Mengapa Saya Jatuh Cinta dengan Seks?

Illustrasi: kgbclothing.co.uk

MENYENANGKAN. Luar biasa rasanya. Nikmat. Bikin lebih rileks. Membuat hidup lebih sehat. And so on…, and so on. Hehehe….

Alasan klasik yang umum. Wajar saja karena seks seringkali dilihat hanya dari sisi pandang “seonggok daging di antara belahan paha” doang, sih!!! Ditambah lagi dengan banyaknya film, majalah, dan tulisan-tulisan tentang seks yang kebanyakan memang mempertontonkan dan membahas masalah itu. Apalagi kalau porno dan vulgar, wah, makin banyak yang lihat, tonton, dan baca!!!

Tak heran juga bila kemudian banyak kontroversi tentang seks. Ada yang mengangapnya sebagai sesuatu yang tabu, di luar norma dan etika yang berlaku, tidak pantas, dan tidak senonoh. Patut diakui memang kebanyakan yang negatif, kok!!!
Bagi saya, seks adalah sesuatu yang sangat penting dan esensial dalam kehidupan. Tidak hanya berperan dalam reproduksi dan produksi keturunan saja, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Penilaian terhadap kondisi masyarakat dari sisi politik, sosial, dan budaya, dapat kita lihat dan nilai lewat perilaku seks di dalam masyarakatnya. Bahkan kehidupan di dunia ini pun sangat berpengaruh sekali dengan yang namanya seks. Masih ingat bagaimana hebohnya dunia sewaktu pertama kali ditemukan virus HIV dan penyakit AIDS? Atau bagaimana pertumbuhan pekerja seksual yang tinggi di negara-negara pecahan dari Russia? Apa akibat dari “baby booming”? Atau di Indonesia sendiri sajalah, bagaimana dengan aliran “free sex” di kalangan remaja dan pasangan muda yang membuat kalut para orang tua?

Kenapa, ya, ini semua bisa terjadi??? Mengapa harus terjadi??? Apa yang akan terjadi selanjutnya??? Itu adalah alasan awal kenapa saya mulai mempelajari soal seks. Seks ternyata luar biasa menariknya. Seks ternyata bisa dilihat dari berbagai macam sisi pandang yang berbeda. Bisa dilihat dari segi medis, psikologi, sosial, budaya, politik, agama, antropologi, sejarah, dan masih banyak lagi. Kayaknya hampir semua bidang bisa, deh!!! Makanya dari dulu seks sudah menjadi perhatian banyak filsuf, ilmuwan, sastrawan, budayawan, politikus, agamawan, -wan dan –wan yang lain. Perhatikan saja cerita yang dilukiskan di Candi Roro Mendut!!! Bahkan kita juga bisa melihat bagaimana hubungannya dengan ilmu fisika dan matematika. Hehehe… Tidak percaya????

Bila Anda mempelajari sains secara lebih serius, pasti mempelajari yang namanya The Law of The Universe, dong?! Dari sekian banyak hukum yang ada di dalamnya, ada satu yang menyebutkan bahwa energi itu tidak dapat dibuat, dan sifatnya kekal. Hanya bisa diubah menjadi bentuk energi atau materi lainnya. Ya, kan? Nah, melakukan hubungan seksual membutuhkan energi banyak juga melepaskan energi yang besar pula jumlahnya. Selama ini kita hanya berpikir bahwa lumayanlah bisa keluar keringat dan mengurangi berat badan dengan cara yang enak…, hehehe…, tetapi pernah nggak berpikir ke mana, tuh, energi itu kemudian pergi? Menjadi apa energi itu kemudian? Apa menjadi positif atau negatif???? Nah, lho?!!!

Lalu apa hubungannya dengan matemátika? Nah, sekarang giliran yang pernah belajar angka biner, nih!!! Betul nggak kalau dibilang bahwa angka biner itu merupakan dasar pemikiran “yin dan yang”, yang merupakan simbol dari harmoni kehidupan? Perpaduan angka ada dan tiada atau keadaan yang sangat berlawanan, sangat mempengaruhi kehidupan di alam semesta ini. Seks yang merupakan bagian dari kehidupan, tentunya sangat berpengaruh ke dalam harmoni kehidupan di masa lalu, kini, dan juga nanti. Kenapa? Karena menurut saya, keseimbangan dari ada dan tiadanya inilah yang harus dipertanyakan. Bagaimana bila adanya terlalu banyak atau tiadanya yang terlalu banyak? Bagaimana bila keadaan yang sangat berlawanan menjadi terlalu besar dan saling tumpang tindih antara yang satu dan yang lain?

Saya memiliki hipotesa atas pemikiran saya sendiri, dan menjadi sebuah bentuk keyakinan dalam diri saya bahwa seks yang sehat, baik, dan benar, juga seks yang dilakukan bagi dan untuk yang benar, akan memancarkan energi positif ke alam semesta ini untuk kemudian menjadi energi dan materi lain yang positif juga hasilnya bagi kehidupan manusia. Sehingga kemudian akan tercipta sebuah keseimbangan di dalam alam ini yang tentunya sangat penting bagi kehidupan kita dan generasi-generasi setelah kita. Mimpikah ini?! Silahkan bagi yang berpikir begitu, tetapi bagi saya ini adalah hal yang sangat nyata. Sesuatu yang tidak bisa kita pungkiri lagi dan harus segera kita benahi. Saya tidak ingin apa yang kita lakukan sekarang, merusak dan menghancurkan generasi mendatang.

Satu lagi, saya juga tidak ingin negara dan masyarakat kita hancur berantakan. Ada yang berusaha membenahi negara dari sisi politik, dari sisi ekonomi, dari sisi sosial, dari sisi budaya, dan masih banyak lagi. Saya hanya ingin ikut berperan. Sedikiiiitttt saja!!! Membenahi perilaku seks di masyarakat. Boleh, kan?! Rasanya, kok, saya tidak bertanggung jawab bila hanya duduk diam dan berpangku tangan saja atau sekedar menghujat dan mengkritik tanpa melakukan sesuatu. Menjadi beban berat bagi saya sendiri bila saya tidak melakukan sesuatu. Biarpun mungkin tidak berarti banyak, tidak ada salahnya, kan, mencoba???

Mudah-mudahan, tulisan ini bisa memberikan pengertian kepada semua mengapa saya doyan banget nulis tentang seks!!! Mengapa saya terus-terusan menganjurkan seks yang sehat yang baik dan benar. Mengapa saya selalu berusaha membuat pembaca untuk tidak berpikiran kotor dan negatif tentang seks. Mengapa saya ingin pembaca melihat seks dari berbagai sisi pandang yang berbeda.

Seks  adalah titik awal kehidupan dan kehidupan itu sendiri.

Semoga bisa dipahami, dimengerti, dan dimaklumi. Terima kasih, ya!!!

Salam hangat selalu,

Mariska Lubis

20 okt 2009

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Mariska Lubis, Perubahan, Sosial dan Politik and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s