Makin Berpengalaman, Makin Mantap Rasanya?!

MAKANYA banyak yang menganggap kalau seorang janda itu pasti lebih oke dibandingkan dengan yang masih perawan. Lebih tahu caranya!!! Lebih agresif!!! Lebih memuaskan!!! Top markotop!!! Sudah pernah saya ulas, sih, sebelumnya dalam tulisan yang berjudul “Paling Enggak Enak Jadi Janda!!!“. Pernah baca, kan?

Itu semua, kan, katanya. Coba kita lihat kisah seorang pria yang sudah berusia 75 tahun dan sudah hidup bersama istrinya lebih dari setengah abad. Memiliki 6 orang anak dan 19 cucu dan 3 orang cicit. Pria mantan petualang cinta dan keluarganya ini tinggal di kota Menado, Sulawesi Utara. Kita panggil saja Pak Charlie, ya!

“Terus terang, saya ini dulunya pria bandel.”
Bandelnya gimana dulu nih?
“Saya sering selingkuh.”
Sekarang?
“Setelah saya sadar betapa istri saya sangat mencintai saya, saya berjanji untuk tidak pernah selingkuh lagi.”
Baguslah.
“Makanya, saya ingin berbagi cerita sedikit, nih, soal pengalaman saya.”
Waaahhhh… boleh, juga, tuh!

Dalam hati saya, tumben, nih, ada pria yang mau mengaku sebagai seorang petualang cinta. Mau berbagi pengalaman pula. Kapan lagi. Hehehe…

“Saya ini, dulu, bisa sampai punya selingkuhan lima orang!!!”
Banyak buanget, ya?
“Iya, soalnya, nafsu saya juga besar. Setiap hari, saya bisa melakukannya dua sampai tiga kali.”
Beda-beda perempuan, nggak?
“Ya, seringnya, sih, ganti-ganti. Pagi sama yang ini, siang sama yang itu, malam beda lagi.”
Gila juga si Bapak!!!
“Macam-macam pula tipe perempuannya, kan?”
Hehehe….
“Ada yang single, ada yang sudah janda, ada juga yang masih punya suami.”
Duuuuhhhh!!!

Memangnya seganteng apa, sih, si Bapak yang satu ini? Saya klik dong foto-fotonya. Yah, lumayanlah. Ganteng banget juga nggak, tapi ada garis-garis wajahnya yang menunjukkan bahwa dia memang memikat hati. Necis pula. Bolehlah.

“Tapi, ada satu perempuan yang paling tidak pernah bisa saya lupakan?”
Yang mana?
“Yang paling tahu bagaimana caranya melayani seorang pria, kalau menurut saya.”
Pastinya, dong.
“Ehhh, bukan dari soal bermain seksnya. Dia itu masih perawan tadinya. Saya, kok, yang perawanin dia!”
Oh, ya?
“Dia orangnya humoris. Senang bercanda. Tahu bagaimana caranya ngomong sama pria.”
Enak diajak ngomong?
“Yah… kira-kira begitulah. Makanya, kami selalu bercanda sebelum bermain. Foreplay-nya ketawa-ketawa.”
Hmmmm….
“Tapi itu membuat saya jadi rileks banget saat bermain.”
Oh, gitu ya?
“Rasanya jadi lebih nyaman saja. Tidak merasa takut ini takut itu.”
Tapi puas, kan?
“Kadang-kadang kita juga nggak sampai orgasme, kok! Tapi, itu jadi nggak masalah.”
Bisa, ya?
“Soalnya, bercinta sama dia saja sudah sangat menyenangkan buat saya.”
Sudah puas duluan?
“Betul! Asyik saja bawaannya.”
Bisa jadi.
“Makanya pas dia mutusin saya, saya yang sedih banget.”
Bisa juga sedih, ya?
“Saya jarang ketemu perempuan yang seperti dia.”
Cinta kali?!
Nggak juga, sih, mungkin sayang iya. Cuma, kok, rasanya seperti kehilangan sahabat dekat.”
Sahabat?

Kalau diterusin, nih, percakapannya. Bisa-bisa seluruh halaman Kompasiana habis sama tulisan saya. Hehehe… Inti dari percakapannya adalah sebagai seorang petualang cinta, dia justru merasa paling puas dengan seorang perempuan yang tidak memiliki pengalaman dalam hal bercinta. Bercinta dalam kamar, maksudnya. Justru dia merasa puas dengan perempuan yang bisa menjadi seorang kekasih sekaligus sahabat dekatnya.

Setelah saya pikir-pikir, bisa jadi memang demikian adanya. Pria yang puas di tempat tidur, belum tentu juga merasa betah di rumah. Ada kebutuhan lain, selain seks, yang harus dipenuhi juga. Tempat untuk bertukar pikiran. Bercanda. Bersenda gurau. Atau sekedar tempat untuk mengobrol. Ya, kan? Kalau pulang ke rumah, terus ketemu dengan istri yang tidak bisa diajak bicara, pasti malas juga. Jenuh juga. Bosan juga. Sehebat-hebatnya, sepandai-pandainya urusan bercinta di atas ranjang, tidak menjadi jaminan para pria tidak kabur. Melayani suami, kan, tidak melulu urusan yang satu itu!!!

So, para istri!!!! Jadilahkanlah suami kalian sebagai serang sahabat juga, ya! Janganlah biarkan suami-suami kita ini mencari perempuan lain yang bisa menjadi tempat curhat atau tempat bertukar pikiran. Bisa keterusan, lho!!! Biarlah kita menjadi orang pertama yang tahu segalanya tentang mereka. Dijamin mereka bakal tambah cinta, deh!!! Nggak nyari yang lain!!! Iya, kan, suami-suami???!!!!

Buat para suami juga, nih!!! Ajak ngobrol, dong istrinya!!! Jangan terus bisanya bilang kalau istri tidak pernah bisa mengerti!!! Kalau tidak pernah diobrolin dan dibahas, mana bisa saling tahu!!! Apalagi saling mengerti.

Kenalan lagi, deh, kalian berdua!!! Mulailah untuk lebih terbuka satu sama lain. Berbagi pengalaman dan berbagi rasalah. Bukan hanya pengalaman dan rasa bercintanya saja yang akan semakin mantap, tapi hubungan kalian berdua pun pasti akan semakin mantap, deh!!! Cobain, ya?!

Semoga bisa menambah harmonis hubungan kalian, ya!!!

Salam,

Mariska Lubis

15 November 2009

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Mimpi, Pendidikan Sosial and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s