Suka Duka dalam Cinta

My deepest heart by ML

Tidak mudah menghadapi susah dan kesulitan. Apalagi bila sebenarnya itu bukanlah susah ataupun sulit yang tidak bisa dilalui bersama. Namun karena situasi dan kondisi juga keterbatasan, membuat susah dan sulit harus dilalui oleh sendiri. Meskipun juga tidak sepenuhnya dilalui sendirian. Masih ada rasa yang menemani dalam sepi, sunyi, dan kesendirian itu.

Seorang perempuan sedang mendesah dalam dan panjang. Hatinya sedang sangat gelisah. Memikirkan kekasih hatinya yang jauh di seberang lautan, yang sedang lemah tak berdaya. Sudah sekian hari terhitung dia sakit dan sakit lagi. Duh!

Ingin sekali rasanya bisa berada di samping kekasih hatinya itu. Membelai wajah dan rambutnya. Mengecup bibirnya dan memberikannya kehangatan. Membasuh tubuhnya dan memeluknya sepanjang hari. Menghilangkan segala sakit yang dideritanya dan membantu membuatnya bisa berdiri di atas kakinya lagi.

”Badan saya lemah sekali. Drop lagi. Kepala saya pusing sekali.”

”Aduh, sayang! Bagaimana, dong? Sudah minum teh manis hangat?”

“Sudah tadi.”

“Sudah makan vitamin? Sudah makan pisang dan minum susu?”

”Belom. Hahaha….”

”Kemarin lupa, sekarang apa lagi alasannya?!”

Hahaha…..”

”Banyak-banyaklah minum air putih dan makan sayur juga buah. Daun pucuk ubi bagus untuk menambah darah, lho! Juga hati.”

”Makan hati?”

”Hati ayam dan sapi maksudnya!

”Oh gitu, ya?!”

”Duh, si sayang satu ini! Masa harus sewa perawat, sih?!”

Hahaha….”

”Kalau sudah dicium, pasti sakitnya hilang, deh!”

Hahaha….”

”Benar, kan?”

”Bisa saja, nih!”

”Sudahlah, makanya pindah saja ke sini sayang. Biar saya yang merawatmu.”

”Memangnya enak merawat orang yang sakit terus. Nanti kamu malah cepat bosan!”

”Aduh!”

Sedih sekali rasanya mendengar ucapan kekasih hatinya itu. Kenapa harus bicara seperti itu? Tidakkah dia tahu bahwa yang diinginkan adalah untuk bisa selalu dekat dan selalu bersama? Suka dan duka, dan bahkan. sakit pun bukan menjadi aral untuk kemudian menjadi bosan. Bila memang cinta itu ada, semua bisa dilewati bersama. Bukankah cinta itu untuk memberi dan menerima?!

Mungkin ini hanya perasaan seorang perempuan saja, ya?! Bisa jadi kekasih hatinya itu bermaksud lain. Dia tidak ingin menyusahkan dan merepotkan perempuan yang sangat dicintainya itu. Entah juga apa yang sebenarnya ada di dalam benak dan hati pria itu. Namun alangkah baiknya bila semua ini dibicarakan bersama-sama agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Situasi dan keadaan memang seringkali membuat semuanya menjadi terasa sulit dan berat. Komunikasi pun terkadang menjadi salah paham. Berbeda bila bertatap muka dan bicara langsung; telpon, SMS, dan chat, seringkali menimbulkan salah persepsi. Mata yang tak bisa berbohong tak bisa dipandang. Bahasa tubuh dan gerak-gerik pun tak bisa dilihat. Yang ada hanya rasa di dalam hati yang terkadang seringkali salah juga. Tidak bisa dipungkiri ego dan emosi itu selalu ada sehingga sulit untuk bisa mendengar suara hati yang sebenarnya.

Harus dipahami dan juga dimengerti bahwa bahasa yang digunakan oleh pria dan perempuan dalam mengungkapkan rasa seringkali berbeda. Ini yang juga sering menimbulkan masalah. Sama-sama harus mau saling mempelajari satu dengan yang lainnya. Tidak mudah namun semua ini bisa dilakukan bila ada keinginan dan keberanian untuk mengerti dan memahaminya. Dibutuhkan kesiapan mental untuk bisa menerima bahwa perbedaan itu ada. Tidak semuanya selalu sama.

Cinta memang tidak perlu dipertanyakan namun ada baiknya untuk sama-sama lebih terbuka satu dengan yang lainnya. Ada apakah gerangan yang terjadi sebenarnya?! Pada dasarnya, bila memang benar-benar cinta, tidak mungkin bila tidak ingin selalu bersama. Malah sepertinya, sulit untuk bisa dipisahkan

Sebaiknya fokus saja pada tujuan apa yang sebenarnya ingin dilakukan dan dicapai bersama. Apakah memang ingin bisa selalu bersama tanpa pernah ada kata akhir?! Bila memang cinta itu ada, bukanlah sesuatu yang tidak mungkin untuk tidak selalu bersama. Kapan waktunya?! Lebih baik nikmati saja sampai waktu itu benar-benar datang menghampiri. Bilapun itu tidak pernah terjadi, tidak berarti bahwa cinta itu tidak ada. Rasakanlah selalu dan nikmatilah selalu.

Selamat bercinta penuh cinta!!!

Salam,

Mariska Lubis

26 Juni 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Jiwa Merdeka, Mimpi and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s