menjadi lebih manis dan romantis juga.

Afterplay menjadi hidangan penutup yang sangat penting karena di sinilah “penghargaan atau apresiasi” atas apa yang telah terjadi sebelumnya. Merasa berharga bila diberi penghargaan atas apa yang telah diberikan dan dihidangkan. Apalagi kalau semua hidangan itu sangat lezat dan luar biasa rasanya. Masa sulit memberi kecupan lembut di bibir dan ucapan cinta serta sayang setelah bercinta?! Nggak, dong, ya?!

Bila memang merasa capek atau mengantuk, menurut saya, sih, masih bisa diatur. Bercinta sama dengan berolah raga. Capek dan lelah setelahnya adalah hal yang biasa. Rileks pula. Namun setelah itu, kan, diikuti dengan pemulihan energi. Kalau habis olah raga, capek sebentar, mandi, lalu tambah segar bukan?! Bercinta juga sama!!!

Biasakan melakukan rutinitas untuk membersihkan diri sehabis bercinta. Ini sangat dianjurkan untuk kesehatan bersama. Melakukannya berdua dan saling membersihkan diri merupakan hidangan penutup yang sangat manis. Berendam dalam air hangat ditemani busa-busa itu?! Hmmm…. Saling menyentuh dan meraba saat tubuh dalam keadaan tenang dan rileks akan sangat membantu menambah rasa cinta, kasih, dan juga sayang di antara berdua. Menjadi saling meresapi segala rasa yang ada itu. Semakin sering saling menyentuh, semakin terasa rasa itu.

Berbincang dan mengobrol bersama juga bisa dilakukan. Masih ingat seks dan kopi hangat?! Saling memijat bagian tubuh yang pegal dan capek sangat menggairahkan. Apalagi kalau hidangan utamanya heboh banget. Perlu!!! Kalaupun lapar dan haus, saling menghidangkan atau masak bersama dalam keadaan “polos” pastinya seru!!! Kemungkinan untuk bisa balik lagi ke pemanasan dan hidangan utama berikutnya sangatlah besar. Jadinya, lanjut!!! Kalaupun sudah sama-sama lelah, paling tidak pelukan dan usapan lembut membuat hati menjadi merasa sangat bahagia. Masukan, nih, buat para pria. Perempuan paling senang dipeluk dari belakang, sambil diusap dan dicium bagian leher belakang dan bahunya.

Bila sedang terburu-buru, bukan menjadi alasan untuk tidak melakukan afterplay. Coba, deh, saling bersentuhan bibir saat sedang mencapai puncak. Waaaahhhh!!! Mantap!!! Hati-hati tergigit tapi, ya!!! Hehehe….

Saya sangat berharap agar hubungan antara pasangan selalu harmonis. Di mana cinta juga tetap selalu terjaga dan selalu ada. Banyak cara untuk bisa menjaga, mempertahankan, dan terus menambahkannya. Semua tergantung dari keinginan dan juga usaha. Jangan lupa apresiasi dan penghargaannya, ya!!! Selamat mencoba!!!

Semoga bermanfaat!!!

Salam Kompasiana,

Mariska Lubis

13 Maret 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Mimpi and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Sehabis Puas Bercinta, Lalu?!

  1. Zaldeeho says:

    Wah bahasan yg ini sering sih saya baca tapi ini lebih asik dan bisa diikuti, terima kash mbak Mariska yang selalu berbagi cinta buat kita semua… memang hidup berumah tangga harus penuh dengan cinta, dan mbak ML telah mengeluarkan jurus sederhana merrawat cinta kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s