Nasib Seorang Gigolo

ADALAH seorang teman bernama Teddy. Wajahnya tampan. Kulitnya putih bersih. Badannya kekar. Rajin fitness, sih!!! Profesinya adalah sebagai seorang gigolo sejak tahun 1992.

Saya mengenal Teddy sejak masih kuliah. Rumahnya tidak jauh dari rumah saya. Hanya beda kompleks saja. Dulu kami sering banget cerita-cerita dan jalan bareng. Habis dia baik dan lucu, sih!!! Selalu ramah dan tidak pernah kelihatan susah. Ceria habis!!!

Sampai kemudian, Teddy tidak pernah lagi muncul di rumah saya. Telpon pun tidak. Saya beberapa kali juga datang ke rumahnya. Kebetulan, setiap kali pulang kuliah, saya pasti lewat depan rumahnya. Tapi dia, kok, nggak pernah ada, ya? Kemana, tuh, orang?!

Gosip beredar. Katanya, Teddy kabur dari rumah. Dia sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan kasar yang diterima oleh orang tuanya. Digebukin melulu!!! Digoblok-goblokin terus!!! Kabur, deh!!! Hancur hati saya mendengar cerita itu.

Saya pun kehilangan kontak dengan dia. Untung ada FB!!! Beberapa bulan yang lalu, dia tiba-tiba saja muncul!!! Wah, senangnya hati ini!!! Sahabat lama yang hilang sekarang ada lagi!!! Yipppiiieee!!!! Kami pun terus kopi darat, deh!!!

Seperti biasanya, kalau ketemu teman lama, ada banyak, dong, cerita yang ingin disampaikan. Ada banyak pula pertanyaan yang ada di dalam benak. Kemana aja, sih?! Ngapain aja?! Sekarang kerja di mana?! Istri?! Anak?!

Awalnya perbincangan didominasi oleh saya. Hehehe… Cerewet!!! Tapi, kemudian dia mulai bercerita.

Dia mengaku kalau sejak kabur dari rumah, dia berprofesi sebagai seorang gigolo. Alasannya, simpel!!! Nyari uang gampang!!! Dia butuh uang untuk makan, minum, tempat tinggal dan juga untuk meneruskan pendidikannya ke jenjang S1. Dia merasa waktu itu tidak ada yang bisa diandalkan darinya kecuali tampang dan body-nya. Lagian mau kerja di mana?! Bingung juga dia!!!

Asal mulanya dia menjadi gigolo adalah ketika dia sedang duduk sendirian di sebuah mal. Seorang tante datang menghampirinya. Mengajaknya mengobrol, mentraktirnya makan, dan membelikannya sejumlah pakaian. Habis itu, diantarnya pula oleh si tante ke sebuah tempat kos-kosan. Si tante pulalah yang membayar uang kosnya. Dikasih uang pula!!! Buat jajan, katanya!!! Namanya juga masih remaja polos!!! Waktu itu dia pikir kejatuhan rejeki nomplok!!! Apalagi, dalam kondisinya seperti itu, siapa, sih, yang nggak senang?!

Esok harinya, si tante datang menjemputnya. Diajaknya Teddy ke sebuah rumah mewah. Di sana telah berkumpul beberapa orang tante yang sedang arisan. Ada juga beberapa orang pria muda lainnya di sana. Sehabis arisan, makan, pesta-pesta, lalu mulailah Teddy sadar apa yang sebenarnya sedang terjadi. Soalnya, ada satu orang tante, yang nempel terus sama dia. Pemenang arisan itu!!! Ternyata, itu arisan pria!!! Teddy yang dijadikan taruhannya.

Bodohnya, Teddy kemudian jadi benar-benar terjerumus!!! Dia benar-benar menjadi seorang Pekerja Seksual!!! Gigolo!!! Laris manis!!! Mata hatinya tertutup oleh gelimpangan harta yang diterimanya. Ya perhiasan, barang-barang mewah, mobil, bahkan rumah. Semua dia punya!!! Jalan-jalan ke luar negeri pun sering!!! Bourjois banget, deh, pokoknya!!! Semua hasil pemberian para perempuan pencari kesenangan sesaat.

Seiring perjalanan waktu, Teddy kemudian merasa ada yang salah dengan dirinya. Dia jadi mudah sakit dan seringkali batuk, pilek, pusing, serta mual-mual. Periksalah dia ke dokter. Hasilnya, dia positif terkena HIV!!!

Syok berat!!! Stress!!! Panik!!! Teddy kemudian melarikan diri ke sebuah Pulau dekat Bali. Di sebuah desa terpencil, di dekat sebuah sungai, dia mengasingkan diri. Merenungi nasib.

Sadar bahwa tidak ada yang bisa dilakukannya selain pasrah dan banyak berdoa, dia kemudian memutuskan untuk berbagi. Berbagi dengan mereka yang senasib. Berbagi juga dengan mereka yang lain agar tidak memiliki nasib yang sama dengannya. Makanya, kemudian dia meminta saya untuk menuliskan kisah ini. Dia ingin agar tidak ada lagi orang yang melakukan kebodohan dan kesalahan seperti dirinya.

Ted!!! Keep on fighting, ya!!! Teruslah juga berbagi!!! Jangan pernah mendengar segala cemooh dan hinaan manusia!!! Tabah!!! Sabar!!! Tuhan Maha Tahu!!! Tuhan Maha Adil!!!

I love you, Teddy!!!

Salam,

Mariska Lubis

4 November 2009

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Jiwa Merdeka, Pendidikan Sosial and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Nasib Seorang Gigolo

  1. hanz says:

    mom ne cerita beneran ato karangan ? klo crt bner tragis ya kjadiannya

  2. vicky says:

    Kasian ya.. pelajaran buat semua.. thanks for inspiring story

  3. erwantoko says:

    Keep fighting guys!!never hear people said!
    Its not to late to surrender for HIM,wish will got much blessings,amen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s