Rayuan Penuh Arti

Rayuan gombal

Illustrasi: noveloke.com

ENTAH kenapa, setiap kali saya melihat gayanya Don Juan merayu, rasanya gimana gitu?! Tatapan matanya, senyuman manisnya, kata-katanya yang lembut, dan setangkai bunga merahnya itu, membuat saya langsung luluh tak berdaya. Lemes banget!!! Hehehe…

Eit, tapi tunggu dulu!!! Biar seperti sudah tak bertulang, tetap saja masih ada otak yang bisa mengendalikan. Mau apa, nih, dia? Apa maksudnya? Jangan-jangan ada udang di balik batu!!! Soalnya, merayu itu, kan, bisa jadi positif, bisa jadi negatif. Tergantung dari niatnya juga. Biarpun dua-duanya bertujuan untuk “menghipnotis” pikiran dan perasaan, tetapi kalau tujuannya untuk sesuatu yang negatif, nanti dulu, deh!!! Sorry, ya!!!

Memang sudah dari sananya kita ditakdirkan untuk bisa merayu. Sejak dari zaman Nabi Adam juga sudah ada, kan? Perhatikan saja bagaimana Hawa merayu Adam untuk memakan “buah terlarang”-nya itu, seperti yang dikisahkan dalam kitab-kitab suci. Yah, wajarlah kalau kemudian semua turunannya juga jadi bisa merayu. Apalagi dengan evolusi di mana kemampuan merayunya juga jadi semakin canggih dan hebat. Hehehe… Jadi jagoan semua, deh!!! Lihat, deh, anak-anak kecil sekarang. Sudah pandai sekali mereka merayu. Ya, nggak?!

Lagipula, siapa yang tidak senang dirayu. Bohong saja kalau ada yang bilang, “Saya paling tidak dirayu!!!”. Bukan tidak senang dirayu barangkali!!! Tergantung dari bentuk rayuannya yang seperti apa!!! Ada yang senang dirayu dengan puisi-puisi cinta, ada yang senang dirayu dengan diberikan banyak hadiah, tapi ada juga yang senangnya dirayu dengan perbuatan-perbuatan tak terduga. Tiba-tiba dibikinin telor goreng, contohnya!!! Biarpun mungkin tidak ada maksud untuk merayu, hanya sekedar untuk memberikan perhatian, tetapi bisa, lho, ditanggapi sebagai salah satu bentuk rayuan. Rayuan yang manis tentunya!!!

Merayu juga tidak melulu berurusan dengan yang namanya cinta atau seks, tetapi juga dipraktekkan untuk hal-hal yang lain. Tukang jualan, misalnya. Sales yang menjual parfum di mal, deh! Rayuannya juga maut, kan?! Kadang-kadang sulit bagi kita untuk menolak untuk tidak membeli dagangan mereka. Rasanya nggak enak saja kalau nggak beli. Agak sedikit terpaksa, juga, sih! Tapi bagi mereka, rayuannya berhasil dengan sangat sukses.

Merayu memang seringkali menjerumus ke arah pemaksaan. Apalagi kalau kemudian orang yang merayunya itu merasa gagal merayu. Mulai, deh, emosinya kemudian muncul. Berapa banyak sudah gadis yang jadi korban?! Berapa banyak sudah pria yang juga menjadi korban?! Kalau gadis, sih, kebanyakan soal keperawanan, sementara kalau pria soal duit. Dikuras habis!!! Manyun, deh, buntutnya!!!

Di kantor juga banyak, lho, rayuan maut yang menjebak. Namanya juga politik kantor, ada saja cara yang dipakai. Misalnya saja merayu agar mau pindah ke departemen yang baru dibuka. Rayuannya berupa gaji yang lebih tinggi, fasilitas yang lebih baik, dan bahkan bonus yang sangat menjanjikan. Giliran sudah pindah, ternyata, karier di sana mentok tok tok habis!!! Mana resikonya besar pula!!! Reseh banget, kan?!

Hati-hatilah kita dalam menghadapi segala bentuk rayuan yang ada. Selalu waspada dan berani untuk bertindak tegas. Prinsip dan idealisme harus selalu dipegang teguh. Jangan pernah takut untuk berkata tidak. Jangan juga takut untuk “berbeda”. Selama memang itu benar, kenapa harus takut?!

Khusus untuk urusan politik, nih!!! Pak, Bu, mbok, ya jangan mudah terayu oleh janji orang-orang itu!!! Banyak yang gombal!!! Pikirkan matang-matang sebelum memutuskan sesuatu. Jangan yang dipikirkan hanya untuk urusan kepentingan dan kesenangan pribadi saja. Ingat selalu, dong, kalau kita ini semua bersaudara!!! Satu nusa, satu bangsa, dan satu tanah air.

Semoga bermanfaat, ya!!!
Salam hangat penuh cinta selalu,
Mariska Lubis

6 November 2009

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Mimpi and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Rayuan Penuh Arti

  1. Imansyah Rukka says:

    Teh Ika, artikelnya bagus sekali !
    Kalau rayuan gombal gimana? hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s