Mainan Orang Dewasa

KONTROVERSI di mana-mana tetapi pertumbuhan industri barang-barang ini terus meningkat. Menurut hasil survey, hasil penjualan per tahun di dunia mencapai angka US$ 15 milliar. Tujuh puluh persen barang-barang ini diproduksi di Cina. Aneh, ya?

Di Indonesia sendiri banyak, tuh, yang menjual barang-barang seperti ini. Pergi saja ke kios-kios yang menjual obat kuat. Biasanya mereka menyediakannya. Hanya saja, tidak dipajang langsung. Diumpetin!!! Takut kepergok kali, ya?! Tapi, ya, ada barang berarti ada pasarnya, dong? Kalau nggak, mana ada yang rela memasok barang-barang seperti ini? Mahal lagi!!!

Saya sendiri suka iseng pergi ke toko khusus mainan ini. Bukan di Indonesia, tetapi kalau sedang pergi ke luar negeri. Soalnya, kalau di sana, memang ada tempat khususnya. Legal pula. Beli, sih, nggak kepengen! Buat apa juga?! Ingin tahu boleh, kan?!

Sekali waktu, saya dan beberapa orang teman masuk ke sebuah toko mainan ini. Ada banyak, deh, aneka jenis mainan dipajang di sana. Kalau diperhatikan, sudah seperti aneka sayuran di pasar saja!!! Hehehe…. Ada yang seperti jagung, terong, pisang, dan juga ketimun. Malah ada juga yang berambut!!! Keriting atau gondrong, ada dua-duanya, tuh!!! Ada yang bisa glow in the dark pula!!! Kacau, deh!!!
Yang paling membuat saya merinding justru boneka yang tersedia di sana. Aduuuhhhh!!! Mukanya itu, lho!!! Imut-imut banget!!! Rasa-rasanya hampir tidak percaya kalau boneka-boneka itu dipakai untuk memuaskan nafsu!!! Nggak habis pikir saya!!!

Ketika kami sedang cekikikan, tiba-tiba seorang kakek tua bertongkat, masuk ke dalam toko. Kami semua saling bertukar pandang. Ngapain coba kakek-kakek datang ke tempat seperti itu?! Jalan saja sudah susah, masa, sih, mau beli mainan? Untuk apa coba?!

Beberapa saat kemudian, keluarlah seorang penjaga toko sambil membawa mainan yang ternyata pesanan si kakek tua itu. Dikeluarkan dari boksnya, dipasang batere, dan menyalalah mainan itu. Kami semua terbelalak melihatnya!!! Mau tahu mainan apa itu?! Mainan khusus pria, berbentuk seperti boneka perempuan, bisa bergetar, dan bisa menghisap. Iyuuuhhhh!!! Kalau tidak buru-buru keluar toko, saya sudah muntah kali!!! Jijik banget!!!

Ngapain, ya, mainan kayak begitu, kok, dibeli?!!! Ada teman yang suka membeli dan mengoleksinya. Dijadikan pajangan pula di kamarnya!!! Katanya, sih, buat lucu-lucuan saja. Bukan untuk dipakai. Saya, kok, nggak percaya, ya? Masa, sih?!

Bicara soal mainan ini, kalau disangkutpautkan dengan urusan moral, sudah pasti nggak akan pernah menemukan titik temu. Pasti bertentangan, deh!!! Tidak usah di Indonesia, di Irlandia saja, dipercaya bahwa, mau dari sisi manapun juga, pengguna mainan ini, masuk dalam kategori bermoral. Keras banget, kan?!!!

Bagi saya sendiri, yang melihatnya dari sisi kesehatan dan kepribadian, sampai sekarang masih belum bisa, tuh, menerima mainan-mainan ini bila merusak diri. embohongan banget soalnya!!! Pembohongan terhadap diri sendiri dan bahkan juga bisa terjadi pembohongan terhadap pasangan. Kalau yang namanya pembohongan, sudah pasti tidak baik, deh!!! Tidak sehat!!! Jiwa, pikiran, dan hati bisa rusak!!!

Ada banyak sarana untuk mendapatkan sensasi yang baru tanpa harus membohongi diri, seperti misalnya dengan mencoba menggunakan sensasi “rasa” yang berbeda pada kondom dan message/lubricant gel atau oil. Namun harus yang aman pula, jangan sembarangan. Sementara untuk efek bergetar, kan, ada yang tidak perlu sampai harus “masuk” ke dalam. Sensasi getarannya terasa, kok!!!

Kebebasan memilih untuk menggunakan atau tidak menggunakannya, tidak bisa saya tentang atau saya larang. Tetapi alangkah baiknya bila dipikirkan masak-masak. Memang tidak membahayakan seperti pistol, narkoba, dan pisau, tetapi menurut saya, sangat berbahaya bagi keadaan dan kesehatan psikologis seseorang. Apalagi kalau sampai ketagihan?! Apa bedanya dengan ketagihan masturbasi?! Lagipula, dengan yang aslinya memang kenapa, sih?! Nggak pede dengan yang benerannya? Kurang puas? Takut nggak bisa memuaskan? Kan, banyak cara yang lebih baik untuk bisa mengatasi masalah ini. Selain itu, kalau belum menikah, ya tunggu sampai menikah. Kalau sudah tidak memiliki pasangan, ya, cari lagi sampai ketemu penggantinya. Bila tidak ada juga, ya, lakukan aktifitas bermanfaat. Pindahkan energi untuk sesuatu yang lebih berguna. Menulis di Kompasiana, misalnya. Bisa, kan??? Pasti bisa kalau ada kemauan!!!

Pikir-pikir lagi, ya!!!.

Salam,

Mariska Lubis

24 Oktober 2009

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Berbagi Pengalaman, Pendidikan Sosial and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Mainan Orang Dewasa

  1. Anak Pribumi says:

    Buat apa beli mainan seperti itu, langsung maen yang aslinya lebih NIKMAT. ahhhhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s