Bercinta Pun Tiada Pernah Harus Berakhir

Illustrasi: odsx.com

Malam terpanjang yang tak pernah mungkin bisa dilupakan. Selalu ada dalam ingatan dan menjadi kenangan terindah yang masih saja membayang di pelupuk mata. Wajahnya, tatapan matanya, sentuhannya, semua yang ada padanya itu sungguh sangat indah dan luar biasa. Menjadikan diri tidak kuasa untuk terus menginginkannya lagi dan lagi. Apakah semua itu akan membuat semuanya segera berakhir?!

Seorang perempuan mendesah dalam dan panjang penuh dengan semangat dan gairah yang membara. Dia sangat menikmati semua petualangan cintanya bersama suami tercinta. Amat sangat membuatnya bahagia dan tak ingin semua itu berakhir.

“Malam itu bulan bersinar dengan sedemikian indahnya. Bulan-bulan pun memenuhi langit dan saling bertegur sapa. Pasir yang membentang dan terhampar di sepanjang mata memandang seolah menawarkan dan memberikan tempat. Bahkan angin pun merayu dan menggoda.

Dia memberikan pelukan terhangatnya dan saya pun larut terbuai di dalam kecupannya. Dia memang seorang pecinta yang sungguh luar biasa. Setiap kali kami bercinta, dia selalu membuatku terbang melewati angkasa. Bahkan hingga berkali-kali.

Di atas pasir itu pun kami kemudian bercinta. Kami menghabiskan malam dengan bercinta penuh cinta. Tiada henti dan tiada juga ingin berhenti. Bahkan malam pun terus berlanjut hingga siang dan kembali lagi ke malam. Tak terasa waktu berlalu dan bahkan sepertinya tak pernah berhenti.

Dia sungguh luar biasa. Saya selalu dibuatnya mencapai multiorgasme, dan malam itu, di padang pasir, dia membuat saya gila. Dia memberikan saya kenikmatan yang tak akan pernah bisa saya lupakan.”

“Berbahagialah dirimu yang bisa mendapatkannya, tidak semua perempuan bisa merasakannya.”

“Saya takut menjadi cepat tua dan loyo. Tidak lagi bisa bercinta seperti biasanya dan tidak lagi bisa memberikannya kebahagiaan?”

“Kenapa demikian?”

“Usia suami saya relatif masih muda dan jauh lebih muda dari saya. Tentunya saya tidak ingin tidak bisa memberikannya kebahagiaan, sementara saya sendiri selalu diberikan kebahagiaan yang sungguh dahsyat itu.”

“Bercinta tidak akan membuat seseorang menjadi cepat tua dan loyo, bahkan malah awet muda dan penuh gairah. Hanya saja bila tidak bisa mengendalikan diri, itu berbahaya. Apalagi jika sudah mengganggu pekerjaan dan pikiran.”

“Tentunya tidak mengganggu, saya masih bisa mengendalikan semuanya. Tidak tiap hari kami bercinta, tetapi setiap kali kami melakukannya, selalu saja luar biasa.”

Waduuhhhh!!! Perempuan satu ini benar-benar membuat saya iri hati saja! Mau., dong!!! Hahaha….

Siapa, sih, yang nggak mau merasakan multiorgasme?! Untuk mencapai sekali orgasme saja terkadang butuh perjuangan. Bahkan 90 persen perempuan di dunia ini, menurut riset, tidak pernah merasakannya. Kebanyakan hanya berpura-pura saja untukmembahagiakan pasangannya.

Tidak perlu khawatir dengan multi orgasme, justru itu luar biasa sekali! Yang perlu dikhawatirkan justru bila tidak mencapai orgasme. Seringkali ini yang membuat hubungan menjadi hambar dan kemudian semuanya menjadi mudah untuk berakhir. Berawal dari rasa kecewa yang berlanjut dengan malas, hingga kemudian menjadi rasa sedih dan benci. Apalagi bila kemudian mulai mencari pembanding. Repot, deh!!!

Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan ukuran. Seringkali pria salah mengintrepretasikan hubungan antara ukuran dan kemampuan untuk mencapai orgasme, padahal itu hanya ketakutan dan kecemasan saja. Justru ketakutan dan kecemasan itulah yang membuatnya menjadi tidak bisa maksimal dan bahkan bermasalah. Ukuran bukan masalah! Untuk apa bila besar tapi tak mampu menggetarkan dunia, lebih baik kecil tetapi benar-benar membuat bumi berguncang!

Seandainya saja kita semua mau menyadari bahwa seringkali kita meremehkan hal-hal yang kecil tetapi membesar-besarkan hal-hal yang kecil. Rasa ketakutan dan kecemasan itu seringkali tidak pada tempatnya dan justru akan merugikan diri kita sendiri. Membuat segala yang indah itu menjadi selalu saja ada yang kekurangan, dan juga membuat apa yang kita miliki itu menjadi tidak disyukuri. Meski sama-sama sadar bahwa cinta itu bisa mengalahkan segalanya dan semua itu pun dilakukan dan terjadi karena cinta.

Komunikasi sangatlah menjadi penting di dalam bercinta. Tidak ada yang bisa mengetahui apa yang ada di dalam hati dan pikiran bila tidak diungkapkan. Bahasa tubuh bisa saja bicara tetapi perlu diingat bahwa tidak semua juga bisa menangkap isyarat. Kata dalam tulisan dan ucapan pun seringkali salah dimengerti, apalagi bila tidak diungkapkan?! Janganlah selalu berpikir yang lain sama dengan diri kita. Cobalah untuk menjadi dia dan mereka bila ingin benar-benar bisa memahaminya.

Sama juga dengan bercinta dengan Negara tercinta kita ini. Ada banyak hal-hal yang indah yang sebenarnya sangat kita nikmati. Bila memang ada sesuatu yang sepertinya kurang, ya, sebaiknya bisa dilihat dari kacamata yang lebih luas lagi. Kita selalu melihat ke rumput tetangga yang lebih hijau, padahal belum tentu juga si tetangga melihat rumputnya hijau. Bisa jadi rumput kita dilihatnya jauh lebih hijau, segar, dan subur. Negara kita tercinta ini sudah sering memberikan kita multi orgasme yang tiada henti, kenapa tidak kita syukuri dan nikmati bersama untuk kepentingan bersama?! Bercinta berkali-kali dengan Negara pun malah akan terus membangkitkan semangat dan gairah bersama.

Ketakutan untuk tidak bisa memberikan yang terbaik itu pun sebaiknya tak perlu menjadi kecemasan yang berlebihan. Kita tidak perlu berusaha sedemikian kerasnya melakukan hal-hal yang diluar kapasitas dan kemampuan kita. Kenapa kita tidak memberikan apa yang terbaik saja yang bisa kita lakukan. Tentunya semua disesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing. Yang paling penting tujuannya adalah sama, rasa bahagia. Kebahagiaan dia dan mereka adalah kebahagiaan kita juga.

Semua itu tidaklah mungkin terjadi bila tidak ada cinta yang tulus dan ikhlas di dalamnya, baik bercinta dengan pasangan ataupun dengan Negara. Semoga saja kita semua mau merasakan cinta yang sesungguhnya itu dan memberikannya kepada semua. Dari cinta, oleh cinta, dan untuk cinta sehingga bercinta itu pun tak akan pernah harus berakhir.

Salam hangat penuh cinta selalu,

Mariska Lubis

19 September 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Mimpi and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Bercinta Pun Tiada Pernah Harus Berakhir

  1. bercinta di dunia akan berakhir ketika Allah mencabut nyawa kita.
    Titip link ya mbak ……., sayang omjay belum tahu no. hp bang Risman.
    http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2011/01/22/banda-aceh-yang-mempesona/

    salam
    Omjay

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s