Für……….. (Kepada Kekasihku Sang Permaisuri Bathinku)

Für………..
(Kepada Kekasihku Sang Permaisuri Bathinku)

; se il percorso è a pochi passi fino a qui ,….
voglio rompere l’impressione che l’infinito
;
……………………………………………………………….;

voulez vouz ; desakan itu demikian kuatnya; karena dengan tiba-tiba saja aku ingin menulis lagi atau, menulis apa saja tentang perbincangan kita di penghujung malam di teras sebuah rumah kaca;whoops !
“aku menghasta mengukur bathinku“
semuanya terjadi begitu saja
mengalir, nyaris tak terbendung;

kau yang baru saja kukenal,
dengan penuh rasa ‘ku mencoba menyelami rasaku yang mungkin dangkal
karena aku bercerita;
tentang langit dan bumi
karena aku bercerita;
tentang sebuah perjalananku diterowongan masa,

aku berdesir,
karena kaca beningmu tiba-tiba dengan sadar ingin kuraih kesandaran bathinku
bahkan, mengajak cakrawalamu agar kau rapatkan kenuraniku
hingga wewangi keperempuananmu tercium jelas
sangat jelas menutupi aroma bumimu disisa-sisa malam ;

akupun mencoba menggoda mengetuk pintu batinmu
dengan dua buah kursi
dua gelas bening dan sebotol air dingin
kita saling bercerita ;
tentang bumi beserta isinya
tentang cita rasa insani
yang kataku ;
“…yang membedakan kita hanyalah warna dan bentuk dari sebuah kearifan…“

kau yang baru kukenal,
yang dalam rasaku telah sangat lama mengenalmu
belum juga beranjak dari tempat dudukmu disamping kiriku
aku ingin kau merapat dan semakin merapat
bahkan melebur bersama tempayan khayal di dadaku
lagi-lagi karena aku masih bercerita dan terus bercerita
dan, itu kuharap tidak membuatmu terlelap dipangkuan rasaku
pun,
bergantang-gantang anggur merah dari bibir merah delimamu
memabuk-kan rasaku
melayang
membuai cita asaku ;

ada dalam ada, ada dalam tiada,
tiada dalam ada, tiada dalam tiada
ada, tiada
tiada, ada
mestikah ada jika tiada
kenapa mesti tiada jika ada ?

mungkin kau ingin meraba dadaku dalam-dalam
hanya karena aku bercerita lagi
tentang hidup dan kehidupanku
tentang persembahanku di meja altar
juga tentang tanah leluhurku
diantara lantunan syair-syair kehidupan ;

kau yang baru saja kukenal
pun tak tertahankan untuk berkata-kata dan bercerita kepadaku, tentang ;
besar,
kecil,
hijau,
kuning,
biru dan jingganya belantara hidup dan kehidupan ;
semakin
semakin

bahkan kaupun bercerita, tentang ;
hujan yang menderas
badai-badai di samodera yang maha
derai-derai air yang mengalir disungai-sungai
lembutnya petikan dawai-dawai bayu ‘smaradahana dipagi hari
petir yang membahana
renai titik-titik kecil
serta, wahana garis-garis ;
yang lurus
yang lengkung
yang panjang
yang pendek
yang tak berujung
yang bergelombang dihidup dan kehidupan
sebatas atmosfir kefanaan naluri insani;
; “aku rindu bahagia”, katamu.

itupun hanya karena aku bercerita juga tentang ;
makna, isi, pengertian, ruang, tempat, waktu
serta sasaran dari a, i, u, e, o hidup dan kehidupan
dan, bahwa ada kekuatan yang extra ordinary dari Sang Maha Tak Terlihat
yang kataku; “….Dia itu, Ada ! “

malam pun semakin larut merangkak perlahan menuju pagi
desakan-desakan yang kuat itu semakin tak tertahankan;
“ …….aku ingin mengalirkan dengan deras darah dinadiku kenadimu”
walau kutahu dalam tanya;
“ apakah ada-ku itu bisa ke-ada-mu, tanpa dengan rasa yang terpaksa ? “

hingga, kaupun akhirnya berkata;
“ kau belum begitu mengenalku,……..kita belum saling kenal “

malam ;
bergeser kearah timur satu jengkal dari ubun-ubunku,
diperjalananku ;
aku mewarnai kegelisahan alam dikenaifanku sebagai seorang insan,
hening ;
tiba-tiba aku ingin memeluk kalbumu erat-erat ‘tuk membagi kasihku dalam rahasia hati bersama denyut nadi yang perlahan diantara bersloki-sloki anggur merah
disebuah noktah kehidupan
disepanjang siang
disepanjang malam ;
; hmmm…..,
“…..jika jejak langkah itu hanya sampai disini, aku ingin istirahat dijejak langkah yang tak terhingga….”

—————————
suatu hari disebuah taman hati

; buat…………………………di seberang sana

Cikini-TIM, 30 maret 2009

oleh “Arie” De Marco

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Dari Hati and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Für……….. (Kepada Kekasihku Sang Permaisuri Bathinku)

  1. don kisot says:

    ——-
    se i passi sono solo fino a qui, voglio rompere le orme di innumerevoli
    beristirahatlah wahai sepi
    ada cinta yang menanti dengan tanpa kata
    hm, seandainya dia bisa membaca sepinya diri
    sungguh, aku ingin mendekap jiwanya dengan sangat erat
    forse mi sono innamorato?
    ——–

    grazie, don kisot

  2. Pingback: Crocodile and Piranha; Answers and Questions | Bilik ML

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s