Unfinished Diary: Cinta Selalu Ada dan Ada Selalu

My heart for you is still the same... MLWaktu sangat cepat berlalu dan tidak ada yang berubah. Matahari, malam, dan mimpi. Alam sutra dan kepompongnya. Semua tetap sama meski banyak sekali sudah yang terjadi. Lebih mudah mendekati dan mendapatkan tetapi yang tersulit adalah untuk bisa mempertahankannya.

Berkali-kali godaan datang untuk mengganggu, bahkan untuk merusak yang ada. Menggoyahkan hati dan pikiran serta lupa akan apa yang sebenarnya dirasakan. Apalagi bila ada yang lain dengan segala rasa cemburu, rasa takut, tidak percaya diri, dan tidak memiliki keyakinan atas apa yang dirasakan itu.

Begitu juga dengan hasrat yang sedemikian besar untuk memiliki, menguasai, dan mengalahkan lewat dusta, kepura-puraan, dan kemunafikan. Cinta yang diumbarkan itu pun hanyalah menjadi kata tak berarti dan tak bermakna. Ketulusan itu tidak pernah ada. Senang hanya yang dicari, marah pun meniadakan ketulusan. Memang tidak mudah untuk membedakan cinta dan nafsu.

Seorang pria dan seorang perempuan mendesah bersama. Cinta yang ada di antara mereka terlalu indah untuk tidak dirasakan dan dinikmati keindahannya. Hari-hari pun berlalu tetapi rasa itu tidak pernah hilang.

Mengenang sapaan pertama hingga saling berdiam diri. Sedari mimpi dan maya hingga nyata dan kenyataan. Kecupan pertama di kening yang selalu dinantikan hingga pertemuan. Menggoda, merayu, merajuk hingga menyindir, mencela, dan mentertawai. Dari yang tidak ada menjadi ada dan tiada. Sajadah hati, kerinduan pada bintang tergenit, dan pelabuhan terakhir yang tak terhingga. Kupu-kupu terindah itu tetap selalu menjadi matahari yang terus bersinar memberikan terang dalam gelap dan menjadikan gelap itu terang. Indahnya pesona bercinta. Manuskrip cinta.

Suka dan duka dijalani. Cemooh dan makian bukan sesuatu yang bisa dianggap luar biasa lagi. Persaingan yang menjatuhkan itu hanya angin lalu. Kelebihan dan kekurangan bukan yang dicari tetapi mengisi dan memanfaatkannya untuk kepentingan bersama. Tidak perlu ada yang diminta ataupun diharapkan, semua hanya untuk diberikan. Apalah artinya cinta yang hanya sebutir salju bila cinta itu diberikan agar langit dan samudra yang luas itu dipenuhi cinta. Malaikat pun bisa cemburu pada insan yang sedang bercinta penuh cinta.

“Tidak terasa, ya, waktu cepat berlalu. Sudah sekian lama kita bersama.”

“Ya, iyalah. Memang begitu adanya.”

“Banyak sudah yang terjadi dan banyak sudah yang kita lalui bersama. Bercinta memang tidak pernah harus berhenti meski ada jarak dan waktu.”

“Saya hanya tidak mengerti, kenapa semua harus pada akhirnya kembali pada dirimu.”

“Entahlah. Kenapa juga saya harus memikirkannya?! Sudah biasa bukan?! Bukan cerita baru dan bukan juga sesuatu yang saya anggap penting ataupun berpengaruh. Keadaan, kebutuhan, prioritas; semua sama hanya butuh kejujuran untuk mau mengakui yang sebenarnya. Permainan petak umpet pun tidak memiliki hasil karena selalu ada yang bersembunyi  dan ada yang tidak mau mencari. Siapa yang diberi dan siapa yang member?! Siapa yang butuh, siapa yang membutuhkan?! Kesempatan dan celah selalu ada; motivasi dan hasrat membuat pembenaran itu seolah benar. Hanya waktu yang bisa bicara.”

“Banyak yang ingin menjatuhkan dan banyak yang tidak berpikir bahwa adalah sesuatu yang benar bila menjatuhkan yang lainnya. Berpura-pura lebih baik dan berbeda bahkan lebih namun sebenarnya hanya ingin sekali menjadi dirimu. Memisahkan kita lewat persekongkolan. ”

“Banyak yang cemburu dan banyak pula yang bertanya alasan kenapa kita bersama. Kembalikan saja rasa cemburu itu pada pemiliknya dan tidak ada juga alasan yang menjadikan kita bersama selain cinta dan sayang itu sendiri.”

“Banyak orang yang berpikir sudah bercinta padahal sesungguhnya dia hanya bermimpi saja. Jika mengaku sangat nikmat maka itu bukan mimpi tetapi karangan akal sehat.”

“Saya menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan apa yang tidak bisa saya katakan. Kita berada di langit ke tujuh jika memang cinta itu bukan sekedar kata. Bukan sekedar kata, ikrar jiwa.”

“Kekasih yang cerdik tidak akan bertanya karena cukup melihat binar bola mata kekasihnya, sementara yang pintar lebih “memaksa” pasangannya untuk berkata dan berteriak. Bagi si bodoh, sungguh usai bercinta ia akan pergi lebih cepat dari kecepatan siramannya.”

“Dirimu selalu ada dan keberadaanmu membuat saya selalu tersenyum.”

“Sapaanmu membuat saya tersenyum.”

“Membayangkan apa yang ada di dalam benak dan membaca apa yang dirimu goreskan membuat saya menjadi lebih mengerti apa dan siapa dirimu yang sebenarnya. Semua itu selalu indah dan karenanya selalu saya simpan. Saya tidak ingin semua itu hilang begitu saja.”

“Kepala saya tidak terbaca, kan?! Mereka yang berusaha membaca hanya mendapatkan bacaannya. Hanya mereka yang merasakan yang bisa memilikinya.”

“Tidak mudah untuk merasakannya bila hanya membaca dengan mata di kepala. Bercinta menjadi lebih menyenangkan dalam kebhinekaan karena perbedaan itu selalu ada.  Paling tidak enak dipaksa dan memaksakan diri.”

“Masih ingat dengan perjanjian kita?! Bila ada satu yang marah maka yang lain tak boleh ikut marah.”

“Tidak perlu juga harus ada yang diungkit-ungkit atas apa yang pernah dilakukan dan terjadi. Semua yang terjadi adalah pelajaran untuk maju ke depan. Justru itulah yang membuat kita semakin kuat.”

“Jika dirimu berkesimpulan bahwa saya adalah seorang pecundang maka saya akan “membenarkan” kesimpulanmu karena buat saya, mereka yang sudah memiliki kesimpulan tidak pernah mau meraskan. Tapi jika dirimu merasakan diri saya maka seluruh apa yang saya miliki akan menjadi milikmu. Saya sama sekali tidak harus membenarkan rasamu karena dalam rasa itulah saya ada, bersamamu.”

“Tidak pernah saya melihat dirimu sebagai seorang pecundang meski yang lain ada yang mengatakannya demikian. Mereka hanya melihat apa yang mereka lihat dan mereka hanya mendengar apa yang mereka dengar. Mereka melakukan apa yang mereka mau lakukan dengan dan atas nama apapun juga. Saya selalu menghormatimu.”

“Sia-sia menjelaskan kepada mereka yang telah memiliki kesimpulan kecuali dengan suara halilintar dan cuap yang tiada henti.”

“Untuk apa memikirkan semua itu, yang tahu apa yang saya rasakan adalah saya sendiri. Banyak yang bertanya tetapi untuk apa dijawab bila sebenarnya mereka sudah tahu apa jawabannya. Banyak juga yang menjawab tetapi untuk apa dipertanyakan bila hanya sekedar bertanya. Saya cinta dirimu. Baik buruknya dirimu adalah keindahan di mata saya. Orang biasa bisa menjadi biasa tetapi menjadi luar biasa di mata yang memang memiliki cinta. Biasa tidak biasa sangat tergantung dari sisi mana kita mau melihatnya saja, begitu juga dengan seorang yang dianggap pecundang. Tidak akan ada yang pernah berubah dan saya tidak bisa memungkirinya.”

“Sungguh kelegaan kita tidak akan berkurang karena kehilangan satu orang lain tetapi orang itu akan menyimpan kegamangan lebih lanjut setelah sejenak mengalami kelegaan.”

“Dirimu boleh dengar boleh tidak. Boleh setuju boleh tdak. Saya tidak membutuhkanmu ataupun mau dibutuhkan. Kamu dan saya, saya dan diri saya. Pergi jauh semua kepalsuan, buat-buat, dan kebohongan. Saya memilih kebebasan dan kebebasan itu bukan keberuntungan tetapi saya dan diri saya sendiri. Sehingga apa yang saya rasakan tentang dirimu ataupun apa yang saya lihat tentang dirimu, bukan karena mereka atau karena dirimu tetapi karena memang saya sendiri.”

Unfinished diary.”

“Jalani dan nikmati. Cinta kita adalah cinta kita dan bukan seperti yang mereka pikirkan atau coba rasakan. Cinta kita ada karena  cinta kita untuk semua dan bersama.”

Seringkali kita terjebak dengan masalah dan keruwetan yang terjadi sehingga melupakan apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang sebenarnya ada. Penyesalan selalu datang belakangan, hanya karena kita tidak juga mau mengakui dengan jujur apa dan siapa diri kita yang sebenarnya. Marah itu pun menjadi pembenaran atas apa yang telah dilakukan dan alasan itu pun hanya alasan belaka. Menunjuk jari memang mudah tetapi ada jari yang lainnya yang mengarah pada diri sendiri.

Lebih sering lagi kita terjebak dengan kata cinta yang sebenarnya bukan cinta melainkan nafsu. Dorongan itu sedemikian kuatnya sampai-sampai tidak sadar telah tenggelam dalam pikiran dan hasrat yang sedemikian besarnya.

Permainan yang dimainkan pun pada akhirnya menjerumuskan diri sendiri. Siapa yang bermain dan siapa yang dipermainkan dan memainkan?! Pelecehan dan melecehkan tidak ada bila tidak ada pemaksaan dan siapa sebenarnya yang menghidangkan dan terhidang?! Siapa yang seharusnya mampu mengendalikannya?!

Siapa yang salah dan benar itu pun menjadi abu-abu karena tetap terlalu tinggi hati untuk mau bersujud dengan benar-benar bersujud. Cinta itu hanyalah menjadi sebuah alasan dan pembenaran. Apa dan siapa diri itu pun tak diketahui apalagi yang lainnya?!

Sadar disadari diakui tidak diakui semua selalu ada hikmahnya. Di dalam perjalanan bercinta tidak pernah ada yang mulus karena selalu berliku dan banyak sekali kerikil tajam yang siap menghantam dan menghempaskannya. Cobaan, godaan, dan ujian itu sebenarnya bukan cobaan, godaan atau ujian tetapi sebuah introspeksi diri. Apa benar itu cinta?!

“Cinta tidak akan pernah hilang dalam lorong dan waktu. Unfinished diary, catatan yang tak akan pernah usai. Cinta selalu ada dan ada selalu.”

“Jika cinta adalah anugerah maka sungguh cinta adalah cermin hati yang penuh rindu, bahagia, dan karenanya mencerahkan pikiran dan hati.”

Semoga bermanfaat!!!

Salam hangat penuh cinta selalu,

Mariska Lubis

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Mimpi and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s