Tertipu Tubuh Montok dan Seksi

illustrasi: beachhutting.wordpress.com

SIAPA yang nggak ngiler melihat tubuh montok dan seksi?! Air liur pun terus menetes setiap kali memandanginya. Hasrat untuk menikmati pun semakin lama dipandang semakin tinggi menjulang. Waahhhh!!!! Muantap!!!

Sayangnya, tubuh montok dan seksi itu hanya ada pada saat sebelum menikah dan mempunyai momongan. Begitu si kecil lahir, berubahlah semuanya!!! Tubuh montok dan seksi itu berubah menjadi tambun dan bengkak. Tidak ada bedanya dengan gajah dan kuda nil. Kayak saya sekarang ini, nih?! Sebesar pintu!!! Untung saja tidak disengat tawon. Hehehe….

Banyak suami, termasuk suami saya, yang tertipu!!! Mereka pikir perempuan-perempuan seperti saya ini bakal selalu montok dan seksi kali, ya?! Eh, tapi, banyak juga para istri yang tertipu, lho!!! Dari pacar six pack tiba-tiba berubah menjadi suami karung beras. Huahahahahahahhahaha….. Memangnya enak tertipu?!

Dengar, tuh, apa kata orang?! Kalau memilih istri, lihat dulu ibunya!!! Gendutkah?! Tetap cantik dan menarikkah?! Soalnya, kemungkinan besar anak perempuan akan menjadi seperti ibunya di masa tuanya nanti. Memang tidak seratus persen akurat, tetapi bisa dijadikan bahan acuan. Biar nggak kaget!!! Biar nggak merasa tertipu!!!

Kalau sudah terlanjur, biasanya, nih, untuk mencari pembenaran dan sekaligus untuk membesarkan hati, kemudian cinta dijadikan alasan. “Yaaahhh, masih tetap cantik, kok!!! Kalau sudah cinta, sih, mau sebesar truk tronton juga tetap kelihatan menarik saja. Tidak masalah, kok!” Ya, kan?

Saya, sih, lain lagi, nih menjawabnya! “Ya, harus terima!!! Berani berbuat berani bertanggung jawab, dong?! Nggak usah sebut-sebut cintalah!!! Yang membuat saya hamil dan menjadi sebesar gajah ini siapa?! Kalau sampai ditolak berarti sama saja tidak bertanggung jawab!!!

Seorang pria punya jawaban lagi. “Makanya, jangan mengeluh juga kalau sekarang perut saya buncit. Siapa suruh saya dikasih makan yang enak-enak terus?! Jadinya begini, nih?! Kamu juga harus bertanggung jawab!!!”

Weleh-weleh!!! Jadi sama-sama kena, deh!!! Hehehe….

Ujung-ujung dari pembicaraan, akhirnya pada soal “Daya Tarik Seksual”. Yah, selama masih “menarik”, biarpun gendut, tidak menjadi masalah, kan? Bukan soal masalah “goyangan” dan “ulekannya”, lho!!! Murni masalah apa yang membuat pasangan tetap merasa tertarik secara seksual antara satu dengan yang lainnya. Tetap “on” terus!!!

Soalnya, biar bagaimana pun juga, tubuh montok dan seksi tetap memiliki daya tarik seksual tersendiri. Makanya, memang kalau bisa dan memungkinkan, tubuh montok dan seksi itu tetap bisa dijaga selama mungkin. Baik untuk kesehatan pula!!!

Perasaan cinta dan rasa tanggung jawab serta keterikatan antara satu dengan lainnya tidak bisa dipungkiri menjadi landasan yang kuat terhadap daya tarik seksual pasangan suami istri. Obligasi moralnya juga kuat. Masa hanya gara-gara istri atau suami berubah menjadi tambun dan bengkak lalu ditinggalkan begitu saja?! Yang benar saja?! Picik banget kalau kayak begitu, sih?! Jahat, ah!!!

Kekuatan daya tarik seksual fisik juga sebetulnya berbanding sama dengan daya tarik seksual kepintaran dan kepribadian seseorang. Buktinya, salah satu syarat menjadi pasangan hidup adalah harus pintar dan baik hati, kan? Jujur pula?! Biarpun montok dan seksi tapi kalau diajak bicara nggak “dong” alias nggak nyambung, yah, malas juga. Apalagi kalau kemudian orangnya berhati busuk dan tidak jujur, selalu ada udang di balik batu atas segala perbuatan yang dilakukannya, wah, jangan harap bisa diterima dengan baik dan mudahnya. Betul, nggak?! Yah, kecuali memang niatnya cuma buat pajangan doang!!! Itu, sih, lain ceritanya!!!

Tidak bosan, nih, saya menyarankan agar pasangan untuk selalu menjaga komunikasi yang sehat dan baik. Komunikasi dalam bentuk verbal membantu agar “rasa” ketertarikan itu tetap ada. Ucapan sayang yang jujur akan membuat setiap orang merasa disayangi dan diperhatikan. Sedangkan komunikasi dalam bentuk sentuhan membantu agar “hasrat” itu tetap ada. Usapan dan kecupan lembut di kening yang penuh arti memberikan getaran tersendiri ke seluruh tubuh. Makanya, dua-duanya harus dijalankan, ya?! Jangan sampai tidak!!!

Tertipu atau tidak tertipu tubuh montok dan seksi bukan lagi topik utama dari daya tarik seksual pasangan suami istri. Justru lebih kepada perilaku dan tindak tanduk dalam keseharian. Tidak perlu heran kalau sampai ada pasangan yang awet sampai kakek nenek. Masih mesra!!! Masih penuh cinta!!! Masih aktif pula secara seksual!!! Asyik, kan?!

Ini semua bukan mimpi, lho!!! Ini semua nyata dan apa adanya. Sudah terbukti secara ilmiah pula!!! Sekarang, tinggal dari kitanya sendiri saja. Mau nggak?!!

Selamat memilih, ya?!

Salam hangat selalu,

Mariska Lubis

5 Desember 2009

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Mimpi, Pendidikan Sosial and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Tertipu Tubuh Montok dan Seksi

  1. lailin says:

    nie nmr sy dodi 087884356466
    klau lg bth telp j

  2. wah!!! bahaya ibunya istriku bengkak apalagi bapaknya nih huahahaah….Istriku sekarang sudah males fitness lagi wah-wah-wah!!!
    tapi aku dulu tertarik bukan karena tubuhnya kok, tapi karena sikapnya yang baik dan barakhlak mulia, Amin!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s