Predator Perempuan

go-killz.blogspot.com

SENANGNYA memangsa perempuan. Anak-anak. Remaja. Dewasa. Tidak pandang bulu. Anak kandung. Keponakan. Tetangga. Teman. Semua dimangsa. Bukan hanya perempuan saja, sih, banyak juga pria ikut dijadikan mangsa. Dan ini terjadi di mana-mana.

Seorang perempuan, sebut saja bernama Sinta, dengan bercucuran air mata menceritakan kisah hidupnya di sebuah radio swasta di Jakarta. Topik yang awalnya adalah tentang penggunaan obat-obatan terlarang alias narkoba, berubah menjadi topik pemerkosaan. Masih berhubungan, sih!!! Dia menceritakan bagaimana ceritanya sampai dia bisa terjerumus ke dalam lembah hitam.

“Sewaktu saya duduk di kelas 1 SMP, ayah kandung saya yang sangat saya cintai dan saya hormati, merenggut keperawanan saya. Entah setan apa yang telah merasukinya sehingga dia tega memerkosa anak perempuan satu-satunya ini. Setelah itu, dia melakukannya terus menerus, tidak terhitung jumlahnya. Bisa setiap hari. Bisa sehari dua sampai tiga kali. Terus dan terus sampai saya duduk tamat SMA. Dia seakan tidak peduli dengan tangis dan jerita serta rintihan saya. Tertutup nafsu!!!” ungkap Sinta.

Apa tidak ada yang menolong atau membantu?

“Abang saya, abang satu-satunya, pernah memergoki. Bukannya menolong, dia mengikuti jejak ayah. Dia ikut memerkosa saya. Terkadang dalam sehari mereka bergantian meniduri saya. Tidak ada perasaan bersalah atau penyesalan dari mereka. Mereka sepertinya senang melakukannya.” Sinta terus terisak-isak.

Ibu?

“Dia tidak pernah tahu dan mungkin juga tidak pernah mau tahu.”

Pembimbing Sinta, seorang sukarelawan dari sebuah badan internasional sangat terkejut mendengar cerita itu. Dia tidak pernah tahu juga sebelumnya. Yang dia tahu hanya Sinta kabur dan lari dari rumah sejak lulus SMA. Itu saja.

Bagaimana kemudian kehidupan Sinta selanjutnya?

Sinta kemudian menjadi pekerja seks komersial dan menggunakan obat-obatan terlarang. Dia pernah menikah dua kali dan dua-duanya bercerai. Di usianya yang menjelang 30 tahun sekarang ini, dia memutuskan untuk menjadi seorang pecinta sesama jenis. Dia sudah muak dan jijik dengan lawan jenisnya!!! Dia pun menjadi seorang perempuan yang asosial. Tidak peduli dengan orang lain!!! Tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya!!! Cuek habis!!!

Trauma yang dialami Sinta terlalu kuat, besar, dan mendalam. Sulit sekali untuk bisa menyembuhkan lukanya itu. Beberapa psikolog telah melakukan terapi. Ustadz pun sudah beberapa orang yang mencoba. Tidak ada satu pun yang berhasil. Sinta sepertinya sudah tidak ingin lagi sembuh. Dia sudah tidak peduli!!!

Sadis!!! Edan!!! Sakit!!! Hukuman mati bagi bapak dan abangnya itu pun sepertinya masih kurang!!! Nggak tahu, deh, mereka ini harusnya diapain? Yang pasti harus seberat-beratnya!!!

Predator seksual adalah mereka yang melakukan pelecehan seksual dan atau kejahatan seksual lainnya. Definisi ini memang berbeda-beda di setiap negera, tetapi pada umumnya termasuk mereka yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak, melakukan pornografi anak, dan pemerkosaan. Di beberapa negara bagian di Amerika Serikat, bahkan orang tua yang tidak melakukan tindakan apapun terhadap anaknya yang menjadi korban, juga dikategorikan sebagai penyerang seksual. Predator seksual ini biasanya melakukan kejahatan seksual lebih dari satu kali. Berulang kali.

Predator seksual ini tersebar di mana-mana. Bisa saja mereka sekarang sedang duduk di dekat kita. Siapa yang tahu?! Tidak ada keanehan dalam perilaku mereka sehari-hari. Semuanya tampak biasa saja. Tidak ada yang berbeda. Sulit untuk mengenali mereka. Bahkan tak sedikit dari mereka yang menggunakan kedok agamis untuk menutupi keanehan mereka ini. Hati-hati, ya!!!

Menurut saya, hukuman yang berlaku di Indonesia masih terlalu ringan. Selain itu, masih sulit bagi para korban untuk bisa merasakan keadilan dan mendapatkan pertolongan. Kurang peduli kalau kata saya, sih!!! Iba dan kasihan tidak akan bisa membantu banyak!!! Lakukan sesuatu!!! Kenapa kalau protes soal kedatangan Miyabi bisa sampai ratusan orang turun ke jalan sementara demo dan protes soal hukuman bagi para predator seksual di Indonesia ini sedikit yang mendukung?! Mana yang lebih penting???

Marilah kita sama-sama renungkan masalah ini dan mencoba berpikir mencari solusi dan jalan keluar yang terbaik.

Salam,

Mariska Lubis

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Fakta & Kenyataan, Pendidikan Sosial, Perubahan and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s