Aborsi

ceritasisounti.blogspot.com

DITENTANG banget, tapi, kok, ya, masih saja terus dilakukan. Dibilang hak, tapi, kok, ya, menghilangkan kewajiban juga. Gimana, ya?!

Seorang pekerja seks komersial yang saya bilang tidak professional karena motivasinya kesenangan bukan mencari uang, mengaku pernah menggugurkan kandungannya sebanyak 16 kali. Enam belas kali!!! Kebayang, nggak?!!!

“Kamu nggak takut, ya?”
“Nggak, tuh!!! Pertama-tama, sih, iya, tapi lama-lama biasa aja!!!”
Aduh!!!
“Habis, daripada dia lahir…!”
Haaahhhh???!!!
“Siapa yang mau miara itu anak?!”
Emaknya, dong, ah!!!
“Saya mana mungkin bisa?!”
Heran???!!!
“Saya tukang kelayapan kayak begini, disuruh diam di rumah, mana bisa?!”
Sinting!!!
“Nanti kagak ada lagi yang mau sama saya kalau udah punya anak.”
Tarik nafas yang panjang…..
“Namanya juga laki, kayak mbak nggak tahu aja!!!”
?????

Saya nggak tahu harus nanya atau ngomong apa lagi sama perempuan yang sebetulnya cantik ini. Bingung!!! Beneran, deh!!!

Sama juga seperti kalau nonton reportase di televisi yang meliput ada bayi yang dibuang, asal dikubur, atau dibiarkan mati begitu saja. Liputan yang sama soal perempuan yang ditangkap karena terbukti telah menggugurkan kandugannya, dan tega menelantarkan bayinya yang baru lahir. Ada juga perempuan yang meninggal karena sedang menggugurkan kandungannya. Atau yang paling heboh, kasus seorang dukun yang ternyata halamannya penuh dengan kuburan bayi yang digugurkan. Pusssiiiinnngggg!!!!

Berbeda dengan sebuah sesi di acara Kick Andy, Metro TV. Ada satu topik yang menayangkan cerita tentang perempuan-perempuan hebat yang tetap melahirkan anaknya walaupun tanpa Bapak. Bapak, ada, tapi kabur!!! Gitu, lho!!! Ada yang memang karena korban pemerkosaan, ada juga yang memang karena tidak ada pernikahan resmi. Sang Bapak sudah punya istri yang sah dan tidak setuju dengan poligami, tapi setuju dengan “icip kiri icip kanan”.

Salut banget, deh, buat perempuan-perempuan ini!!! Tidak mudah, lho!!! Apalagi di Indonesia yang masyarakatnya kebanyakan masih belum bisa menerima hal ini. Keluarga mereka pun luar biasa!!! Mendukung banget!!! Daripada diaborsi, menurut mereka. Hebat, ya?! Mereka semua patut diacungi jempol!!!

Saya secara pribadi, ingin sekali bisa bertemu dan bertanya banyak dengan mereka. Pasti banyak yang bisa diberikan dan dibagikan kepada perempuan-perempuan lain yang sedang resah karena hamil di luar nikah.

Aborsi sendiri sebetulnya bisa memiliki banyak arti. Umumnya, diartikan sebagai menggugurkan bayi yang ada di dalam kandungan sebelum bayi itu keluar dari dalam rahim. Tetapi aborsi juga bisa diartikan dalam suatu bentuk yang lebih legal, yaitu menggugurkan fetus (jabang Bayi) yang hidup di luar uterus. Kalau istilah awamnya, kuret karena bayi ada di luar kandungan. Masalahnya, karena menurut para ahli, fetus yang hidup di luar uterus ini hanya bisa bertahan hidup tidak lebih dari 20 minggu saja.

Aborsi yang dilakukan oleh dokter yang sudah ahli dan dilakukan melalui prosedur yang benar, memiliki resiko yang relatif kecil. Yah, namanya juga dokter kandungan, pastinya mengerti banget, dong!!! Tapi, jarang banget ada yang mau melakukannya, kecuali, secara medis memang terbukti dan dengan sangat terpaksa harus digugurkan. Biarpun ada juga dokter gila!!! Itu, tuh, seperti dokter yang ditangkap di Jakarta karena terbukti melakukan praktek aborsi ilegal. Edan!!! Demi segepok uang, etika dan janji serta sumpah dokter dilanggar begitu saja!!!

Bidan yang professional pun tahu caranya, tetapi sama seperti dokter juga, jarang, tuh, ada yang mau menggugurkan bayi. Makanya, kebanyakan perempuan menempuh jalan yang lain. Ada yang makan makanan tertentu, minum obat-obatan atau pergi ke dukun. Ini yang berbahaya!!! Resikonya besar banget!!! Bukan cuma rahim yang rusak saja, tetapi bisa juga menyebabkan kematian. Wong, prosedurnya juga nggak jelas!!! Kebersihannya apa lagi!!!

Menurut saya, sih, aborsi yang tidak didukung oleh alasan medis yang jelas ini, sebaiknya tidak dilakukan. Biarkanlah sang jabang bayi itu mendapat kesempatan untuk bisa merasakan dunia. Sekejam apapun dunia ini!!! Beranilah untuk mengambil sikap dan menanggung resiko, sekalipun anak itu tidak memiliki “bapak”. Biar bagaimanapun juga, mereka adalah darah daging.

Saya juga sangat menghimbau keluarga dan masyarakat untuk bisa bersikap lebih adil dan bijaksana. Jangan menilai perbuatan yang sudah lalu, tetapi bantu mereka untuk bisa menghadapi dan mengatasi kesulitan serta dilema yang ada. Salah atau benar, bukan inti dari dari semua ini, tetapi nuranilah yang harus diutamakan. Kalau untuk pemerintah, sepertinya lebih baik kita sebagai rakyat membantu agar anak-anak yang terlahir di luar nikah ini mendapat perlakuan yang sama dan adil seperti anak-anak lainnya.

Semoga saja tulisan ini bisa memberikan manfaat!!!

Salam,

Mariska Lubis

25 Oktober 2009

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Pendidikan Sosial, Perubahan and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Aborsi

  1. Imelda Rahmawati says:

    Aborsi………secara Agama Islam di perboleh kan jika usia kandungan belum mencapai 40 hari………. dan jika membahayakan kesehatan Ibu……….

  2. ibnu_sabil says:

    itu pun g’ asal maen aborsi… kan para ulama mmbolehkan jika dlm keadaan drurat, seperti prmpuan muslimah yang di perkosa, mka dia dprbolehkan mnggugrkan sblm ruh ditiupkan ke bayi/40 hr, tp klo dlm keadaan normal g’ sah di gugurkan, pa lagi hasil perzinahan, sudah dosa berzina, menggugurkan lagi….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s