Teramat Sangat Rindu!!!

usefilm.com

Hujan deras terus mengguyur tiada henti. Angin pun bertiup kencang tanpa ada jeda. Kabut tebal terus menuruni pegunungan dan menutupi kota. Dingin mendera diri dan membuat rindu itu semakin menjadi. Duh!

Seorang perempuan mendesah dalam dan panjang. Hati dan pikirannya dipenuhi dengan rasa rindu pada kekasih hatinya. Telah sekian lama mereka tidak berjump dan tentunya selalu ada keinginan untuk bisa berjumpa dengannya dan selalu bersamanya.

Belum lama tiba di rumah. Lelah sekali rasanya namun rasa itu tidak bisa juga membuat saya tertidur. Rindu teramat sangat menguasai hati, tubuh, dan pikiran.

Saya sangat merindukan pria yang penuh pesona cinta itu. Pria yang dipenuhi dengan cinta untuk semua. Memiliki jiwa besar dan juga kesederhanaan yang membuatnya menjadi sangat luar biasa. Ya, pria itu. Pria yang telah membuat saya jatuh cinta. Seorang pria yang pernah menyapa saya dengan matahari, malam, dan mimpi.

Telah lama waktu berlalu sejak pertemuan terakhir dengannya, namun tidak pernah hilang dari ingatan betapa mempesonanya dia. Tatapan matanya yang lembut, senyum serta tawanya itu, aduuuhhhh!!!

Setiap gerak geriknya masih terus membayang di pelupuk mata. Bagaimana dia mengelus perutnya, menggaruk rambutnya, dan memangku tangannya di atas meja untuk menopang dagunya. Bagaimana juga merekah hidung dan bibirnya bila sedang gembira dan atau sedang ada sesuatu yang lucu. Tidak lupa juga bagaimana caranya dia berusaha untuk menjaga citra dirinya di hadapan yang lain. Ah!!!

Masih juga saya ingat makanan yang disukainya. Tak jauh dari sambal dan balado juga gulai kepala ikan. Meski agak rewel dan agak berbeda dalam selera makanan, tetapi setiap kali melihatnya makan, saya selalu jadi ikutan lapar. Caranya dia menyuap makanan ke mulutnya itu, nikmat sekali.

Dia selalu bilang maaf karena dia hanya orang kampung yang bukan orang kota. Ini selalu menjadi menarik bagi saya, mungkin karena saya sangat sensitif sekali. Bagi saya, itu menjadi seperti sebuah sindiran karena saya tidak pernah tinggal di kampung tetapi merasa kampungan banget. Ya, ketinggalan banget karena seperti orang yang tak pernah kenal dunia. Nyentuh sawah pun setelah lulus dari SMA. Hehehe….

Kisah dan cerita yang diuraikannya, duh, benar-benar, deh!!! Benar-benar membuat saya jadi semakin hanyut dan larut dengan dirinya. Entah karena saya sedang jatuh cinta atau memang karena memang saya suka, tetapi sepertinya memang karena saya suka. Bagi saya, dunianya penuh dengan misteri dan amat sangat jauh berbeda dengan apa yang selama ini saya jalani dan dapatkan dalam kehidupan.

Ada banyak peristiwa yang sudah kami lewati bersama, suka dan juga duka. Meskipun dia tidak di sisi selalu, tetapi saya merasa dia selalu ada. Dia menjadi tempat saya untuk bertanya dan juga bercerita. Dia juga menjadi tempat bagi saya untuk mengadu dan berlindung. Dia baik hati sekali dan sangat lembut.

Ya, meskipun saya sadar bahwa ada banyak sekali batas dan keterbatasan di antara saya dan dia, yang juga membuat saya tidak mau bermimpi terlalu jauh, namun rasa itu tidak bisa dipungkiri. Saya senang dan merasa bahagia dengan kehadiran dan keberadaannya di hati saya. Saya ingin cinta itu ada dan ada selalu. Toh, cinta tidak selalu harus bersama bukan?! Saya sangat menikmatinya dan itu yang penting menurut saya.

Saya juga tidak ingin apa-apa darinya. Saya hanya cinta dia saja. Tidak perlu harus ada alasan yang lain. Cinta, ya, cinta!

Sekarang ini saya sedang amat sangat merindukannya. Saya ingin sekali berjumpa dengannya. Ingin menyentuh dan membelai wajahnya. Memeluknya erat-erat dan menciumnya tiada henti. Ya, saya rindu bercinta dengannya.

Yang lebih lagi saya rindukan adalah untaian kata-katanya yang indah dan menawan itu. Dia pernah berkata, “Aku rindu setengah mati kepadamu. Sungguh kuingin kau tahu.” Sekarang?! Saya tidak mau berharap. Biarlah saya saja yang merasakannya. ”

Pfffiiuuhhhh!!! Sampai ikutan menarik nafas dalam-dalam dan mendesah panjang. Memang bila sedang dilanda rindu, Sulit sekali rasanya untuk bisa melepaskan diri dari rasa itu. Perhatian sudah dialihkan dan sebisa mungkin tidak ada waktu untuk memikirkannya, tapi mana bisa?!

Benar apa yang diucapkan oleh seorang pria penuh cinta kepada saya, saat saya bertanya padanya, apakah rindu?! Dia menjawab, “Rindu adalah sebuah tali pengikat rasa atas apa yang pernah ada dan terjadi, yang terekam di dalam memori di dalam benak dan hati, dan  bila terus ada dan dirasakan maka akan terpancar lewat rasa,  hasrat, dorongan, dan gejolak.”

Tidak mudah menjalani sebuah hubungan jarak jauh apalagi bila memang tidak ada kepastian. Pikiran negatif bisa saja muncul dan membuat hati menjadi gelisah. Cemburu dan praduga mudah sekali muncul. Namun, untuk apa sampai demikian?! Semua yang terjadi adalah kita sendiri yang membuatnya juga. Semua ada di dalam pikiran kita sendiri. Lebih baik berikan saja yang terbaik untuknya yang bisa diberikan. Di dalam cinta seharusnya tidak perlu sampai harus ada duka yang berlarut.

Sekali lagi, komunikasi itu harus tetap selalu dijaga. Bercinta lewat kata-kata bukan berarti hanya sekedar kata bila memang itu dilakukan dengan penuh cinta dan juga sepenuh hati. Setiap kata menjadi sangat berarti dan selalu meresap ke dalam sanubari. Tidak mudah untuk dilupakan dan tidak perlu juga dihilangkan. Menjadi bagian dalam proses dan juga perjalanan dalam bercinta.

Suka dan duka itu pun bisa tetap dijalani bersama bila sama-sama juga mau saling terbuka dan saling berbagi. Tidak perlu takut untuk melakukannya karena ini merupakan salah satu cara juga untuk bisa lebih saling mengenal satu dengan yang lainnya. Menjaga juga kedekatan dan keakraban serta rasa cinta itu sendiri. Bilapun memang tidak ditakdirkan untuk bersama selamanya, memiliki rasa cinta itu tetaplah luar biasa indahnya.

Ada seseorang yang pernah berkata kepada saya juga bahwa di dalam bercinta bukanlah menikmatinya tetapi menjalaninya. Benar juga. Bagaimana mau menkmatinya bila tidak menjalaninya, ya?!

Cinta itu ada dan ada selalu. Begitu juga dengan rindu yang selalu mengiringinya. Jalani dan nikmatilah.

 

Salam hangat penuh cinta selalu,

 

Mariska Lubis

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Mimpi and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s