Poligami

HEHEHE… Bergabung dengan komunitasnya, nih? Memangnya sudah yakin mampu? Benar nih?!

Kita nggak usahlah, ya, berdebat soal agama dan keyakinan. Toh, masing-masing pribadi memiliki keyakinan masing-masing yang tidak bisa diganggu gugat. Nanti malah jadinya debat kusir!!! Belum lagi soal poliandri dan group marriage. Rambah ruwet, deh!!! Sama seperti yang sedang terjadi sekarang ini. Pemerintah saja tidak bisa mengambil keputusan?!

Mendingan juga kita melihatnya dari sisi pandang lain, yang berdampak besar bagi kehidupan rumah tangga dan sosial. Habis, jarang dipikirkan, sih!!!

Contohnya saja soal istri yang suaminya berpoligami. Rela, sih, mungkin rela, tetapi banyak, lho, yang diam-diam memendam rasa sedih dan rasa bersalah. Belum lagi perasaan rendah diri dan merasa direndahkannya. Wahh… kasihan banget!!! Soalnya, mereka merasa gagal menjadi istri yang baik!!! Gagal membahagiakan suami!!! Buktinya jelas, kan?! Suami cari istri yang baru.

Kelihatannya masalah ini sepele, tapi jangan salah, bisa mengakibatkan perempuan ini menjadi sangat depresi dan mengalami gangguan kejiwaan. Dampak negatif yang paling sering dirasakan adalah kepada sang anak. Anak soalnya seringkali dijadikan “tameng” atau “pelampiasan” atas rasa yang terpendam itu. Buntutnya, tidak jarang juga terjadi kekerasan dalam rumah tangga poligami. Padahal, anak nggak salah apa-apa, kan?

Kita bisa saja bilang perempuan itu yang tidak kuat mentalnya, tetapi bisa kita balikkan lagi, kenapa bisa sampai terjadi? Harusnya suami yang merasa mampu berpoligami dan bisa berbuat adil, tidak akan pernah membiarkan hal ini bisa sampai terjadi. Namanya juga adil!!!

Psikologis anak juga harus diperhatikan banget dalam hal ini. Rasa malu, kecewa, dan marah pada orang tua seringkali ada di dalam hati dan pikiran si anak. Kebanyakan dipendam pula!!! Kalau terang-terangan diutarakan, nanti dibilang kurang ajarlah, tidak tahu dirilah. Atau bahkan bisa diusir dari rumah!!! Ada juga yang takut karena takut nanti ibunya ikutan disingkarkan. Gimana, tuh?!

Dari sisi ekonomi juga kita bisa bisa merasakannya. Jujur sajalah, berapa banyak perempuan yang rela dimadu karena alasan ekonomi? Berapa banyak juga pria yang merasa mampu hanya berdasarkan kemampuan sisi ekonomi saja? Di satu sisi kita semua merasa prihatin dan seringkali mencela orang-orang yang kita anggap materialistis. Tetapi di sisi lain, bukankah hal ini mendorong seseorang untuk menjadi orang yang materialistis? Semua dianggap beres, adil, dan merata kalau duitnya lancar!!! Yang penting itu, kan? Bodoh!!!

Sifat materialistis bisa menyebabkan sebuah bangkrut!!! Lihat saja Amerika Serikat!!! Negara yang kaya raya seperti itu, kena terpaan dan goncangan ekonomi, langsung kelimpungan. Penduduknya yang konsumtif akibat gaya hidup dan pemikiran yang sangat materialistis – mengagung-agungkan harta dan kekayaan – toh, membuat pemerintahnya kepusingan sendiri!!! Mau negara tercinta kita ini seperti itu di kemudian hari?

Kejadian yang paling umum terjadi dari gejala masyarakat yang materialistis , menurut saya, salah satunya adalah kawin sirih. Perkawinan yang dianggap tidak ada oleh negara, tetapi banyak yang tidak berpikir panjang dan mempermasalahkan soal yang satu ini. Banyak, kan, yang menjalaninya? Tidak peduli, deh, mau gimana nantinya anak yang lahir, yang penting sekarang bisa hidup layak dan atau sesuai dengan keinginan serta nafsu dunia. Ya, nggak?! Ya, mungkin tidak semua berpikir seperti ini, tapi kita bicara fakta sajalah.

Kesehatan juga harus diperhatikan. Ini sudah terbukti secara ilmiah, kalau orang yang suka berganti-ganti pasangan memiliki resiko yang besar tertular penyakit kelamin dan bahkan HIV dan AIDS. Siapa yang bisa menjamin kebersihan yang satu sama dengan kebersihan yang lain? Tidak ada, kan?! Saya sebetulnya ingin sekali ada yang melakukan riset lebih dalam lagi soal yang satu ini, tapi khusus bagi keluarga poligami. Saya yakin sekali akan ditemukan banyak sekali masalah.

Menurut saya, manusia yang adil dan bijaksana adalah manusia yang bisa menjalankan kodratnya sebagai seorang “manusia” yang memiliki hati dan akal budi. Menjalankan kehidupan dengan menyeimbangkan kejujuran hati dan pemikiran yang luas, terbuka, dan matang. Berbagi anugerah, berkat, dan rahmat yang diberikan oleh-Nya untuk kepentingan bersama dan untuk masa depan. Bukan hanya untuk kepentingan pribadi dan segelintir orang dan golongan tertentu saja. Tapi, untuk semua!!!

Oh, ya, satu lagi nih, kepikiran nggak, sih, apa maksud dari Malaysia? Kenapa, ya, dia senang banget membuat sensasi yang mengacaubalaukan negara ini? Ada apa gerangan di balik tindakan dan kelakuan mereka? Bagaimana sikap yang harus kita tempuh?

Semoga saja tulisan ini bisa menjadi pertimbangan

Salam,

Mariska Lubis

24 Oktober 2009

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Jiwa Merdeka, Pendidikan Sosial, Perubahan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Poligami

  1. abu says:

    Allah mensyariatkan poligami dan seseorang yg memiliki akal tdk boleh mengingkari syariat ini.karena itu adalah syariat Allah. Yang menciptakan laki dn perempuan dan mengetahui kemampuan keduanya. Jika seorang perempuan muslim sampai mengingkari syariat ini, dikhawatirkan akan gugur amal-amalnya. Firman Allah “Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Qur’an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.”.( QS Muhammad :9)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s