Pelecehan Seksual dan Prostitusi Anak Pasca Bencana (Re-write)

BENCANA alam bukan hanya menimbulkan korban jiwa, harta, dan kepedihan yang mendalam, tapi lebih dari itu. Pelecehan seksual dan prostitusi pasca bencana pun harus diantisipasi.

Gempa besar baru saja terjadi di daerah Sumatera dan tsunami kembali terjadi Pulau Mentawai. Gunung Merapi di Jawa Tengah melontarkan lavanya. Jakarta banjir dan terus banjir.  Semoga saja ini semua dicermati secara serius.

Mengingat bahwa Kepulauan Nias dan Mentawai termasuk daerah yang rawan human trafficking dan Jawa Tengah serta DI. Yogyakarta juga daerah yang rawan dengan prostitusi serta seks yang tak terkendali, saya ingin mengingatkan saja agar tidak terus berlanjut.

Mohon kebesaran hati dan jiwa dengan tidak mengaitkan segala kejadian dengan kesalahan dan menuding yang lain atas perbuatan tidak baik ataupun tidak benar.  Lebih baik bertanya apa yang telah kita perbuat dan apa yang akan kita lakukan demi masa depan dan kehidupan yang lebih baik.

Ada sebuah hasil riset yang dilakukan oleh tim peneliti yang dikontrak oleh UNICEF, salah satunya adalah Bapak Ajianto Dwi Nugroho, yang membuat hati saya miris tidak karuan. Tim ini melakukan sebuah penelitian sehubungan dengan perlindungan anak pasca bencana tsunami di Aceh Nagroe Darussalam. Tepatnya di daerah Nagan Raya. Penelitian ini dilakukan di akhir tahun 2005 setelah terjadi musibah bencana tsunami. Mau tahu hasilnya?

Ini dia, nih! Jangan kaget, ya!!!

Ditemukan prostitusi terselebung di daerah Nagan Raya, tepatnya di daerah perkebunan kelapa sawit.
Ditemukan peran aparat yang ikut melegalkan prostitusi terselubung lewat acara-acara pementasan keyboard alias organ tunggal.

Ada korban kekerasan seksual yakni perkosaan yang dialami Rina (nama samaran), seorang anak penduduk lokal daerah Nagan Raya, yang kasusnya belum tuntas sampai sekarang ini.
Dalam sebuah acara “keyboard’’ ada pengiriman beberapa anak beserta germo dari Meulaboh ke Nagan Raya.

Biadab!!! Sungguh tidak bermoral!!! Orang sudah jatuh, eh, malah ditimpa tangga pula! Apa tidak ada setitik saja rasa di dalam hati yang bisa merasakan kepedihan mereka? Apa yang akan mereka lakukan bila ini semua terjadi pada diri mereka sendiri atau anak dan kerabat mereka? Tega nian!!!

Ini belum seberapa. Masih banyak lagi kasus lainnya yang juga tak kalah mengenaskannya, terutama dalam hal kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Penelitian UNICEF yang dilakukan di wilayah Nagroe Aceh Darussalam dan Pulau Nias. Ada yang tangan anaknya dimasukkan ke dalam celana Bapaknya. Dipegang buah dadanya dan disodomi oleh Kepala Panti Asuhan. Dicabuli aparat dan tetangga. Bahkan ada juga yang diperkosa oleh aparat, guru sekolah, pengungsi lain yang tinggal serumah, tetangga, teman, dan penjaga penjara. Bisa dibayangkan, kan? Ini baru satu dua daerah saja? Bagaimana dengan daerah lainnya?

Minta tolong dengan amat sangat kepada pemerintah dan masyarakat untuk mencegah hal ini dan mengatasi serta menghukum seberat-beratnya mereka yang telah melakukannya. Kita semua juga harus bergerak bersama agar kasus-kasus seperti ini dapat segera diselesaikan dan para korban bisa diselamatkan.

Bila ada di antara pembaca yang menemukan kasus serupa, segeralah lapor ke polisi setempat. Bila perlu, dapat pula datang ke Child Centre UNICEF yang memang dikhususkan untuk menangani masalah ini.

Terkadang kita sering melupakan hal-hal yang kecil dan remeh dan selalu terfokus dengan hal-hal yang besar. Belum tentu yang besar itu memang besar dan yang kecil itu belum tentu kecil. Segala sesuatunya harus dikerjakan dengan serius dan menyeluruh. Jangan separuh-separuh bila memang berniat dan ingin melakukan sesuatu yang baik. Prioritas memang utama tetapi jangan lupakan masa depan.

Marilah kita tundukkan kepala dan merendahkan diri sedalam-dalamnya, bersatu dengan seluruh alam semesta dan jagat raya serta seisinya, memohon agar Tuhan Yang Maha Kuasa selalu memberikan kita penyelesaian terbaik dan selalu mendapat perlindungan serta terhindar dari segala perbuatan buruk

Isi hati dan pikiran kita dengan sedikit saja ketulusan serta keikhlasan untuk membantu mereka yang sedang tertimpa musibah dan bencana.

Terima kasih banyak atas perhatiannya. Semoga dapat menggugah hati dan pikiran kita semua.

Salam,

Mariska Lubis

Rewrite dari  Kompasiana.com 04 Oktober 2009

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Buku Mariska Lubis, Fakta & Kenyataan, Perubahan and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Pelecehan Seksual dan Prostitusi Anak Pasca Bencana (Re-write)

  1. Mus-Aceh says:

    Hmmm… berat nian derita anak Indonesia.😦

  2. Pingback: Untuk Indonesia – Sebuah Kisah Dari Mantan Seorang Korban Bencana | Bilik ML

  3. Pingback: Tolong Janganlah Remehkan Masalah Seks Di Tempat Bencana! | Bilik ML

  4. Pingback: Haruskah Masalah Seks Terus Berlanjut?! | Bilik ML

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s