Exhibitionism

Illustrasi: flavorpill.com

KABUURRR, OI!!!! Ada yang suka pamer!! Itulah yang ada di dalam benak saya sewaktu saya mengalaminya sendiri. Takutnya itu, lho!!! Setengah mati!!!

Pulang sekolah, saya dan dua orang teman berjalan kaki menuju ke rumah salah seorang teman lainnya. Tidak ada jalan sepi yang kami lewati. Semua termasuk jalan yang ramai. Tiba-tiba sebuah mobil sedan mewah berhenti tidak jauh di depan kami. Begitu setelah parkir, sang sopir keluar lalu menyeberang jalan menuju sebuah warung.

Hanya butuh waktu kurang lebih satu menit bagi kami untuk tiba di samping mobil mewah itu. Tiba-tiba…, brak!!! Pintu depan terbuka. Otomatis, dong, kami menoleh ke arah penumpangnya. Otomatis juga kami langsung menjerit!!! Penumpang yang mengenakan kemeja dan berdasi itu…, nggak pakai celana!!! Takuuuuttttt!!!! Mempermainkan penisnya pula!!!! Iihhhhh!!!! Mempertontonkannya lagi!!! Wadoooowwww!!!!

Mendengar kami menjerit, dia bukannya takut, malah ketawa-ketawa. Kami pun segera ambil langkah seribu dan berlari tunggang langgang. Ketakutan banget!!! Jantung rasanya mau copot!!! Dag dig dug nggak karuan!!! Keringat dingin pun terus bercucuran!!! Panik, euy!!!

Kejadian itu terjadi waktu saya masih kelas dua SMP. Masih poloslah untuk urusan begitu. Nggak ngerti apa-apa!!! Masih bloon!!! Ketakutan saya waktu itu bukan hanya karena pertama kali “melihat” tetapi juga karena takut banget dikejar!!! Takut diculik!!! Takut diperkosa!!!

Rasa-rasanya perasaan seperti ini tidak hanya saya yang pernah merasakannya. Termasuk dua orang teman saya itu. Pasti ada banyak perempuan lain yang pernah merasakan hal yang sama. Saya saja sudah melihat tiga kali orang seperti itu!!! Ada yang di kampus. Ada yang di halte bus depan kantor polisi malah!!! Berarti ada banyak, kan?!!

Exhibitionism adalah sebuah kelainan jiwa. Senangnya mempertontonkan kemaluannya dan bahkan melakukan masturbasi di depan orang banyak. Mereka sangat terangsang bila ada orang lain yang melihat organ tubuh dan perbuatan mereka itu. Semakin banyak yang menjerit, semakin memuaskan mereka!!! Aneh banget, deh!!!

Ini termasuk juga mereka yang memiliki sindroma Lady Godiva. Lady Godiva yang hidup pada sekitar tahun 1040-1080 naik kuda telanjang bulat (ada juga yang bilang hanya copot perhiasannya saja), keliling sebuah kota di Inggris, sebagai tanda protes atas keprihatinannya atas tindakan suaminya yang mengambil pajak dari rakyat, yang dianggapnya terlalu besar. Intinya, berani telanjang di depan publik entah untuk alasan protes, meluapkan suka cita, atau mencari sensasi, masuk dalam kategori exhibitionist. Seperti yang suka kita lihat di saat pertandingan bola!!!

Saya masih belum mengerti bagaimana peraturan hukum dan undang-undang di Indonesia bagi mereka yang termasuk exhibitionist ini. Apa dipenjara karena melanggar asusila atau dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa atau panti sosial. Pastinya, mereka ini mengganggu dan sangat meresahkan. Banyak lagi!!! Harus segera ditangani. Tidak baik baik mereka, tidak baik juga bagi masyarakat.

Bagi mereka yang harus dengan terpaksa mengalami kejadian yang sama seperti saya dan teman-teman, ingat, ya, refleksnya jangan menjerit atau teriak. Langsung buang muka saja dan berlagak dia tidak ada, itu lebih baik. Buru-buru juga laporkan ke pihak aparat setempat agar orang itu segera “diungsikan”atau dikembalikan ke rumah mereka.

Semoga bermanfaat!!!

Salam hangat selalu,

Mariska Lubis

23 okt 2009

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Exhibitionism

  1. aam5695 says:

    waduh dapet disini akhirnya tulisannya mbak..
    kangen nih ama tulisannya mbak, buat penyeimbang otak aku yang kadang terlalu banyak mengolah masalah hehehehe…
    Tetap semangat yah mbak🙂

  2. zyleea says:

    Mba Mariska, salam kenal.

    Saya baru pertama kali membaca tulisan-tulisan mba. Tulisan nya bagus… izin link ke blog saya ya mba.

    Makasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s